narasinya terlalu bodoh akan kenyataan.
inflasi pendidikan karena diliat dari supply sarjana terhadap demand industri? dumb logic to the moon.
harusnya dibalikkan persepsinya, negara yang sebesar ini industrinya sekecil itu? ibarat sebuah gigi, industrinya cuma kotoran2 gigi doang.
ngomong inflasi pendidikan dengan fakta kalo masyarakat yang lulusan sarjana itu cuma dibawah 5% dan spesifik s2 san s3 0.5% aja ga sampe bener2 fatal dan membuat pandangan orang2 yg udah bodoh makin bodoh.
pendidikan tinggi akan selalu jadi opsional untuk mendapat karir lebih, kenapa lulusan S1 downgrade selevel SMA ini banyak faktor yang bisa diliat.
pertama industri yang ngaco dan minim, kemenaker asal dalam mengalokasikan keilmuan dan bentuk dan jenis pekerjaan, jadi supply dan demand mismatch.
kedua efek dari pendidikan, ya mayoritas lulusan s1 even sma pun jelek2, jadinya ya downgrading jobdesc. sistem pendidikan indo ngaco dari level terendah.
masalahnya itu lebih pelik, tapi menganggap inflasi pendidikan lebih konyol lagi.