Realita hidup di INDONESIA :
1. Mobil nabrak/nyenggol motor, langsung pada main hakim sendiri buat hancurin mobil.
2. Motor nabrak mobil, PADA BELAIN PEMOTOR BARENG² DAN ALASAN "KAMI CUMA ORANG MISKIN".
Pada akhirnya apa? Pengemudi mobil yang disuruh harus pasrah dan ikhlas. 🫠
Kalo aparat kerjanya bener, ya curanmor bakal menurun
Bukannya memperbanyak pengamanan atau mempertegas hukuman, eh malah sukanya ngajak dan ngehimbau warga buat campaign jaga keamanan. Pos-posmu iku lho cok, wes dibangun apik-apik malah sering kosong
Semoga cepet bangkrut, gak laku dan cepat bubble 🤲
Flipper rumah kayak gini salah satu faktor yg bikin kita-kita maksin sukit jangkau harga rumah yg makin gk masuk akal.
Menikmati kehidupan yang indah tanpa mebege 🫶 ku belain jalan sampai Gajayana demi beli ayam sekilo 24500!! Tempatnya sebelum sardo, itu ada no hp kalo mau chat beliau.
Jadi ada seorg ibu yg bekerja sampai tengah malam dengan berjualan es teh di Manggarai, si ibu bawa anaknya yg berumur 3th.
Anaknya main ke area tertutup lalu masuk ke lubang galian proyek pembangunan multifungsi. Si anak meninggal.
Gue ga mau menyalahkan si ibu.
Krn menurut gue ini salah pemerintah. Negara ini gagal mensejahterakan rakyat. Bayangin jam 12malem masih jualan Krn mereka butuh duit tapi ga bisa ninggalin anaknya. Sedih.
RIP Gajah Indro
Kapten di TN Tesso Nillo
sedang masa birahi panjang dan kondisinya turun, tim TN Nasional sudah berjuang
salah satu penyebab birahi tak tersalurkan ada putusnya jalur gajah liar karena hutannya habis jadi gajah liar juga tidak bisa masuk kawasan TN
gajah-gajah di TN Tesso Nilo butuh gajah liar untuk reproduksi dan 2 tahun ini sudah ga ada gajah liar masuk area TN karena hutannya keputus itu
sedih sekali
Prabowo said, "Hanya di Indonesia, Tentara di Sawah, dan Polisi urus pertanian."
Then tiba2.. ada berita:
TNI mencuri 16 ekor sapi milik janda bernama Boru Naga di Desa Sei Siarti, Kab. Labuhan Batu.
Tebak, kira2 Tentara di negara apa nih yang maling sapi?
#IndonesiaGelap
Semakin ke sini, saya makin yakin KDM memang lebih pantas disebut gubernur konten daripada gubernur yang benar-benar fokus membangun organisasi birokrasi.
Ia menyindir ASN karena katanya yang dipikirkan cuma tukin, bukan cita-cita bangsa.
Padahal argumennya punya banyak sekali celah .
Pertama, argumen KDM cenderung membangun false dichotomy, seolah ASN harus memilih antara memikirkan tukin atau memikirkan bangsa. Padahal keduanya bisa berjalan bersamaan. Seorang ASN dapat memiliki idealisme sekaligus memperjuangkan kompensasi yang adil. Menginginkan kesejahteraan bukan berarti kehilangan nasionalisme.
Kedua, KDM tampak mencampuradukkan peran (role confusion). Dalam organisasi, pembentukan visi besar, arah pembangunan, dan tujuan negara adalah tanggung jawab pemimpin politik dan pejabat struktural. ASN pada dasarnya adalah pelaksana kebijakan (bureaucracy as executor), bukan aktor politik yang merumuskan cita-cita bangsa setiap hari. Wajar jika percakapan sehari-hari pegawai lebih banyak berkaitan dengan target kerja, SOP, beban administrasi, atau kesejahteraan seperti tukin.
Ketiga, argumen KDM mengabaikan insentif ekonomi. Dalam teori ekonomi kelembagaan, perilaku organisasi sangat dipengaruhi oleh sistem insentif. Jika pemerintah sendiri menjadikan tukin sebagai instrumen utama untuk mendorong kinerja, maka tidak mengherankan apabila ASN memperhatikan tukin. Sulit menyalahkan individu karena merespons insentif yang dirancang oleh organisasi.
Jika birokrasi kehilangan idealisme, pertanyaan yang lebih mendasar adalah: siapa yang mendesain sistem birokrasi, indikator kinerja, mekanisme promosi, dan budaya organisasi? Itu merupakan tanggung jawabnya sebagai pimpinan pemerintahan. Mengkritik ASN tanpa mengevaluasi desain sistem berisiko hanya menyalahkan gejala, bukan akar masalah sesungguhnya.
Sore ini berkesempatan ziarah ke makam Lambang Babar Purnomo (Arkeolog yg membongkar kasus pemalsuan & pencurian arca di Museum Radya Pustaka Surakarta) dan Akseyna Ahad Dori (Mahasiswa berprestasi jurusan Biologi Universitas Indonesia yg ditemukan meninggal di Danau Kenanga UI).
ALERTA
Represi dan Kriminalisasi terhadap teman-teman massa aksi meluas di beberapa kota.
- Aparat di Surabaya menahan sekitar 20 orang setelah massa menyampaikan aspirasi di Grahadi.
- Aparat menahan 29 orang di Bandung pada aksi sebelumnya.
- Polda Metro Jaya menangkap satu kader PMII Bekasi di rumahnya lalu menetapkannya sebagai tersangka di Cikarang.
Kami menuntut pembebasan seluruh kawan kami!!
Koalisi Masyarakat Sipil menolak revisi Undang-Undang Hak Asasi Manusia (UU HAM) yang tengah disusun pemerintah karena dinilai dilakukan tanpa partisipasi publik yang bermakna serta memuat sejumlah persoalan prosedural dan substansi.