Ini bukan scene film apocalypse. Bukan juga scene film perang nuklir. Ini kota PALANGKARAYA, KALIMANTAN TENGAH!
Dua bulan masyarakat yang membayar pajak hidup dengan udara ini. Disaat koruptor yang mengambil pajak rakyat justru hidup di lapas mewah. Orang orang bermasalah justru dapat jabatan di Istana!
Jangan berhenti bicara Kalimantan! Kalimantan masih dibakar!
🔥🔥Breaking News…Alert…🔥🔥
Bantu kami kak…😭
“ tolong Bantu speak Up…
Kebakaran Hutan dan Lahan
📅 Sabtu, 03 Oktober 2026
📍Tembikar Kanan Kelurahan Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin wilayah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.Indonesia
pelajaran yang bisa di petik selama rezim prabowo:
- judol katanya susah dibasmi
- tapi blokir rekening pendemo pati bisa secepat itu
- bangunan sekolah katanya susah direnov
- tapi kopdes bisa berdiri sampe pelosok
- gaji nakes/guru/dosen katanya susah dinaikin
- tapi gaji karyawan sppg mbg malah di atas mereka
- kriminal katanya susah diberantas
- tapi aparat pas demo bisa dikerahin sebanyak itu
- semua itu sebenarnya bisa dilakuin cepet
- cuma emang mereka aja yang gak mau
- kebobrokan dinilai sengaja dipelihara
- tujuannya buat raup suara pas pemilu
Negara mengambil 100 dari kantong rakyat, mengembalikan 10, lalu menuntut rakyat berterimakasih.
Padahal yang 90 dipakai bancakan kroni2 penguasa.
Sadarilah.
Saat berangkat kerja, mentari belum menyapa, kala pulang kerja, mentari sudah hilang ditelan senja.
Bekerja utk bertahan hidup, ga ada waktu utk menikmati jerih payah, ternyata sudah diwakilkan
Bukan. Anda diserang bukan karena itu. Anda dikritik karena:
1. Tata kelolanya ngawur, rawan korupsi.
2. SPPG dimiliki oleh para pihak yg rawan konflik kepentingan seperti aparat, parpol dll.
3. Anda ga fokus ke yg benar2 membutuhkan. Minimal lakukan kajian akademis dulu sebelum eksekusi.
4. Anda memilih kepala BGN yg tdk kompeten, bahkan tidak punya latar belakang ahli gizi. Udah gitu korup pulak.
5. Makanannya ga berkualitas, bahkan banyak yg keracunan.
6. Masih banyak alasan lain, tapi yang jelas bukan karena anda mau ngasih makan anak indonesia. Jadi gausah dipelintir.
CALON PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO MEMINTA NASIHAT KE GURU BESAR UNHAN PROF. SALIM SAID
***
"Yang saya cemaskan. Elite politik kita tidak mengerti soal fungsi dan peranan tentara."
"Saya berbicara keras, menyatakan penolakan saya pada memorandum-memorandum yang menyebabkan tentara bertani"
"TENTARA ITU BUKAN PENGANGGURAN!"
"Tentara itu harus selalu berlatih dan tidak mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang sebenarnya bisa dikerjakan orang lain."
"Banyak penganggur di Indonesia, banyak orang yang nggak ada kerjaan. Kenapa bukan itu yang dilatih, dipersiapkan, mengurus, membantu Kementerian Pertanian untuk melipat gandakan bahan makanan yang kita perlukan."
"Tentara itu kalau dia tidak berlatih, itu deterrent efeknya itu rendah sekali."
"MUSUH-MUSUH KITA AKAN MENGATAKAN, 'SERANG AJA INDONESIA, TENTARANYA CUMA BISA BERTANI.'"
Laporan dari Korea di program KLAB, KBS tentang MBG:
Sejak tahun lalu, siswa, balita, ibu hamil -- sebanyak 83 juta orang menerima 1 kali makan siang gratis.
Keliatannya bagus.
Tapi kata Prof. Youngkyung Ko dari Yonsei University:
"Proyek sebesar ini, tapi dijalankan dengan tergesa-gesa. Padahal anggarannya LUAR BIASA, 320 triliun rupiah. Hampir 18% dari total anggaran negara."
"Tapi program ini dijalankan secara nasional, tanpa persiapan yang matang, pengadaan, SOP, dan rantai pasok yang matang. SEMUA BELUM SIAP. SEMUA BERANTAKAN."
