Rame lagi soal komentar Jerome Polin terkait "si Jule". Jerome menyoroti hal yang cukup sarkas tapi nyata: gimana narasi publik bisa berubah drastis cuma karena faktor visual atau "cantik". Apakah kita memang se-pelupa itu?
Jerome menuliskan : sejak ada streamer yang undang Jule, publik mulai "lupa." Alasannya? "Cantik." Segampang itu kah kita disetir? Segampang itu kah kita lupa?
Jerome juga narik korelasi ke isu yang lebih besar: Korupsi.
Kalau untuk urusan selebgram/streamer aja kita gampang memaafkan tanpa ada pertanggungjawaban yang jelas, nggak heran kalau di level negara, para koruptor masih bisa santai dan tetap eksis.
Selain itu Jerome juga menambahkan
Ini bukan soal Jule doang. Ini soal cancel culture gagal total di Indonesia. Jule makin eksis pasca-skandal, followers balik, brand endorsement juga balik. Padahal belum ada pertanggungjawaban yang jelas.
BIG SHOUTOUT BUAT BCA MAKASIH UDAH BALIKIN DUIT GUE DI TENGAH TENGAH KRISIS DUIT INI, ALHAMDULILLAAAHHH YA ALLAAAHHH MAKASIEEEE BCA I LOVE YOU A LOT @HaloBCA
Update negara kecintaan kita hari ini:
- Rupiah melemah di 17.063 per 1 USD
- IHSG anjlok di 6.971
- Tabungan pemerintah di BI tersisa 120T
Sementara itu,
BGN beli 25.000 sepeda listrik senilai 49 juta per motor, atau 1,22 T in total..
Gak paham lagi gue
TAHUKAH kamu bahwa 9 dari 10 warga percaya bahwa program MBG cenderung menguntungkan elite, pejabat, dan pemilik dapur, serta rawan dikorupsi?
Kami dng Policy Research Center baru saja merilis hasil riset berjudul "Siapa yang Diuntungkan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG)?"