jir inimah sindikat ga sih kayanya udah sengaja ke comifuro ramean buat gasak hp orang soalnya banyak banget yang ilang hp dan lokasi terakhirnya di itc roxy semua
@yaudahjawa Nyumbang temen bisa 10-15k
Melahirkan beli aja sabun baby 10k
Ngado temen kasih aja souvenir 20k
Liburan ditaman modal es teh doank 5k, temen wisuda lu tinggal nongol diacaranya aja ok banget tuh, lagi sedih gak harus di cafe, nongki pinggir jalan makan cokelat harga 1k bs kok.
gerbong cewek sekarang diisi preman ya min? @CommuterLine
konteks : ada cewek baru dateng dan dia dapet duduk. kebetulan tubuhnya gemuk.
dibully sama gerombolan cewek :
"enak amat baru dateng padahal, lo nunggu dari jam brp? dia baru sampe itu HEBAT KAN”
"kalo badannya gede harusnya bayarnya 8rb", “ga usah nanggung. 80rb”
"ga kuat kan lo kalo ke dorong dia"
lokasi : stasiun depok
vid : momz_grow_alpha
Just remind, JKK tidak hanya meng-cover kecelakaan kerja ketika di tempat kerja dan penyakit akibat pekerjaan tapi juga mengkover kondisi di mana selama bapak ibu berangkat dan pulang kerja.
Semoga korban luka dan jiwa yang berstatus pekerja mendapatkan haknya dan HR di masing masing tempat kerjanya segera membantu proses klaim JKK.
Referensi bisa dicek di sini:
https://t.co/2n1XBtWcZ0
Alih-alih memberikan santunan kepada para korban, bahkan untuk meminta maaf saja manajemen taksi @id_greensm tidak mau.
Unit taksi yang menjadi penyebab peristiwa kecelakaan juga tidak segera dievakuasi dari tepi rel kereta api, menggambarkan minimnya empati dari perusahaan ini.
😓
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran.
Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini.
Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan.
Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja.
Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya.
Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia.
Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”.
Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal.
Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;)
Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan.
Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa.
Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri.
Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok.
Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
Korban kekerasan seksual:
30 santriwati di bawah umur (salah satunya dibawa/culik 19 hari, ditemukan dalam keadaan linglung di dekat Jembatan Suramadu)
Pelaku:
UF (anak kiai, pengajar ngaji) & S (adiknya)
TKP:
Pesantren Nurul Karomah, Bangkalan, Madura
Waktu kejadian:
Tahun 2025 (ada laporan sejak 2023)
Hukum:
Laporan masuk ke Polda Jatim 1 Desember 2025, UF ditangkap dan ditahan 10 Desember 2025. Pada 6 April 2026, Polda Jatim melimpahkan tersangka UF beserta barang bukti ke Kejaksaan Negeri Bangkalan (Tahap II / P21). UF sudah ditahan selama 117 hari di Rutan Polda Jatim. S masih dalam proses penyidikan.
Update:
Korban sudah mendapat pendampingan psikologis dari Polres Bangkalan dan perlindungan dari LPSK. Proses restitusi (ganti rugi) bagi korban sedang berjalan.
Inikah tampang salah satu pelaku yang harus dihukum sangat berat itu? 🤬🤬
Tetap mau berusaha full support ke anak istri, bersyukur banget juga karna keluarga kami full support ditengah cobaan sampai sekarang.
Panjang umur untuk para ayah dan para laki-laki hebat di luar sana. Semoga kalian diberkahi kesehatan, kelimpahan rezeki, juga kekuatan. Amiin
Anak umur 6-7 bulanan, suami ku juga di diagnosis kanker.
Aku langsung drop hampir baby blues, tp suami ku kuat banget masyaallah🥹 ditengah badannya yg sakit dia masih tetep perhatian ke aku dan anak, tetap kerja walaupun kadang sambil kemo
Salut sama istri nya yang menepati janji pernikahan, susah senang bersama2 dan suami nya juga dalam kondisi sakit tetap masih bisa bertanggung ke istri nya. Definisi ketika dua hebat dipertemukan, bukan sekadar kebetulan tapi awal dari cerita besar yang ditulis bersama.
Anak 15 bulan gue negornya gak kira-kira coy. Jalan susah payah dari kamar ke ruang tamu sambil narik mukena, dikasih ke gue. Gue tanya “kamu mau mama solat sayang?” Dan dia NGANGGUK😭😭🤧🤧 langsung ambil wudhu trs sholat gue, campur aduk rasanya antara gemes haru dan malu bgt😂
Ada tempat buat belajar pijat gak sih? Dimana ya?
Laki gue ngeluh pegel tp gak mau pas disuruh ke tempat pijat. Katanya takut salah tempat rugi jdnya.
Jd yaudahlah gue aja yg belajar pijat deh