Belum lagi, ternyata operasional program ini berbeda dengan yang biasa kita kenal (di Korea, makan siang dimasak di dapur sekolah).
Bukannya dimasak di sekolah, tapi dipesan dari pihak ketiga. Lalu diantar ke masing-masing sekolah.
Indonesia panas, belum lagi dimasak pagi-pagi, membuat kondisi makanan jadi kurang baik. KERACUNAN DI MANA-MANA.
Koresponden KBS di Indonesia:
"Kalau saya tanya warga sekitar, harusnya MBG bukan prioritas, lebih utama kesejahteraan rakyat dan stabilitas harga dibanding menghamburkan uang untuk program ini."
Pemerintah akhirnya menghentikan sementara program ini selama liburan sekolah. Tapi kontroversi terus berlanjut.
Prof. Youngkyung Ko:
"Pemerintah langsung menggelontorkan dana besar-besaran untuk BGN, sampai terus menerus ada dugaan korupsi. Sampai akhirnya petinggi BGN ditangkap Kejaksaan karena korupsi."
"Belum lagi keterlibatan militer di program ini."
"Sejak Prabowo jadi Presiden, tentara boleh menduduki dan menjalankan jabatan sipil."
"Hasilnya, semua koneksi militer berbondong-bondong masuk ke bisnis program MBG ini."
Mahasiswa dan masyarakat pun turun ke jalan khawatir pemerintahan sipil sejak reformasi, akankah kembali ke rezim militer?
Gak ada yang lebih ironis dari kisah Prof. Bambang Hero Saharjo. Ilmuwan yang berjuang nyelametin hutan Indonesia dari kebakaran, malah digugat Rp510 Miliar di negeri sendiri oleh korporat sawit.
Tahun 2018, dosen IPB ini dituntut dengan angka fantastis itu cuma karena beliau jadi saksi ahli KLHK buat ngebongkar kasus pembakaran hutan di Riau. Analisis ilmiahnya yang akurat malah dibalas teror hukum yang nyaris ngehancurin kariernya.
Tapi plot twist-nya bikin nampar muka hukum kita: Di saat dalam negeri beliau ditekan habis-habisan, tahun 2019 lembaga internasional di London, Inggris, justru menganugerahi beliau John Maddox Prize—salah satu penghargaan tertinggi buat ilmuwan paling berani di dunia.
Bukti nyata kalau di negeri ini, jujur dan pakai ilmu buat bela alam itu taruhannya bisa miskin tujuh turunan digugat mafia.
Wawancara terhadap seorang investor: ia jelaskan alasan investor luar enggan berinvestasi ke Indonesia. Dia bercerita pengalamannya 5 tahun lalu saat di Indonesia. 😯
Fatimah: "Bisa mencontoh Pak Habibie"
BJ Habibie: "Orang antri, makanan susah, phk banyak, itukan lebih penting dari pesawat terbang. Saya dahulukan ini dulu jadi saya ngalah untuk menang.
Jadi yang menang siapa? Rakyat"
5,4 triliun = 5 hari MBG
20 triliun = 17 hari MBG
***
Saya baru saja tadi meresmikan 1151 kilometer jalan.
Jalan desa, jalan daerah.
1.000 kilometer jalan ini memakan anggaran 5,4 triliun (5 hari MBG).
5,4 triliun bisa membangun 1.000 kilometer.
Bayangkan kalau 20 triliun (17 hari MBG)
Berapa ribu jalan yang bisa kita bangun
Berapa ribu jembatan bisa kita bangun untuk rakyat kita
Berapa puluh ribu sekolah yang bisa kita perbaiki.
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
Love after 25 itu beda.
Kamu sudah nggak lagi cari “spark” atau rasa yang meledak-ledak di awal.
Yang kamu cari sekarang lebih ke stability, kindness, dan shared goals.
Kamu sudah melewati fase yang penuh permainan, drama, dan butterfly yang cepat datang lalu hilang.
Sekarang yang kamu butuhkan lebih sederhana tapi lebih dalam:
peace, emotional safety, dan seseorang yang arah masa depannya sejalan dengan kamu.
@linnotlim Iya lidah indonesia ini termasuk fleksibel. Gampang digunakan untuk berbicara berbagai bahasa , mau itu asia timur, tenggara, eropa, amerika, arab, dsb.