[ JANGAN DIBACA ]
[ THREAD KATANYA ]
Akhir2 ini banyak yang nanya, film apa yang bagus ya Yan? Bosen nonton yang gitu2 terus. Biar anti mainstream nih beberapa film yang ga banyak orang tahu tapi bagus, kocak, bikin mewek, plus mengesankan.
Soal hotel ini… ada cerita menarik.
Jadi, Indonesia menerima pampasan perang dari Jepang pada tahun 1958.
Tahu ga berapa? $223,08 juta. Kalau pakai nilai dolar sekarang, itu sekitar 2,7 miliar USD.
Kalau dirupiahkan, totalnya : 45-46 triliun!
Sukarno dan Hatta berbeda pandangan tentang penggunaan pampasan perang ini.
Hatta : Pakai saja buat pendidikan dan pertanian dan membangun industri dasar
Sukarno? Well pake aja buat bangun SIMBOL-SIMBOL negara modern.
Apa itu? Hotel Indonesia, Sarinah, Wisma Nusantara, juga Hotel Samudra ini.
Hotel Samudera pun dikasih aroma mistis, seperti adanya ruang khusus buat ketemu "Nyi Roro Kidul"
Akhirnya apa?
Yep, Indonesia kehilangan momentum untuk membangun pendidikan dan industri dasar..
Dan memilih membangun simbol-simbol ketimbang substansi.
Udah coba rekap semaleman. Dari 57 Wamen yang ada di Kabinet, 37 diantaranya merangkap jabatan sebagai Komisaris BUMN.
Persentase nya nyentuh angka 64.9%. Ini bukan lagi pencilan atau anomali, ini angka yang besar, bahkan bisa dikatakan MAYORITAS. Dan ini baru Wamen, belum petinggi dan pejabat lembaga atau badan setingkat menteri.
Awalnya mau bedah nama satu-satu, tapi dari angka itu seharusnya sudah menjelaskan, tidak perlu dibedah, kalian coba cari contoh 10 Wamen, seharusnya 6-7 diantaranya merangkap Komisaris BUMN.
Maaf ya teman-teman, jujur panik bahas hal ini, apalagi ada riwayat akun kena suspend, followers belum besar, tiba-tiba dapet impresi tinggi, jadi masih belum berani. Mungkin pertimbangannya bakal tulis artikel aja nanti untuk detail lengkapnya.
Btw ada nama "lucu" lagi di jajaran Komisaris BUMN, bukan akademisi, bahkan riwayat pendidikannya pun saya tidak nemu, mungkin bakal spill tipis kayak sebelumnya.
Lulusan Harvard dan Stanford university nggak laku di negara ini
yang ada jadi bawahan mereka ini
tips sukses di indo:
- cukup jadi penjilat presiden
- jadi tim sukses waktu pilpres
- kalo bisa ada adegan nangis poin +
Kebetulan sekarang kami jadi satu industri. Aku dan Ginka.
Ku jelaskan secara awam tugas KOMISARIS di industri ini.
Garis besarnya;
Dia mengawasi direksi,
membaca risiko,
mengkritisi proyek,
menjaga governance,
dan memastikan perusahaan tidak dibajak kepentingan non-teknis.
Nah kalau orang yang dipilih berdasarkan loyalitas doang bukan kompetensi. Udah jelas arahnya. Supaya tugas diatas GA ADA YANG REM. Direksi bisa jalan tanpa koreksi tajam, proyek bisa lolos tanpa pertanyaan keras, procurement bisa minim kontrol, dan keputusan strategis bisa lebih mudah ditarik ke kepentingan politik.
Jabatan dia murni stempel doang, untuk kepentingan orang-orang di atas.
Dan orang-orangnya kayak Ginka ini menjamur di BUMN kita.
Soooo....Good luck WNI 😂😂😂
Gila!?!?!🤬
Barusan ada yang cerita kalau dia nabung deposito di bank B*A selama 3 tahun buat dana pendidikan anak.
Ternyata….
Depositonya gak pernah dibuat. Dananya malah masuk ke rekening lain yang bisa diakses oknum sampai habis.
Ngeri sih kalau kronologi ini memang benar.
Jadi kepikiran, harus percaya ke mana lagi kalau bank sebesar ini aja masih bisa kecolongan gara-gara ulah oknum?
Pada akhirnya, secanggih apa pun sistemnya, yang paling susah diprediksi tetap faktor manusia. Inilah mengapa kedepannya sistem harus full mesin automasi alias AI.
Jadi pelajaran buat semua orang supaya jangan cuma simpan bilyet atau bukti setor, tapi sesekali cek juga status produk dan rekening kita.
Btw, ada yang pernah ngalamin sendiri atau punya keluarga/teman yang jadi korban oknum di bank? Ceritain dong?👇
Komisaris PT Pertamina Retail , BUMN pengelola ribuan SPBU seluruh Indonesia:
Usia 27 tahun.
