GILA AJA DOSEN FT INI NGEBUNGKAM/SURUH TAKEDOWN POSTINGAN² YANG ISINYA PEMBERHENTIAN TIDAK HORMAT PELAKU² KS???? KALO NYURUH GITU KRN TAKUT CITRA UGM YG JELEK, JUSTRU SELESAIKAN KASUSNYA BIAR CITRA UGM JD LEBIH BAIKKKKKK BUKAN SURUH TAKEDOWN², ITU SM AJA MELINDUNGI PELAKU.
oh jadi gitu ya kelakuan CIRCLE COWO DTETI 24 yujiem! ngejadiin PEREMPUAN sebagai OBJEKTIFIKASI SEKSUAL, kok bisa SEENTENG itu MELECEHKAN PEREMPUAN?
Buat apa kuliah di UGM kalau kelakuannya kayak sampah, ga beretika, ga berpendidikan, ga punya MALU 😹
keren juga nih UGM bisa tiap tahun ngadain KKN hampir di semua provinsi di indonesia, buat buzzer yang bilang UGM pasti duit dari soros nihh
nih gw ksih tahu dari info yang gw dapat
Prosesnya:
1. Bikin proposal, program kerja, dll
2. Presentasi (blm tentu acc)
3. Cari dosen pembimbing
4. Cari sponsor (blm tentu dpt)
5. Ngefix-in dana dr kampus (blm tentu 100%)
6. Ngurus akomodasi
7. Survey
8. Nembusin desa, kecamatan, kota, dll
9. Kalo semua fix, br bisa berangkat.
Pas KKN bawa beban moral & nama kampus. Msh bikin laporan individu & kelompok yg kertasnya ukuran A0 itu. Kalo kertasnya rusak, dahlah bisa ga dpt nilai.
Harusnya liburan mlh ngurusin orang. Kurang baik apa?
Soal copyright:
Di dunia akademis, ada perusahaan mafia raksasa bernama Elsevier.
Grup pemilik Elsevier merampok £3.3 miliar per tahun.
Mafia Jurnal Elsevier menguasai distribusi jurnal akademis di planet.
Padahal, mereka tidak berkontribusi terhadap pengecekan kualitas jurnal.
Dosen dan peneliti yang mengecek keabsahan jurnal yang dipublikasi tidak menerima royalti apapun dari Elsevier.
Untuk mempublikasikan paper ke jurnal milik Elsevier, harus bayar.
Untuk mendownload paper dari jurnal milik Elsevier, juga harus bayar.
Elsevier sendiri hanya gabut saja. Mereka tidak melakukan apapun kecuali merampok dan memalak.
Akibat biaya random dan mencekik yang dipalak oleh Elsevier, hingga ratusan dollar per access paper, universitas-universitas di negara miskin menjerit.
Perkembangan riset di negara-negara miskin itu pun terhambat bahkan mati.
Bukan hanya negara-negara miskin, universitas di negara-negara kaya juga menjerit dan sempat mengadakan boikot.
Budaya publikasi preprint ke Arxiv salah satunya berasal dari sini. Jika paper dipublikasi gratis sebelum dipublish, kita tinggal download preprintnya saja.
Sekelompok peneliti di Kazakhstan pun membuat alternatif bernama Sci-Hub yang dengan berani membajak sebanyak-banyaknya paper dari Elsevier dan menguploadnya secara gratis
Para cofas jangan pikirin #that thread maba pls so many of us are feeling so grateful having pionir as our ospek in UGM and having all of you cofas as our pemandu di pionir :D we have lots of fun and we always admire all of your hard works