Brengsek nih anak2 ini, kelakuannya bisa jadi bahan bakar buat ngegembosin aksi mahasiswa yg sebelum²nya pasti. Pengakuan dia pasti bisa dimanipulasi, yang ngebayar katanya (silop) pasti bisa berkelit. Lalu bakal ada narasi
"bener kan mahasiswa dibayar buat ikut demo" tailah.
Ketua BEM Universitas Bung Karno, Abdi mengakui mendapatkan hingga 20 juta rupiah untuk mengalihkan demo.
Ia juga mengakui membagi-bagikan uangnya ke beberapa pihak :
1. Muhammad Rafi Bastian sebanyak 2 juta rupiah.
2. Mubarak Tuasamu sebanyak 2,5 juta rupiah.
3. Pujiono sebanyak 2 juta rupiah.
4. Rafly Malona Akbar sebanyak 2,5 juta rupiah.
5. Safrudin sebanyak 2,5 juta rupiah.
6. Amiruddin sebanyak 2,5 juta rupiah.
via updatenusantaracom
cc @BudiBukanIntel
Cityzennya suka mengagung²kan diri sebagai masyarakat paling ramah dan humanis, padahal mah rasis-rasis juga, bahkan kadang di beberapa kesempatan rasisnya juga suka diluar nalar parahnya.
Lah, saya malah mau menertibkan anda. Sebagai pemimpin anda tidak tertib. Urusan bisnis anda cepat menyembah asing. Giliran warga anda disiram air keras. Anda malah diam. Tak ada kecaman, apalg mnemukn pelaku. Yang anda maksud dg ditertibkan itu apa?
@NOTASLIMBOY Gw mencoba memahami mungkin orang2 begitu emang diundang buat diketawain intelektulitasnya, tapi sebelnya substansi yang dijelasin sama panelis lain jadi gak dapet karena disamber, diselak mulu sama para petasan banting itu.
@Gerindra mendesak pemerintah untuk segera menetapkan kejadian gempa Lombok ini menjadi bencana nasional. Dengan tujuan agar penanganan pasca bencana terhadap daerah yang terdampak dapat dilakukan dengan intensif. https://t.co/buyyhbJSyJ
Sahabat semua. Saat ini adalah waktu bergandengan tangan, berkolaborasi, berta'wun satu dengan yg lain berhenti menebar narasi tak elok seolah paling berjasa. Semua bantuan masyarakat sipil yg ingin berkontribusi sebagian besar difasilitasi oleh pemerintah melalui pesawat2 dan Heli TNI. Bila tidak, sulit menjangkau daerah2 tertentu. Saat kolaborasi. Saatnya berta'wun.
@haikarrll85@sakamichi_inv46 Maap mas/mbak yg ini perlu dicek lagi gak sih(silakan dicek lagi), nonton d'academy (misalnya) itu pas bagian nyanyinya bagus banget kameranya cinematic, lightiningnya juga top, yg bikin males dari acara dangdut indosiar itu gimic² sama drama waktu momen komentatornya aja.
lo ga bakal nikah kalo dengerin standar anak twitter yang pada pinter2 dongo ini
di sini pernikahan itu kayak transaksi, apa yang lo beri, itu yang gw beri, ga ada kasih sayang, ga ada hak & kewajiban
mertua itu saingan
ipar itu musuh
ada fiqih nikah tapi ngikut ke nafsu. bloon
@nblbhrh@gilabola_ina Gak usah jauh² ngebedahnya mas, itu emang teknik marketingnya dia, nimbrung di hal yg lagi rame dan harmless, terus beropini kontroversial dan buum, dapat atensi. Dari kemaren² gitu terus cara maennya gw liat.
Lu kebayang gak 5 tahun, eh gak usah 5 tahun deh tahun depan perkembangan Ai ini bakal kayak gimana kalo gak ada regulasi dan hukum yg kuat untuk menekan Ai ini.
Gak kebayang gw, jadi ngeri ngebayanginnya.