β
Kota kecil di ujung dunia yang dijumpai tidak sengaja lewat ekspedisi minim ekspektasi. Selalu berawan; terik kadang-kadang. Tidak punya petunjuk jalan, tapi walikotanya akan berbaik hati beri petunjuk, jika bertanya. Tersesat, pun, tidak menyesal.
β
β
sampai lupa menjeda lagu terlebih dahulu.
β β β Belum sempurna mulut terbuka, pengeras suara telah berteriak mendahului. Merdu vokal Lim Youngwoong mengalun, tapi serupa bom nuklir berhubung mereka tengah berada dalam kondisi sunyi senyap. Kontan, jadi pusat perhatian.
β
β
π΅πΆπ΅ π΅πΆπ΅ sebagai pertanda baterai tersedia.
β β β Hwan menyetujui solusi apa saja yang ditawarkan Jungeun, deh, termasuk opsi diskoneksi sementara. Toh, dia cuma paham kamera, bukan gawai dan penyuara telinga. Akan tetapi, cukup mafhum untuk beri wanti-wanti, jangan
β
β
untuk berpikir selain teknik fotografi dan kasus perdata.
β β β Begini, begini ... kau punya jalan tikus atau apa saja sebutannya untuk masuk ke gedung asrama tanpa perlu lewat pintu utama dan berurusan dengan penjaga keamanan? Tolong jangan bilang sebaiknya bermalam
β
β
Sesungguhnya itu pertanyaan paling bodoh dan cowok itu baru sadar setelah sepuluh sekon berlalu. Sayangnya, percakapan verbal tidak bisa ditarik sebagaimana pesan WhatsApp. Jadi, untuk mengalihkan rasa canggung dan menyesal lantaran salah bicara, dia buang muka ke arah
β