Pilpres diduga tlh terjadi kecurangan. MK bersidang untuk memutus aduan pihak-pihak terkait. Rakyat jadi gaduh. Sumber dan pokok masalah adalah keinginan mewapreskan anak sulung Jokowi, Gibran, yg diawal krn faktor usia, tidak memenuhi kriteria sbg Cawapres.
Jd jelas dalangnya
Seorang ibu warga negara Swedia menunggu kereta pulang selepas kerja. Dia sudah membeli Burger untuk Makan Malamnya. Ini adalah fotonya setelah diminta berpose untuk difoto. Nama ibu ini adalah Elva Johansson... pekerjaannya adalah Menteri Tenaga Kerja di Swedia.
*PENJAJAHAN GAYA BARU*
Eksodus China warganya ke bbrp Propinsi di Indonesia
FASILITAS :
Pelabuhan besar sudah siap*
Bandara Kertajati, tiba2 dihidupkan dll*
NITIZEN : *Mumpung bowo masih dichina.*
*MK mending langsung diskualifikasi 02.*
*Jadi yg meeting di china langsung bubar
Diajak deskusi pake data malah joget2
Kau pikir joget2 bikin anak2mu jd mudah cari kerja??
Diajak koreksi pemilu sdh sesuai blm dg Pasal 22E Ayat (1),
Malah kamu nyentak "smua pserta pemilu curang"
Rupanya kamu generasi "KEBENARAN yg BARU"
Bkn KEBENARAN berdasar data & aturan
Rakyat hanya ingin punya Pemimpin yang hebat, pemilu/pilpres yg jujur, tdk ingin terjadi lg KKN, tapi susah amat. Padahal akunya Indonesia Itu Bangsa yg besar, tp ngitung jumlah suara pemilu/pilpres saja susah amat..
Di Jaman Kumpeni, tidak Semua Rakyat Negara Ini Berjuang Melawan Penjajah Belanda, Tapi Akhirnya Tetap Ikut Menikmati Kemerdekaan. Dan Hari Ini Tidak Semua Rakyat Indonesia Turun Ke Jalan Utk Tumbangkan Jokowi, Tapi Kalau Jokowi Tumbang Maka Akan Ikut Menikmati Hasil Perubahan.
@KangSemproel Kadang kadang drama 1 babak harus jadi telenovela berjilid 7 season.
Ngukur nyali rektor UGM cuma cukup jadi saksi dipengadilan sambil bawa leger ijazah buat validasi keaslian ijazah.
@KangSemproel Iye bener, buat aja pernyataan sikap seluruh anggota kagama, masing masing angkatan tua buat absen, nyatakan kalo mereka benar2 pernah sekelas, sekampus atau tidak. Lalu paksa rektorat mengeluarkan data sebenarnya, sambil lirik pak pratikno, yakin selangkah trus tumbang.
Di Jepang, Iran, Korea Selatan, dan China ada yang sampai bunuh diri gara-gara malu ketahuan curang dan diteriakin warga.
Tapi anehnya ada juga negeri yang bangga dan bermuka tebal saat diperlihatkan kecurangannya.
Entah terbuat dari kulit apa muka-muka mereka?
STOP TONTON AKUN2 SOSMED PENJILAT 02
Mulai dr Raffi ahmad cs. Atta cs. Ria Ricis cs deddy kok buzzer cs dl
Mulailah banyakin nonton akun2 pengusung 01 dan 02
Jika kalian tetap nonton akun2 pendukung 02. Sm saja kalian ngasih makan tiap hri k mereka dan mereka gak butuh bansos
Diberhentikan dari TNI oleh DKP (di antaranya, ada Wiranto, SBY, Agum Gumelar). BUKAN pensiun.
“Dapat kenaikan pangkat istimewa jendral bintang 4.”
Para jendral purnawirawan yang sebenarnya, adakah yang tidak merasa sedih, bahkan malu, pada marwah Sapta Marga TNI? #Nalar!
Pada akhirnya saya bisa mengerti dan merasakan kekecewaan banyak tokoh seperti pak @msaid_didu, dkk.
Kekecewaan serupa juga mungkin dirasakan oleh banyak pejuang pembela rakyat lainnya yg selama ini sepenuh hati, ikhlas, tanpa pamrih, tanpa keuntungan politik apapun, kecuali tulus membela kepentingan rakyat kecil semata.
Di media sosial, nama-nama seperti @DrEvaChaniago, @CutSarina5, @MariaAlcaff, @BabehAldoAje, @ekowboy2, @NenkMonica, @BosPurwa, @vanc1Bozz, dan sejumlah nama lainnya begitu gigih dan tulus disetiap menit-menit waktunya membela kepentingan rakyat kecil yg mereka tidak kenal. Padahal di dunia nyata kehidupan mereka secara materi tidak kekurangan, bahkan mungkin lebih dari cukup jika hanya untuk kenyamanan hidup diri pribadi dan keluarganya.
Mereka bukan bagian dari yg kesulitan makan ketika harga beras naik, bbm naik, listrik naik dan harga kebutuhan pokok naik, tapi mereka tetap rela sisihkan waktu di media sosial untuk menyuarakan kepentingan rakyat.
Bahkan mungkin lebih sering mereka sisihkan materi dari kantong sendiri ketika dalam dunia nyata harus turun kejalan menolak kenaikan harga kebutuhan pokok, demi membela kepentingan jutaan rakyat kecil yg menjadi sulit hidupnya dng kenaikan harga-harga tsb.
Setau saya, mereka semua bukan bagian dari pengurus partai politik yg memiliki harapan memiliki kedudukan politik jika rezim dzalim ini runtuh atau keuntungan politik karena partai politiknya mendapatkan kekuasaan.
Maka ketika segala upaya, lelah dan letih mereka berjuang namun rakyat hanya diam, menjual haknya demi sekantong sembako dan amplop berisi sedikit lembaran uang, betapa kekecewaan itu menjadi terasa sangat menyakitkan!.
Hormat saya untuk mereka semua!!.