di Powershell, ketik ini
gemini : pip install google.generativeai
chatgpt: pip install openai
claude : pip install anthropic
buka website mereka, create API Key nya
Di Bandung, beberapa tempat makan viral terlihat sengaja untuk membuat sistem jualan dengan pola antriannya dibuat supaya lama dan mengular ya.
Padahal banyak cara supaya ini bisa lebih efektif dan efisien prosesnya.
makanya Fisika Universitas itu ga susah, kamu cuma ga tuntas nguasain Fisika Dasar & Matematika Teknik aja.
dan Matematika Teknik itu ga susah, kamu cuma ga tuntas nguasain Matematika Dasar aja.
dan Matematika Dasar itu ga susah, kamu cuma ga tuntas nguasain Matematika SMP/SMA aja.
kalau Tahap Persiapan Bersama (TPB)-mu berdarah-darah artinya apa? kamu punya hutang belajar yang amat banyak sejak SD/SMP/SMA.
"Wah bangga ya Menkeu kita orang Kristen."
Immanuel Ebenezer
Johnny Gerard Plate
Ferdy Sambo
Lukas Enembe
Juliari Batubara
Mereka semua beragama Kristen, Bapak/Ibu yang terkasih 🙏
Kalau bicara regulasi masih minim, sebenarnya masih banyak regulasi di Indonesia yang belum sempurna karena terburu-buru dalam proses pembetukannya dulu ketika reformasi untuk bisa mendapat bantuan IMF agar bisa bebas dari krismon.
Jadi data center tidak bisa disalahkan, smelter nikel juga hingga saat ini regulasinya belum sempurna.
Lebih baik anda kritik DPR RI agar mau kerja membuat regulasi AI, data center, dll
Saya liat kritik data center di X ini cenderung mengarah ke investor asing pemilik modal dibanding pemerintah.
Loker formal perusahaan tweaking ai model jarang lebih banyak daripada loker data center.
Dari semua layer AI, layer tweaking model ini yang paling tidak sustainable karena rentan direplace oleh frontier model itu sendiri.
Dari semua layer, data center termasuk sustain untuk revenue, bahkan marginnya juga cukup oke.
Itu alasan kenapa perusahaan di Indonesia baru berani masuk ke data center (DCII, DSSA), karena cash flow lebih stabil dibandingkan jadi perusahaan dengan model bisnis tweaking model.
Data center itu layer cake AI yang paling mudah dan memungkinkan untuk dibuat oleh orang Indonesia saat ini selain energi.
Perusahaan tweaking model sulit survive di Indonesia, karena model bisnis berlangganan SaaS butuh market dengan pendapatan tinggi, dan bisnis startup tech yang sustain agar perusahaan tweaking model ini bisa dapat recurring revenue.
https://t.co/d4hN4IpEWH
Arahkan kritik data center kalian ke pemerintah, jangan hanya ke investor asing pemilik modal!
Kritik listrik sering padam ke PLN, kritik regulasi kebisingan data center ke pemerintah terkait!
Jangan sampai CoreWeave tiba tiba buat headline news bahwa data center kena demo karena mengakibatkan listrik mati. Padahal harusnya kritik ke PLN!
https://t.co/fkdSeo1N4m
Gila semua yang kontra dengan pendapat akun ini tentang data center langsung dicap techbro🤣
Indonesia ketinggalan bangun industri semiconductor, sekarang dikasih lemparan jatah data center dari Singapura + Malaysia malah ditolak.
Kenapa banyak orang Amerika menolak data center?, karena mereka sudah PUNYA TERLALU BANYAK sampai berdekatan area perumahan.
Mereka juga punya opsi untuk bersaing dalam perkembangan AI dengan membangun industri semicon yang JAUH LEBIH MENGUNTUNGKAN daripada data center.
Indonesia hingga saat ini data centernya dibangun dalam kawasan industri, bukan dekat area perumahan seperti di US.
ASTAGFIRULLAH kita hanya mengandalkan SPPG, KDMP, kebun sawit, & tambang.
Kita membangun data center YA KARENA HANYA ITU YG INVESTOR TAWARKAN!
Kita berkali-kali mau industri semicon, hasilnya NIHIL. Data center memang banyak kerugian, tapi itu yang paling mudah untuk dibangun.
Sebelum AI ada app juga namanya Chegg, di mana dgn berlangganan, siswa bisa foto dan tanya PR ke Expert. Selama ujian online sering dipakai utk curang.
Expert ini banyak dari India, S1-S3 berebut mengerjakan PR mahasiswa AS, demi upah 15rb-1 juta rupee per bulan. Tutup skrg.
📌MASIH INGATKAH?
Pada 2018, peneliti Megathrust Banten diancam pidana karena dianggap memicu kepanikan publik.
Delapan bulan kemudian, tsunami Selat Sunda benar-benar menyapu pesisir.
Ya memang Rocky Gerung lagi-lagi benar. Orang dungu gak ngerti konsep penegakan hukum yang paling penting itu bukan besaran sanksi.
Tapi sanksi yang diharapkan (expected sanction). Rumus menghitungnya itu kemungkinan/probabilitas ditangkap dikali besaran sanksi.
Artinya kalau kemungkinan ditangkap karena korup itu mendekati 0 tapi sanksi gede gak ada gunanya itu hukum.
Masih aja geng Pati dongok pro RUU Perampasan Aset ini ngerasa bermanfaat buat negara padahal merusak.