Berat..
Justru kalau minta hentikan MBG, pasti kalah calonnya.
Pegawai SPPG itu jumlahnya jutaan orang, belum lagi keluarganya, belum lagi supply chainnya dari transportasi hingga bahan baku.
Menghentikan MBG itu hanya akan membuat kelas menengah di perkotaan senang.
Tapi akan bikin marah kelas bawah dan orang2 kampung yang pekerjaannya bergantung dari MBG.
Makanya itu, kita semua ini udah dijebak secara politik oleh MBG.
Tidak akan ada politisi yang akan membatalkan MBG. Dijamin itu.
This is absolutely insane:
At 7:04 AM ET today, President Trump said “the US and Iran have had productive discussions" to end the Iran War.
By 7:10 AM ET, the S&P 500 surged +240 points adding +$2 TRILLION in market cap.
27 minutes later, Iran completely denied all of President Trump's claims and said there has been "no contact" with the US.
By 8:00 AM ET. the S&P 500 had fallen -120 points erasing -$1 trillion in market cap.
That's a $3 TRILLION swing market cap in 56 minutes, just in the S&P 500.
What is happening here?
Tahukah kamu?
Menurut salah satu studi yang diterbitkan pada jurnal ilmiah internasional, Trials (2021): "Does reading a book in bed make a difference to sleep in comparison to not reading a book in bed?"
Hasilnya menarik!! 📚
Baca buku sebelum tidur nih, ternyata bisa ningkatin kualitas tidur buat sebagian orang!!
Jadi kalau kita baca buku sebelum tidur ygy, kita bantuin badan buat masuk ke kondisi rileks lebih cepat.
Otak kayak ngasih sinyal: ges waktunya laut ges. 😴😴
Badan ngerespon: asiyaap!
((Asal nggak tiba-tiba ketemu plot twist sih ya))
Jadi gini guys.
Ada penelitian yang bilang kalau terlalu sering pakai ChatGPT buat mikir atau brainstorming bisa bikin kreativitas kita menurun.
Mereka bikin eksperimen:
orang dibagi dua kelompok.
-Satu pakai ChatGPT
-Satu mikir sendiri
Di awal, yang pakai ChatGPT kelihatan lebih bagus: ide lebih banyak dan hasilnya lebih rapi.
Tapi begitu ChatGPT-nya dihentikan, kemampuan mereka langsung balik ke level biasa lagi.
Yang lebih menarik, lama-lama ide orang yang pakai ChatGPT jadi mirip semua.
Strukturnya sama, gaya bahasanya sama, cuma topiknya saja beda.
Anak akuntansi sering2 jelasin ke keluarganya tabel amortisasi utang sblum ambil KPR deh
"Gini om tante, liat deh tabel ini, di bulan2 awal, cicilan memang porsinya lebih banyak buat bayar bunga, dan sedikit ke pokok, semakin lama akan shifting mendekati akhir periode cicilan"
This is not how “learning by doing” is supposed to be 😭😭😭
Learning by doing cuma berlaku kalo implikasi akibatnya ga merugikan orang lain, apalagi satu NEGARA.
Bayangin kalian naik pesawat yang pilotnya ngomong “sebenernya saya ga punya pengalaman bawa pesawat, tapi yakin bisa”
Menurut data Numbeo, PIR atau ratio between house price and average annual salary in Jakarta is 12.98.
This means, u need to save for 13 YEARS without spending a SINGLE PENNY to buy a house 🤯
Berikut video pandangan saya mengenai "Indonesia dan Board of Peace: 4 lampu kuning + 6 saran untuk Pemerintah Indonesia". Silahkan disimak, disebarkan, dikomentari & dikutip. Semoga didengar Pemerintah 🇮🇩. Salam diplomasi, Dr. Dino Patti Djalal
Penjelasan Ferry Irwandi tentang masalah gaji guru honorer telah digunakan oleh banyak pihak untuk menormalisasi nasib guru honorer agar mereka menyalahkan dirinya sendiri, yayasan, dan pemerintah daerah. Padahal, masalah guru adalah masalah kepemimpinan nasional.
