For those who want a bit more context: a massive student and worker protest is unfolding in Indonesia’s capital in response to the Prabowo government’s decision to raise fuel prices, alongside other policies that many Indonesians are calling corrupt because they deepen the burden on working-class Indonesians already struggling with rising living costs and a weakening rupiah.
What’s fueling the anger even further is the broader feeling that economic pressure is being pushed downward onto ordinary people while major policy decisions continue to favour politicians and the ultra wealthy.
Just last year, Indonesians protested over the same kind of government corruption, which led to a crackdown on its own civilians using military force in cities like Jakarta and Bandung, resulting in multiple deaths and injuries, including those of students.
This situation, however, embarrassed the Probowo government, as people from all over the world began paying attention and massed mobilised to send food, medical/legal aid and financial donations via apps like Grab and Ojek (the region’s equivalent of Uber) the movement received particularly strong support from people across Asia, especially Southeast and East Asia, while also drawing contributions from around the world. This is why Indonesians are asking the world pay attention to their country again.
Sengaja banget ga dibuat pengalihan atau rekayasa lalu lintas secara steril di jalur tersebut. Idealnya, Polantas punya wewenang untuk mengalihkan pengguna kendaraan bermotor ke jalur lainnya, bukan cuma tilang warga di jalan.
Kejadian kayak gini beberapa kali terjadi, supaya muncul konflik horizontal antarwarga, di mana diharapkan ada warga yang keberatan dengan aksi massa karena dianggap bikin macet atau mengganggu.
INGAT GUYS
Jangan mau dibelok belokan, tuntutan yang diminta hari ini adalah apa yang disuarakan teman teman Mahasiswa.
Jangan mau dibelok belokan isu lain, bahkan oleh influencer sekalipun.
Hati hati termakan tipu muslihat rezim
🚨Breaking!🚨
Students holding peaceful protests in Jakarta are facing obstruction from the police and the military.
The police should protect, not suppress, people who peacefully exercise their right to protest.
The military should never be involved in controlling peaceful civilian demonstrations.
Mahasiswa longmarch menuju Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat pada Jumat (12/06).
Mereka menuntut pemerintah menurunkan harga bahan pokok dan BBM, menghentikan program Makan Bergizi Gratis, menolak militerisme, serta mendesak Presiden Prabowo mengakui kesalahan pemerintah.
Update terkini!!!
Kondisi makin chaos, buat siapapun di lokasi jangan terpancing provokasi jika ada yang provokasi tangkap.
Nyawa kalian lebih berharga 😭😭😭
HIDUP MAHASISWA
HIDUP RAKYAT
Beberapa tuntutan aksi:
1. Setop pemborosan APBN
2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM
3. Hentikan program MBG dan pembangunan KopDes
4. Hentikan militerisme di ranah sipil
5. Prabowo berhenti mengelak dan mengakui kesalahannya
SAMPAI MENANG ✊🏻
Nasib tragis menimpa satu keluarga di Solok Selatan, Sumbar (31/5/2026). Gara-gara berani melaporkan kasus pemerkosaan anaknya ke polres beberapa bulan lalu, rumah mereka malah dikepung 15 orang dan diserang secara brutal.
Di dalam rumah cuma ada ibu (ER), suami, dan bayinya yang masih berumur 2,5 tahun!
Mirisnya, pelaku pemerkosaan yang harusnya mendekam di penjara tapi gak ditangkap-tangkap polisi, malah ikutan datang mengepung dan menyerang korban!
Padahal keluarga korban baru aja berani pulang setelah berbulan-bulan kabur, murni cuma mau mengadakan acara akikah anaknya.
Pelaku pemerkosaan bebas berkeliaran dan malahan balik mempersekusi korbannya tanpa takut hukum.
Tolong pak Kapolri, atensi kasus di Solok Selatan ini!
Bantu sebarluaskan video/berita ini gaes agar pelaku cepat diciduk!
"Rupiah anjlok terhadap dolar AS. Sebetulnya, salah siapakah itu? Apa yang musti kita lakuken? Apa yang musti dibenahi oleh para penyelenggara negara?"
Bukankah akan sangat menggembirakan bagi kita apabila pejabat kita amat sangat mendengarkan pendapat para ahli dan praktisi?
[UPDATE]
BANJIR BANDANG SULAWESI UTARA: 601 Warga Terdampak Lumpur 1.5 Meter.
BNFI mendapatkan informasi langsung dari Pusdalops BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow terkait kondisi terkini di lapangan. Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Bolaang, Sulawesi Utara pada Rabu (27/5) kini telah surut.
Laporan resmi dari kontak langsung kami mengonfirmasi tidak ada korban jiwa, namun 601 warga dari 181 KK terdampak serius.
Data Dampak & Kerusakan
- 134 rumah warga rusak fisik pada bagian dapur akibat hantaman material.
- Fasilitas publik seperti SDN 2 Solimandungan II dan tempat ibadah terendam lumpur padat.
- Wilayah terdampak mencakup empat desa: Solimandungan I, Solimandungan II, Solimandungan Baru, dan Komangaan.
Laporan lapangan menunjukkan banjir ini menyisakan tumpukan lumpur pekat setinggi 1 hingga 1.5 meter serta material potongan kayu besar. Secara ekologis, kehadiran kayu gelondongan dan lumpur masif ini merupakan alarm keras bahwa terjadi degradasi hutan atau alih fungsi lahan di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Botuk.
Hujan deras sepekan terakhir hanyalah pemicu, sementara hilangnya daya ikat tanah dan vegetasi pelindung di hulu adalah penyebab utama mengapa air berubah menjadi banjir bandang yang destruktif.
Normalisasi sungai di hilir tidak akan pernah cukup jika pembalakan atau pembukaan lahan di hulu tidak dihentikan.
Situasi Hari Ini
- Akses jalan ke pemukiman masih sulit ditembus alat berat karena tebalnya lumpur.
- Otoritas setempat, relawan, dan warga bergotong-royong melakukan pembersihan secara manual.
Kebutuhan Mendesak
- Warga sangat membutuhkan makanan siap saji, paket alat kebersihan (sekop dan sikat keras), pakaian layak pakai, perlengkapan tidur, dan kebutuhan bayi.
-Redaksi BNFI