Accommodation and Hospitality, Marketing Specialist and a Foodie with 3 Australian Degrees and solid Australian + Indonesian real-life work experiences
@sassylxfe @alhamdullilahu @discountfess Kalo dr google workspace, itu semua online based dan bisa di download ke format ms office pada umumnya. Klo iWork, bs di export jd file dengan format ms office pada umumnya
@discountfess Nder/pembaca lain, kalo msl mau beli ipad 9 64gb yang BSB (bekas seperti baru), include case, ipad pencil, sama screenguard matte/paperlike (belum terpasang) bs dm saya ya. 6,5 juta nego tipis untuk semuanya. Warna space grey, kelengkapan dus dll lengkap, barang inter ya 🫶
@sassylxfe @alhamdullilahu @discountfess Ijin jawab ka. Bisa pake yg namanya iWork for ios, mac os, icloud. Terdiri dari Pages, Numbers, Keynote. Fungsinya sama kaya word excel ppt. Atau bisa pake google workspace, udh ada dengan akun gmail kita. Semuanya gratis daripada bayar 9xx rebu demi microsoft office
Akhirnya rilis juga smartphone lipat terbaik masa kini buat increase my daily productivity to the next level! Buat ngurusin komunikasi kantor, content creating, semua gas! Yg mau ikutan PO juga silakan:
https://t.co/JEkBXmFl0L
#OPPOFindN2Flip#FlippingBetterWithOPPO
@vivyluv07 My sweet car maintenance is due soon so i need quick money and plus dont forget my signature style of over-applying make up products. Cash cash cash i hope you understand
Mantab. Ini baru bener. Secara manner dan etika, ya gini harusnya kalo mau “membantu”, bukan ngemis, atau nodong. Ga qualified, ujug2 nodong minta xx jeti buat promoin usahanya orang, like cmon dude who do you think you are.. modal akun centang biru dan jumlah follower doang
-“dagingnya ngedaging banget”, etc. please. Tau diri. You are not qualified to do this job and will never be. Minta didewakan? Go cry to your mama n papa 😌 lu ga kasih value ke masyarakat, masyarakat gaakan peduli lu siapa. Lagian, se bokek itu ya sampe gbs bayar makanan?
Dari komen2 saya di beberapa thread, retweetan sebelum tweet ini, ternyata udah ga malu2 ya sekarang para “influencer” minta2 ke tempat yang akan dia review, sambil jual mimpi omzet naik modal tunjukin follower. Ngomong pake data deh. Total follower berapa, yg aktif berapa -
-ceritanya pernah masuk di kolom koran ternama di Surabaya, bangga banget titelnya “food influencer”, pas di cek ndilalah makanannya mutu awur2an, keliatan banget paid promotenya. Gapunya integritas. So, kalo cuman bisa ngomong hal ga penting kaya “kejunya lumer bgt gaizz”, -
@nwrhdytlh@bintangemon Hehe cek lebih jauh ka, gali lebih dalam, nanti kalo udah nemu, baru dah diliat hasil kontennya. Layakkah orang ini berprofesi demikian, kualitas reviewnya bagaimana, dll. Saya prnh tau 1 rekan dia yg domisili luar kota, kontennya ya gitu gimmick doang gaada “isi”nya
@sozhinopereira@bintangemon Betul setuju bang. Kirain saya doang yg mikir gini hahaha tanpa sertifikasi, tau dari mana orang ini qualified? Cuma dengan jual mimpi? Dia bukan food vlogger/food anything, ini mah entertainer. Cek circlenya deh, mana yang betul2 qualified untuk berprofesi di bidang ini
@Alssndro_W@pipis Hey ada yang se pemikiran sama gw hahahaha mungkin krn audiens nya suka pembawaan yang demikian, mungkin audiens nya klo dijelaskan bhs yang teknikal malah ga minat nonton, mungkin ada faktor lainnya. Mbok ya liat food vlogger mancanegara, makan menikmati tanpa cringy nontonnya
@pipis@tjandrajoedha Izin nimbrung, saya sendiri jg memperlakukan prinsip ini. Justru jangan diistimewakan jadi saya bisa objective review nya. Dan soal sertifikasi, tanpa ini, Darimana kita tau orang ini qualified atau ngga di bidangnya? Dari jual mimpi dengan follower banyak?
@bloomnari Hmm saya ga sempet speedtest sih ka. Tapi selama saya pake main aneka game esport, streaming utube, semua lancar tanpa ada delay. Kalo kelas warnet gini gamungkin internetnya yg kelas biasa2, jadi speed sama latencynya pasti yg sesuai untuk kebutuhan komersial