@bahntetsu@tagarabak Tapi orang Batak suka ngatain kadrun peminum kencing onta ke muslim terutama dari Jawa dan Sunda
ama Melayu Minangkabau Aceh malah ga terlalu berani mereka 🤣🤣
@hyangthanos@soewin_chai Hasrat ingin memperkaos melecehkan para voters 02 bagi anak Abah dan banteng
Kurang lebih sama kek pemuda pancasial dulu yang memperkaos gerwani underbouw pekaih 🤣🤣
@wiyokooo Dosa Soekarno yang jadi mandor Romusha ampe banyak rakyat tewas...
Dosa Hatta juga yang ikut andil menyetujui Perjanjian Renville akibatnya DI TII berontak dan jatuh korban.. 🤣🤣
@SangraKarisma@tamerlane9470@ekstasis_crane Denial apanya..?
Bukannya mereka yang selalunya playing victim..?
Dibilang kebanyakan denominasi kebanyakan gereja malah ga terima...
Toh kalo NU Muhammadiyah bikin masjid berdampingan di wilayah nonis mereka juga yang mencak" kan 🥱🥱
Profesor Herawati Sudoyo, Pahlawan Bom Bali yang "dikalahkan" oleh tembok birokrasi negara sendiri. Lo bayangin, kepolisian dunia aja hormat sama beliau karena sukses bongkar identitas pelaku Bom Bali cuma dari serpihan DNA. Tapi pas di negaranya sendiri, nasib beliau dan timnya malah berakhir ngenes gara-gara urusan administratif.
Namanya Prof. Herawati Sudoyo, salah satu otak paling cerdas di Lembaga Eijkman. Pas kejadian Bom Bali 2002, beliau dan timnya kerja gila-gilaan buat identifikasi pelaku lewat sisa-sisa DNA di lokasi ledakan. Berkat beliau, kasus-kasus terorisme besar bisa terungkap secara ilmiah.
Di tangan beliau, Lembaga Eijkman jadi markas riset genetika paling bergengsi di dunia. Bukan kaleng-kaleng, ilmuwan luar negeri aja segan sama riset mereka. Tapi ya gitu, musuh terberat orang pinter di sini bukan virus, tapi birokrasi.
Plot twist paling pahitnya terjadi awal 2022. Lembaga bersejarah ini dibubarin dan dilebur secara paksa ke instansi riset baru. Alhasil? Ratusan ilmuwan dan peneliti elit dipecat massal dalam semalam cuma karena mereka bukan PNS.
Bayangin, orang-orang yang udah ngabdi puluhan tahun demi kemajuan sains Indonesia, disuruh angkat kaki cuma karena masalah dokumen status pegawai. Dr. Herawati dan timnya harus ninggalin laboratorium tempat mereka nyetak sejarah internasional.
Ini jadi bukti nyata kalau di sini, "surat sakti" birokrasi kadang lebih berkuasa daripada otak jenius yang diakuin dunia. Padahal kita butuh lebih banyak orang kayak mereka, bukan malah bikin mereka "patah hati" sama negaranya sendiri.
Respek buat Prof. Herawati dan para ilmuwan Eijkman. Mereka udah kasih yang terbaik buat Indonesia, meskipun akhirnya harus "menelan luka" gara-gara sistem yang kaku. Pahlawan sains yang sebenernya.🫡✨
@Pamankarta@RidwanRWG Dilihat dari ketikan bahasamu aja keliatan kalo ente anggota clan suku mayoritas pekok..
Pantesan aja dulu PRRI PERMESTA mau nyerang dan belah Pulau Jawa jadi dua bagian 🤣🤣
@sunsetJhesus Intinya pemilu 2014 s/d 2024 berputar di 3 entitas :
2014 : Jokowi & Anies vs Prabowo
2019 : Prabowo & Anies vs Jokowi
2024 : Jokowi & Prabowo vs Anies
😂😂
@BarengSverre Karena:
-Indonesia mayoritas muslim dukung Palestina
-Indonesia dukung TNI di Papua
-Papua beralih dukung Israel karena dalam pikiran mereka kalo dukung Palestina sama saja mendukung Indonesia dan TNI di Papua 🤷🤷