-Thread-
Setuju, aku pun jg belajar banyak soal mental models. Beberapa diantaranya,
1. First principles thinking
2. Inversion thinking
3. Probabilistic thinking
4. Second-order thinking
5. Dst, masih banyakkkk lagi
Aku sangat merekomendasikan teman2 untuk membaca artikel di website ini ⤵️
https://t.co/qBUGyd41Il
Coba saya jelasin sepengetahuan saya kenapa emas naik terus, dan implikasinya apa (selain ada ketakutan akan sistem bakal runtuh dan sebagainya)
Jadi yang pertama, masalah Greenland. Gara-gara Pakde Trump bilang akan ngasih tarif ke negara yang sebenarnya sekutunya Amerika Serikat di NATO (Denmark, Jerman, Prancis, Inggris, Belanda, Norwegia, Swedia, Finlandia). Mau ngasih tarif 10% dan mau dinaikin ke 25% nanti bulan Juni kalau Greenland gak deal dibeli sama Amerika Serikat.
Tau gak seberapa "gila"-nya hal ini?
Amerika Serikat, mengancam sekutu terdekatnya dengan perang ekonomi.
Gimana gak bikin ketar-ketir para pelaku pasar finansial tuh? Ya pada takut dan lari ke emas dong! Makanya demand-nya emas meroket dan langsung naik jauh.
Kedua, Bank Sentral pada Borong Emas
Bank Sentral Cina sudah beli emas 14 bulan berturut-turut. Menurut data, tiap bulan mereka beli 30-40 ribu ounces.
Dan mereka gak beli ala "buy the dip", melainkan beli regardless of harga. Mungkin kayak Michael Saylor dan MIcrostrategy beli Bitcoin. Bedanya, ini beli emas.
Berikutnya, ada desas-desus juga beberapa negara mulai meluncurkan platform yang memungkinkan pengiriman uang dan perdagangan antar negara tanpa perlu menyentuh dollar Amerika.
Konon katanya, mereka pada mau membuat sistem keuangan di luar dollar, makanya borong emas sebanyak-banyaknya. Mungkin buat underlyingnya? Gak tau juga sih.
Lalu, ada berita DOJ (Department of Justice) Amerika Serikat membuka investigasi kriminal ke Jerome Powell. Di luar benar atau tidaknya, bersalah atau tidaknya Eyang Powell, kasus ini bisa mengancam "independensi" Federal Reserve.
Dan masih banyak faktor lainnya.
Tapi yang bikin khawatir adalah, naiknya komoditas logam lainnya selain emas.
Perak, Platina, bahkan Tembaga.
Kebanyakan logam-logam ini punya demand real di industri
Kalau harganya naik, maka nanti krisis ekonomi bida lebih parah karena harga produksi berbagai barang yang memerlukan logam (contohnya tembaga, banyak banget loh!) bakal naik juga
Buat Jepang yang inflasinya 0% bahkan minus selama bertahun-tahun, kenaikan inflasi 1,5 - 3% dalam waktu relatif cepat lumayan 'menyiksa' mereka juga
Ada video penjelasan yang menarik dari Bloomberg:
https://t.co/sMlyIjW2Dz
Investor global dimana aja
Coba bayangin aja gameplay carry trade:
Minjem duit di Jepang dengan bunga 0% buat beli obligasi Indonesia dengan bunga 6% (minus inflasi dan pelemahan nilai tukar)
Ez money
Kalo mo paham kondisi Jepang hari ini, bisa baca2 teori "Balance Sheet Recession"-nya Richard Koo (menarik buat yang ngerti akuntansi dikit2)
Sebelum krisis Japan Lost Decade (1990s - 2010s), orang Jepang pada ngutang (ngeleverage) buat beli aset kayak saham atau properti sampe harganya bubble ga masuk akal
Ketika bubble tsb pecah, nilai saham dan properti tsb jatoh
Sialnya misal mereka ngutang 100 juta buat bayar rumah yang harganya udah turun ke 50 juta - alhasil alih-alih fokus nyari untung, perusahaan malah fokus lunasin utang tsb buat bersihin neraca keuangannya (balance sheet)
Makanya pada saat itu, perusahaan Jepang mau dikasih stimulus apa aja, mau moneter kek, fiskal kek, tetap aja gamau ekspansi gila2an dengan minjem duit karena terlalu fokus bersihin balance sheet-nya yang isinya kebanyakan utang masa lalu