saya meminta maaf untuk seluruh pihak yang saya rugikan terutama korban atas apa yang saya lakukan, saya siap menanggung seluruh konsekuensi, termasuk proses hukum sekalipun
Maaf saya kembali tidak aktif. Saat ini saya sedang berusaha menempuh jalur mediasi dan bantuan hukum. Saya juga menerima banyak ancaman serta tindakan doxing yang cukup berat dan sudah berdampak secara pribadi.
Beberapa bentuk doxing dan ancaman tersebut sedang saya coba proses secara hukum, sambil tetap terbuka untuk mediasi yang sehat.
Saya ingin menyampaikan penjelasan dari sudut pandang saya, bukan untuk membenarkan, tapi agar konteksnya lebih jelas.
Saya pertama kali mengenal beliau lewat kegiatan sosial. Kami banyak bertukar pikiran, buku, data, hingga merencanakan program sekolah gratis. Tapi lama belum bertemu saat itu, dan baru bertemu di beberapa aksi.
Di salah satu pertemuan, saya sempat menegur soal pakaian secara spontan. Saya sadar hal itu tidak pantas, dan saya benar-benar minta maaf. Terima kasih juga sudah mengoreksi saya saat itu.
Beliau sempat datang ke tempat saya. Saya terlambat karena macet selama sekitar satu jam. Sebelum kejadian yang sekarang jadi masalah, saya memang beberapa kali bertanya apakah boleh atau tidak, dan saya sangat ingat ada persetujuan. Bahkan beberapa kalimat masih terekam jelas dalam ingatan saya. Tapi saya juga mengerti bahwa pengalaman dan persepsi bisa berbeda. Kalau memang saya keliru memahami situasi tersebut, saya minta maaf dan saya siap belajar serta mengoreksi diri.
Setelah itu hal kurang baik terjadi yang membuat saya kecewa dan krisis kepercayaan. Lalu kita menjauh.
Terkait sikap saya yang posesif, saya minta maaf. Dulu saya pikir itu hal yang biasa. Tapi ternyata salah, dan sekarang saya lebih memahami bahwa itu tidak sehat. Saya benar-benar minta maaf.
Tentang cerita pribadi, termasuk attempted suicide, saya hanya membicarakannya kepada orang yang saya percaya, karena saya sendiri merasa lebih nyaman bercerita pada orang yang tidak terlalu dekat secara emosional. Tapi saya tidak menyebarkannya ke sembarang orang, dan niat saya bukan untuk menyudutkan siapa pun.
Saya sedang menjalani proses hukum karena dari sudut pandang saya, kejadian tersebut berdasarkan kesepakatan bersama. Tapi saya sadar, tidak semua orang melihatnya seperti itu. Karena itu, saya butuh bimbingan, edukasi, dan juga kejelasan agar bisa memahami lebih baik.
Beliau sendiri pernah menghubungi saya setelah itu, dan menyampaikan penyesalan karena merasa sudah terlalu banyak bercerita ke orang lain. Bahkan sempat ingin membuat klarifikasi bahwa semua ini kesalahan dia. Tapi saya minta jangan dilakukan, karena saya khawatir justru membuat situasinya makin sulit bagi dia.
Saat ini, saya sedang berusaha mencari jalan penyelesaian dengan sebaik mungkin, sambil mengikuti proses hukum yang berlaku. Saya juga memohon agar serangan berupa doxing, ancaman, dan tekanan terhadap saya maupun ranah pribadi saya bisa dihentikan. Saya tahu situasi ini menyakitkan bagi banyak pihak, tapi saya ingin menempuh jalur yang adil dan tidak saling menyakiti lebih jauh.
Terima kasih telah membaca. Sekali lagi saya minta maaf jika saya menyakiti siapa pun. Saya sungguh sedang belajar dan berusaha bertanggung jawab.
@ddaanntteeee@vannycrnline@crynoafes Sudah ngobrol sama beberapa orang untuk dapat masukan dan kesimpulannya tidak ditemukan KS.
Sejujurnya bingung kabar seperti apa yg beredar, saya masih mencoba meminta masukan dan edukasi ke beberapa orang.
Teman2 maaf ya, sedikit meluruskan biar ga kemana mana.
Saya tdk membenarkan perlakuan saya, tapi saya juga butuh masukan & pemahaman karna semuanya penuh consent.
Berita yg beredar adalah hasil โkatanyaโ dari pihak ketiga, setelah ini akan ada proses hukum agar diniai secara objektif.
Terima kasih.
@nan_jauhdimato Kurang nyaman aja gak bisa di share disini, tapi gakada hubungannya sama sekali dgn ini. Saya mengubungi beberapa orang juga yg saya blok, secara personal whatsapp.