capek banget lihat diskursus soal avoidant dan anxious ini. orang-orang jadi terlalu sibuk ngasih label sampai lupa kalau hubungan itu tetap butuh tanggung jawab. harusnya ketika memutuskan pacaran, kita juga udah paham ekspektasi dasar yang dibutuhkan dalam suatu hubungan.
in another life, gamau jadi seseorang yang anxious, gamau jadi orang yang selalu ngerasa takut kehilangan, gamau jadi orang yang selalu overthinking kalau gaada penjelasan, selalu panik dan perasa banget kalau di respon beda sedikit, dan selalu di hantui rasa takut kalau rasa sayang kita cuman bikin orang lain capek.
dont mind the under eye cause im struggling with insomnia and currently seeing therapist (cause i assume i was feeling distressed bc of college and academic stuff, and i cannot really regulate my emotions). but im doing fineeee! im still happy, glowy, and eat well. 🩷
“Dollar naik”
“IHSG turun”
“Pertamax naik”
“Sembako naik”
“Investor kabur”
“PHK bertambah”
“Pengangguran naik”
“Daya beli turun”
“Pajak naik”
“Harga rumah naik”
INI GEN Z UMUR 20 TAHUN TAPI STRESSNYA KAYAK ORANG UMUR 40 TAHUN, SETANN YANG BILANG INDONESIA BAIK-BAIK AJA LO ANJINGG SIH!!!
Baru tau sekarang wibu dibagi beberapa jenis, dan salah satunya wibu normies. Dibilang wibu normies perkara yang ditonton anime yang lagi rame 🤣 iya deh lu si paling sepuh, si paling niche, si paling nonton banyak anime