@hehesarax Method B is correct. Measure the branch from its lowest attachment point on the trunk along its full length to the tip—that captures the true extension. Method A starts too high on the joint and underestimates it.
Case settled. 💀
Video ini menampilkan Niceguymo (Big Mo) dan Ahmad Risal yang melakukan sesi live trading forex secara langsung dari sebuah vila di Bali.
Di awal mereka menargetkan keuntungan Rp300jt dari modal Rp100jt.
Dalam waktu kurang lebih 3 jam, mereka berhasil mendapatkan keuntungan Rp200jt.
Pasti akan banyak yang berpikiran 'Gampang banget cari duit'.
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Might be unpopular opinion, tapi dalam hal ini gw bukan enabler dan gw cewe dengan riwayat ngebanting dan nyekek orang KS di transport publik ya.
Terlepas dari cupu banget si ade2 mahasiswa ini, JIKA ini masih dalam batas:
- percakapan ruang tertutup
- tidak dilontarkan langsung kepada “objek”nya (gw pake kata objek bukan objektifikasi, tapi Subjek-predikat-objek) ~ dalam hal ini perempuannya
- tidak menjadi aksi langsung (tindakan verbal, sentuhan, pemaksaan, dan lain2)
Maka kasus ini BELUM bisa di cap 100% sebagai KS.
Biarkan sanksi sosial, tapi kurang tepat jika harus DO.
Tindakan real kriminal (pencurian, pemerkosaan, pembunuhan, perusakan fasilitas, kejahatan terencana) baru bisa dikategorikan sebagai layak DO.
Gw kembalikan pada niat < ucapan < ajakan (hasutan) < tindakan. Dan tindakan ini juga ada tingkatan keparahan.
Plus, sebagai nasib yg sering dianggap bro, gw dulu suka terdampar di obrolan cowo (dengan judul Presidium Malam). Dan itu memang kalo didenger perempuan bisa jadi kurang enak banget.
Tapi gak ada yg sampe tindakan, apalagi nyebar foto dll. Mentok di obrolan circle (belom ada wasap jaman itu, tapi kan udah ada kaskus, milis, dll). Apalagi sebar foto pribadi.
Nah, kalo udah sampe “nyebarin” foto pribadi apalagi stalking, itu bisa diperkarakan.
Ah, semangat nih gw kalo bahas plus dan MINUSnya Naruto!!!
Core ceritanya bagus, terbukti masih solid sampai bagian pre-time skip:
- kerasa banget ninja2annya
- masih kentel friendshipnya antara Konoha Eleven
- fast-paced, dikt2 gelut. Dari Zabuza, Ujian Chunnin, Pengejaran Sasuke, dsb.
Tapii, mulai agak lame setelah timeskip alias Naruto Shippuden.
- Kebanyakan filler. Sadar ga kalo total episode filler Naruto itu hampir sama dgn total episode non-fillernya? Jadi capek bgt utk milah2 episodenya. Beda sm One Piece.
- Udah terlalu Naruto centric. Ya emang, Naruto tokoh utamanya. Tp seolah Naruto the only hero / strongest person. Padahal di awal, cukup menarik melihat Naruto ini ya sepantaran sm temen2nya, jadi kita punya empati. Shippuden tu seolah yg lain cm ngontrak.
- Contoh saat Pain ke Konoha, semmmua Shinobi ga bs ngapa2in, terus tiba2 Naruto sendirian ngehajar si Pain. Terlalu OP. Padahal bayangin kl 6 Akatsuki VS Naruto dan tim pas pengejaran Sasuke (Neji, Shikamaru, Kiba, dsb), bakal keren banget. Ya gpp Naruto fokus ngelawan si Pain utama, tp temen2nya jgn dibuang gt aja.
- Giliran nunjukkin kawan yg lain, kyk pas Pengejaran Gaara vs Sasori & Deidara, yg tarung cm Sakura & Chiyo. Naruto dan Kakashi cm kejar2an, Might Guy dan timnya ngelawan bunshin doang kewalahan -__-
- Yg agak mendingan pas balas dendam Asuma, itu si Shikamaru dan Kakashi-nya keren. Tp si Choji dan Ino beneran ga guna, tau2 Naruto nyelametin. Gitu deh, suka nampil2in tokoh tp sbnernya ga guna buat cerita.
- yang paling sebel? Ya benar, si konsep soal Jinchuriki nya gak dijelasin satu satu dgn detail. Beda bgt sama One Piece yg bahkan kasih eksposur dan arc tersendiri utk setiap Shichibukai (Crocodile, Dofla, Moria, Boa Hancock, Jinbe, Kuma, dsb. Dalem bgt semuanya). Ini seolah selain Kyuubi, Hachibi dan Ichibi, semua ngontrak anjir. Bahkan Hachibi dan Ichibi jg ga ditunjukkan sekuat itu. Terlalu jauh sm Kyuubi. Malah Ichibi kalah sama Deidara karena dibom, sumpah ga ada marwahnya banget. Padahal di awal, ditunjukkin Gaara sekuat apa.
- pas kebelakang2 udah mulai capek ngikutinnya. Apalagi Perang Dunia yg musuhnya lapis2 gajelas. Beneran kek Konoha 11-nya ngilang gitu aja, gak signifikan. Dan Shinobi dari negara2 lain jg kurang dieksplorasi. Cm selentingan2 doang. Sekali lagi, gw cb compare sm One Piece yg kita bs dapet detail2nya soal bajak laut Kid, Trafalgar Law, dsb. Jd beneran terlalu Naruto sentrik, yg lain ngontrak. Padahal coba liat pas Onigashima Arc, itu detail banget dan ditunjukkin Luffy vs Kaido, Zoro vs King, Sanji vs Queen, Kid Trafalgar vs Big Mom, dsb. Iya memang Luffy yg paling lama, tp yg lain dikasih jatah pertarungan yg ga kalah keren.
- yang paling kecewa, di Anime-nya, Naruto mana ada diangkat jadi Hokage. Malah diganti Konohamaru. Bad jokes bgt, padahal cita2nya. Ibarat Luffy beneran pengen dapetin One Piece, ujung2nya ketiduran, dan dijastipin sama Buggy. Kan ga lucu 🤣
Kesimpulan: Naruto bagus banget sampe sebelum timeskip. Gw suka tonton semua episode-nya berkali2. Tp setelah timeskip, gw cm nonton beberapa battle aja, pilah2. Itupun harus milah mana filler mana bukan 🤣
Penasaran sm opininya bg @AryaNovrianus