Latar belakang: Koordinator Nasional BISON, relawan pemenangan Prabowo-Gibran 2024.
Ketua YLBHI Muhammad Isnur di hadapan KPF, Februari 2026:
"Ada pengakuan massa bayaran yang dipimpin oleh BISON."
Ginka , Koordinator Nasional BISON ,mengakui memerintahkan penggalangan 70 massa untuk demonstrasi 28 Agustus 2025.
Bulan-bulan berikutnya: diangkat Komisaris Pertamina Retail.
Tidak ada rekam jejak industri energi.
Tidak ada pengalaman korporasi.
Tidak ada penjelasan publik dari Pertamina soal kriteria pengangkatan ini.
Kalau ini bukan politik balas budi, tolong tunjukkan kriterianya ,supaya kita semua bisa daftar juga.
🙂
Di industri perbankan, ada 'mandatory leave' atau 'block leave'. Cuti wajib minimal 5 hari.
Selama cuti, ga boleh balas e-mail, approve dokumen, datang ke kantor pun ga boleh.
Biar apa? Biar ga gini. Biar sistem back up berjalan, biar kalo fraud gampang ketauan.
Kunci kenapa ada pemain Jepang lulusan kampus bisa masuk klub pro. Kaoru Mitoma juga sama. Ada di double piramida yg beririsan & saling bersinergi. Apapun jalurnya bahkan amatir, dilibatkan. Japan's Way
Hai, gue Rizal. Im an anthropologist yg hobi sepakbola dan freedive
Kalo lo cape sama akun bola yg cuma translate berita atau spam meme doang, gue coba sajiin pake lens yg agak nyeleneh tp tetep data driven
Gue biasa bedah taktik sepakbola khususnya Argentina pake data beneran (heatmap, statsline, pattern), tapi tetep santai biar yg awam juga nyantol. Mau lo casual fan atau football nerd, gue bakal buat lo nyaman baca konten gue
Mari berteman!✌️😎
REMINDER buat selalu cuci atau minimal bilas minuman kaleng sebelum diminum 😅
“kok sampe segitunya?”
jadi gini, pas koas dulu pernah jaga IGD, ketemu pasien yg datang dg keluhan demam beberapa hari, mual, muntah, badan lemes, dan sakit kepala…sekilas keliatannya kayak infeksi ringan atau flu biasa, eh ternyata
BREAKING📝
Kalo lu lajang dan tinggal
-di Jakarta dan income <12jt/bulan; atau
-di luar Jakarta dan income <8,5jt/bulan,
maka lu adalah Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Saatnya kita dorong kenaikan PTKP.
PTKP 12jt untuk WP Jakart dan 8,5 untuk WP non-JKT boljug juga😌
Giliran buat program jualan rumah batas masyarakat penghasilan rendah ditinggi2in.
giliran bayar pajak, PTKP direndah2in👀
cherry-picking🍒
Pak, Indonesia itu butuh 9.000 ton paracetamol setiap tahun.
Sembilan ribu ton, pak.
Itu angka dari Kementerian Kesehatan.
Paracetamol yang harganya 2.000 rupiah di warung sebelah, adalah obat paling banyak dikonsumsi di negara kita.
Pusing? Paracetamol.
Demam? Paracetamol.
Pegal habis kerja? Paracetamol.
Gak enak badan tapi gak tahu kenapa? Paracetamol juga.
Dan kita gak pernah nganggep itu aneh. Sampai aku baca satu hal yang bikin aku "beneran ini?"
Demo di Bundaran HI ini unik, karena biasanya demo ke lembaga pemerintahan tertentu
Tapi bundaran HI itu sumber traffic: masyarakt dan sosial media
peluang media ngeliput naik
peluang sosmed divideoin orang juga naik
orang aware-> tujuan demo terpenuhi dengan cara baru
Every Madrid signing so far is focusing on the short term and experience. From bringing back Mourinho to Signing Konaté, Denzel Dumfries and now Bernardo Silva, the message is pretty clear, this isn’t a rebuild built around potential, it’s a reaction to a team that feels it has lost its edge. They have gone 2 Seasons without trophies and their recruitment that time focused on potentials even the Coach signing. But looks clearly they have dropped that.
Madrid seem to believe their problem isn’t talent. They already have enough of that. The issue is leadership, maturity, game management and players who can handle the pressure of winning immediately. Bernardo doesn’t arrive to be the future, he arrives because he already knows how to win. Konate brings reliability, Dumfries brings personality and intensity, while Mourinho himself is the ultimate short-term results coach.
It feels like Florentino Pérez has looked at the last two seasons and decided that development can wait. The objective now is to restore standards, compete for every trophy immediately especially UCL, and surround the younger stars with players who have already lived through the biggest moments in football.
For the first time in years, Madrid’s strategy looks less like building the next great dynasty and more like winning the next Champions League.