غارت الشهب بنا أو ربما، أثرت فينا عيون النرجس
Was it what affected our union that the comets were jealous of us? Or were they the evil eyes of the daffodils that struck us?
Kalau dalam peribahasa arab disebutkan
اربط جملك وتكل على الله
ikat untamu dan pasrahkan pada Allah ﷻ, means tawakkal bukan cuma pasrah searah aja tapi harus dengan tanpa menafikan akuntabilitas manusia, bahkan harus diupayakan dulu baru boleh tawakkal.
Tawakkul dan menginsafi semua itu berdasar qadar dan iradah Allah ﷻ tidak harus disertai dengan menafikan akuntabilitas manusia.
Sebagai contoh, terbunuhnya A di tangan B adaalh bagian dari takdir dan iradah Allah, tapi bukan berarti lantas B lepas dari pertanggungjawabannya.
Melemahnya rupiah bagian dari iradah Allah ﷻ, ini benar. Rezeki dan kecukupan semua diatur oleh Allah ﷻ, itu juga benar. Tapi bukan berarti pemerintah jadi bebas dari tanggung jawab menyediakan fiscal and monetary measures, bukan berarti anda jadi diam saja atas peristiwa ini.
Saya dapat info bhw ada 17 calon Dubes asing yg sudah tiba di Jakarta tapi sampai sekarang masih MENUNGGU waktu utk memberikan surat kepercayaan kpd Presiden. Dari mereka ada yg sudah menunggu 8 bulan. Ada juga Dubes dari negara ASEAN yg menunggu 6 bulan. Karenanya, mereka belum bisa bekerja secara resmi.
Ini memberikan kesan buruk bagi negara2 sahabat yg mengirim Duta Besarnya ke 🇮🇩, apalagi Dubes 🇮🇩 di luar negeri selalu dgn cepat menyerahkan surat kepercayaan kpd host country. Tanpa menyalahkan siapapun, Mohon masalah ini dapat segera dituntaskan Istana krn menyangkut reputasi diplomatik kita.
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.
@Imade_kun gak ada tamlik thd sapi tersebut karena harganya dibayarkan bukan pakai uangnya sendiri, melainkan uang negara. semantara, kurban itu ibadah yg sifatnya personal.
Atau sebenarnya dia sudah bikin splinter group sendiri? tapi punya tendensi tertentu sehingga alih alih bikin komunitas baru, berusaha bertengger dan ngotot buat pakai brand komunitas A ke mana-mana sambil memasarkan ide yang jelas-jelas menyalahi aturan komunitas.
Bayangin deh ya, di suatu komunitas bernama komunitas A, ada aturan sejak dahulu, yang seluruh anggota komunitas A menyepakatinya, bahwa dilarang pakai baju merah.
Terus tiba-tiba, ada yang suka pakai baju merah, maksa untuk menjadi anggota komunitas A, tapi gak mau ikut aturan.
Parahnya, ia berusaha jadi revisionis dalam kelompok menyuarakan bahwa aturan larangan menggunakan baju merah itu tidak berdasar, tidak ada aturan spt itu dalam komunitas, padahal tertulis jelas hitam di atas putih.
Kayak gini apa masih pantas disebut bagian dari komunitas A?
Ada dan benar adalah dua kategori berbeda, don't conflate those two.
Kalau gak suka konsensus suatu kelompok, don't be a part of that kelompok, and don't present yourself as one. Bikin baju sendiri.
...sebab punya aturan dan pandangan negatif thd perilaku anda dan orang yg serupa anda. Dengan logika yang sama, kelompok tersebut juga bisa bilang bahwa anda dan orang serupa itu "kelompokphobic" karena gak suka sama nilai yang dianut oleh kelompok tersebut scr internal.
sebab dia memenuhi aspek "berbuat atau tidak berbuat sesuatu".
kalau ada i'tiradh antara dua hukum, pasti hukum yanh spesifik akan membatasi hukum yang global, makanya ada kaidah lex specialis derogat legi generali.
Kasus si pembunuh dan homoseksualisme jatuh dalam kaidah ini.
Belajar hukum tapi gak paham sumber hukum dan kaidah hukum itu gimana?
Hukum punya batas batas keberlakuan, gak bersifat mutlak. Kalau dia bersifat mutlak, berdasar dalil yang u berikan, orang yang mau membunuh orang lain pun harusnya merasa aman untuk melakukan pembunuhan itu.
???? bruh i study LAW yaudh agama lu agama lu, tapi agama lu gabisa dijadikan tameng untuk diskriminasi ke sesama manusia apalagi mengingat indonesia adalah NEGARA HUKUM bukan NEGARA AGAMA jadi HAM lebih utama dibanding agama2 lu itu