@suikocsi1@rubbergameid Marcus/Kevin perunggu pun nggak punya. Chong Wei salah era, kalo nggak ketemu Lin Dan, ketemu taufik yg biasanya on fire kalau di Kej. Dunia.
@zhil_arf Pengen ganti rezim minus hiperinflasi bakal mogok di tengah jalan. Historically ganti rezim di Indon didukung luas kalo ada hiperinflasi. 1966, +- 600%. 1998, +- 80%. Hari ini, +- 3%. Kalo nggak meluas, ya pemerentah msh dianggap "mampu".
@kmadytiab@TosManda Justru rasio utang pdb-nya yg malah menguatirkan. Di akhir pak joko menjabat rasionya naik dari 25 ke hampir 40 persen dari PDB. Kebalikan dari SBY: dari 55 ke 25 persen. Mungkin bukan Bu Srinya kali ya, tapi nahkodanya penentunya.
@FantasyTactical Kalo kasus 94 dan 2002: Midfielder Brazil B aja, tapi defender dan striker world class. 94: Romario-Bebeto. 2002: Ronaldo-Rivaldo. 2026 nggak punya dua2nya.
@rubbergameid Zhang Nan, Kim Dong Moon atau Nova Widianto bukan tipe big smasher, tapi karena mainnnya "bersih" (kontrol) dan placingnya sungguh ciamik, bisa sukses jg loh ...
@G_minton Candra/Sigit vs Cai Yun/Fu Haifeng (SF World Championship 2003). Beda generasi, master of defence vs mesin smash, 3 set brutal, tapi pengalaman Candra/Sigit jadi pembeda. Pertama lihat smash nuklir Fu Haifeng langsung syok!
@rubbergameid Dibanding seangkatannya seperti Candra, Sigit dan Tony Gunawan, Halim Haryanto (kiri) jarang disebut2, seolah2 ia atlet anggar dan bukan pemain kelas dunia yang pernah Juara Dunia & All England, plus rank 1 dunia bareng Tony Gunawan.
@VeritasArdentur Di Asean konsumsi rata2 protein hewani + susu pendu2k Indonesa jg termasuk yg terendah. Rutin makan ayam atau sapi plus minum susu tiap hari itu banyak yg di luar jangkauan mayoritas
@Info_SerieA Di timnas Italy, ya. Scr individual Totti paling menonjol di Euro 2000-WC 2002. Di WC 2006 malah kurang optimal meskipun selalu jd starter.