if you keep choosing to be stupid at home, bisa aja anakmu malah jadi nggak respect atau nggak punya rasa keterikatan emosional sama bapaknya sendiri karena dia ngeliat yang ngerjain semuanya ya ibunya. atau ya, melanggengkan si patriarki itu tadi :/
Lah emang iya. Perasaan sering feminisยฒ sini kritik jenis cewek kayak ginian.
"Jadi soft & pancarkan feminine energy supaya menarik lakiยฒ"
"Cewe sekali kali puraยฒ ga bisa buka toples biar lakiยฒ dielus egonya"
Jenis cewe ginian juga sering kena bahas kok.
Lah emang sama aja, bedanya perempuan dikondisikan jadi seperti itu di bawah patriarki. Makanya patriarki itu sistem bego, di satu sisi perempuan dibentuk buat dependant, tapi di sisi lain dituntut untuk multiskilled, tapi tetap nggak boleh hebat-hebat banget demi men's ego.
Perempuan sudah sangat banyak yang meningkatkan profesionalismenya di dunia kerja dan menjadi lebih sukses berkarier dibanding laki-laki.
Tapi, berapa banyak laki-laki yang meningkatkan profesionalismenya dalam melaksanakan pekerjaan rumah tangga?
The revolution is almost one-sided.
Ntar pas beliau bundir, laki2 bakal kesenengan karna bakal nambah kedaftar "laki2 tidak bercerita tapi bundir"
Padahal bundir juga karna klean buli jier
knp kesinggung anjir?? bego ya? gue laki tapi setuju kok kalo rumah tangga ya emg tanggung jawab suami & istri, bkn istri doang. kita sbg laki tuh udh beruntung, ga perlu sakit lahiran, ga perlu mens tiap bulan. so, kalo lu berpikir jadi laki itu susah, lu cuma skill issues WKWKW
ya emang kalo perempuan jadi sales, jadi IT, jadi finance, kerja bluecollar gak mengalami hal-hal yang disebutkan?????? apasih jangan gajetot (ga jelas total) gini dong cara berpikirnya
man you're one of the reasons kenapa cewek nggak mau nikah? ๐ญ males ketemu laki modelan you ๐ญ coba kalau udah nikah diajak ngobrol istrinya hati ke hati. kalau dia ngeluh, jangan langsung membela diri ya.
and this is not revolutionary, she lives off selling products for women ofc she wants her audience to be women
gw menyayangkan tiap ada yg kritik amanda zahra isinya cuma iri, instead of criticizing her choice feminism
there is no hope for women
"laki-laki bangun peradaban"
angka pernikahan menurun karena perempuan males nikah sama laki-laki engga kompeten
angka kelahiran menurun karena ibu hamil dipersulit kerja oleh laki-laki
ekonomi dunia nyaris kolaps karena politisi laki-laki sibuk perang
penghancur peradaban jir
pria2 menolak memahami weaponized incompetent sebagai bahasa tapi punya satu kata baru setiap dua detik untuk mendefinisikan hal2 seksis lewat kata yang paling norak
tbh husband can be vunerable, lemah, capek dll di depan istri. bebas.
tapi yang harus diperhatihan di sini adalah poin โanak saya aja ngira saya ga ngerti apa-apaโ. yang mana this situation bisa jadi awal mula anak nggak bisa respect dan dapat role model dari seorang ayah