Sampe foto wa pun gw jadi takut pake foto pribadi ataupun keluarga, karna takut disalahgunakan orang.. gw yg terlalu parnoan atau emang jaman sekarang perlu waspada tingkat dewa siiih????
Ngapusin foto anak dan suami di medsos bukan karna ngga sayang, tapi gw uda di tahap "kok jadi takut ya foto anak gw/ keluarga gw buat diambil dan dipakai untuk sesuatu yg merugikan orang lain" dan "kok jadi takut foto anak gw bisa ketauan dewasanya kek gmn"
uninstall i* dan t*kt*k karna ngerasa kaya tambah dodoooll gw ngeliatin kehidupan halu2 para arteeeyyysss, keknya pengen bikin siriik tapi lama kelamaan gw perhatiin, keknya mereka krisis sesuatu yg "ingin diketahui", #kurindumasadulu saat2 sesuatu ngga perlu dipamerin 🥲
Ngga ada manusia yg sempurna, karna kesempurnaan hanya milik andra and the..... Jadi yuuuk kita peluk pasangan kita dan bilang : maaf, terima kasih daaaaaan aku sayang kamuu.. selamat mencoba 😘😘
Jodoh kita adalah cermin diri kita sendiri, jadi coba deh: 1. bercermin, apa yg kita rasa perlu diperbaiki, kita omongin ke pasangan karna "terbuka itu penting" 2. menghargai diri sendiri betapa cantiknya kita di cermin, supaya kita bisa "menghargai pasangan" di dunia nyata
Lalu adrenalin akan kembali meningkat karna kita merasa jatuh cinta kembali terhadap "orang yg paling mengerti aku, orang yg paling tau aku luar dan dalam"
Kalau kita menghargai pasangan kita, pasti kita nyaman untuk mengutarakan perasaan kita, dan pasangan kita akan tersadar dan memaafkan, karna BAGAIMANAPUN PASANGAN KITA BUKAN TUHAN YG TAHU SEGALANYA, jadi apa2 ya harus ngomong, NO KODE2AN 😂
karna percayalah, permasalahan utama perceraian bukan karna uang, tetapi terlalu merasa "aku sudah memberikan ina ini itu, tetapi pasanganku malah .. ... ..." a.k.a "tidak menghargai yg sudah dilakukan pasangannya"
Ini yang aku lakukan dengan pasanganku, kami duduk di bangku berdua pada saat anak sudah tidur, lalu membiarkan pasangan saling mengutarakan perasaan, meminta maaf dan mencari solusi..
Ngga perlu buang2 uang buat dinner ataupun liburan berduaan, kalau pada akhirnya setelah melakukan itu semua, komunikasi dua arahnya ngga tercapai, adrenalinnya juga ngga dapet, malah jadi lebih apes deh uangnga berkurang dan permasalahan terjadi lagi
Nah gimana sih caranya supaya adrenalin kita kembali seperti saat pacaran? Dengan komunikasi "dua arah" terhadap pasangan (dua arah maksudnya komunikasi yg kita utarakan bisa dipahami satu sama lain dan sama2 mau mengubah sesuatu)
Saat sudah menikah, adrenalin terhadap pasangan pasti berubah, membuat kadang merasa sepi, tidak dihargai, enek, bosen, sehingga menimbulkan rasa ingin mencoba "sesuatu" yg pada akhirnya menimbulkan kehancuran, dan disesali dikemudian hari