Postingan Bang Arief ini masih gue simpen sampai sekarang, buat jaga-jaga biar selalu inget kalau cowok udah berani minta ini-itu, berarti dari awal emang udah nggak beres 😭
Mending langsung cut off aja daripada makin ribet wkwkwk.
Warga,
Di tengah timeline yg penuh kabar kebakaran, erupsi, dan bencana, jangan sampe perhatian kita pindah trs masalah yg belum selesai ikut dilupain.
Jangan lupa:
1. Flores, NTT
129 orang meninggal, >1.210 luka, sekitar 87 ribu mengungsi. 102.384 rumah masuk pendataan awal, baru 51.591 yg terverifikasi per 7 September.
2. Aceh
Pemulihan pascabanjir besar tahun lalu masih berjalan. Kebutuhan hunian tetap 34.727 unit, baru 401 yg selesai per 27 Juli.
3. MBG
50.059 orang terdampak dalam 560 kejadian di 36 provinsi.
4. Karhutla Kalimantan
Warga terdampak, habitat terbakar, satwa terancam. Sedikitnya 9 orangutan dievakuasi di Ketapang dalam waktu kurang dari sebulan. Satu orangutan, Sempurna, mati diduga terdampak asap.
Asapnya juga sudah berdampak lintas batas, termasuk Malaysia, Brunei, hingga Filipina.
5. Kasus Febrie
74 kg emas ditemukan di rumahnya. Pertanyaannya masih sama, emas itu sebenernya punya siapa?
6. Kematian Bambang Setiyawan
Meninggal dalam rangkaian kericuhan 27 Agustus. Kasusnya masih harus diusut sampai tuntas.
7. Kasus Andrie Yunus
Dua prajurit mendapat keringanan hukuman dan pemecatannya dibatalkan.
Kita boleh peduli pada bencana hari ini. Wajib!
Tapi jangan sampe berita baru bikin kita lupa pada korban, satwa, lingkungan, dan perkara yg belum selesai.
Dan kalo sampe terbukti ada yg sengaja membakar hutan atau menciptakan kekacauan demi menutupi isu tertentu, kami akan marah.
Penderitaan warga bukan alat pengalih perhatian.
Warga berhak tahu.
Warga berhak ingat.
#SalingJagaWarga
SEKOLAH LUDES TERENDAM BANJIR BANDANG! SMPN 1 MANIAMOLO NIAS SELATAN TERISOLASI, BUKU DAN FASILITAS BELAJAR RUSAK TOTAL!
Kabar duka dan darurat pendidikan kembali menerjang wilayah Kepulauan Nias! Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Maniamolo yang berlokasi di Desa Ndraso Hilisimaetano, Kecamatan Maniamolo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, diterjang banjir besar pada Senin (7/9/2026)!
Luapan air bah berwarna cokelat pekat merendam seluruh area sekolah, menerobos ruang-ruang kelas, kantor guru, hingga fasilitas belajar-mengajar!
Rincian dampak dan kondisi kritis di SMPN 1 Maniamolo & Desa Ndraso Hilisimaetano
1. Fasilitas Sekolah & Alat Belajar Rusak Total
Tingginya genangan air bah yang datang mendadak membuat dokumen penting sekolah, ribuan buku perpustakaan, meja-kursi, serta perangkat elektronik/komputer terendam air dan lumpur pekat tanpa sempat diselamatkan!
2. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Lumpuh Total
Akses jalan menuju kompleks SMPN 1 Maniamolo terputus genangan lumpur. Para siswa dan guru dipastikan tidak bisa melangsungkan proses pembelajaran sampai waktu yang belum bisa ditentukan!
3. Potensi Kerusakan Bangunan & Sanitasi Buruk
Endapan lumpur tebal yang tersisa usai banjir berisiko merusak struktur fondasi bangunan sekolah serta mencemari sumber air bersih dan fasilitas sanitasi warga di Desa Ndraso Hilisimaetano.
Tuntutan penanganan emergency dari Pemkab Nias Selatan, Dinas Pendidikan, dan BPBD
- Menerjunkan tim relawan dan armada pembersih lumpur ke SMPN 1 Maniamolo secepatnya agar area sekolah bisa segera disterilkan!
- Penyaluran bantuan darurat berupa seragam sekolah, buku pelajaran, alat tulis, dan perangkat KBM pengganti bagi para siswa terdampak!
- Perbaikan tanggul dan drainase di sekitar Desa Ndraso Hilisimaetano guna mencegah banjir susulan saat curah hujan tinggi kembali turun!
Jangan biarkan pendidikan anak-anak kita di daerah terpencil dan pulau terluar terbengkalai akibat bencana alam yang minim perhatian pusat!
Banjir besar terjadi di LÔHÔ Kabupaten Nias Selatan (Senin,7 September 2026)
Tanpa pemberitaan tanpa perhatian dari negara. Nias berjuang sendirian untuk pulih💔
@keluhkesahkonoh inilah yang menyebabkan gen z, malas untuk menikah. faktanya menikah meningkatkan beban ganda pada perempuan. ketika komunikasi gagal dibangun keduanya
Fires are smoldering in Indonesia, which is in a severe and widespread drought. Some of these are tropical peatland fires, which burn slowly, release higher amounts of air pollution, and are notoriously difficult to extinguish.