“politik ga ngaruh ke hidup gue”
tapi kopi lu naik 2.000
tapi bensin lu naik jadi 16.250
tapi rumah lu kebagian pemadaman bergilir
heran, padahal itu nyata bgt depan mata mereka
Semalam aku mendengar satu podcast yang sangat ngena.
Hidup sebaiknya berpaksikan waktu sholat.
• Bekerja setelah Subuh
• Makan siang sebelum Zuhur
• Makan malam sebelum Magrib
• Tidur setelah Isya
• Punya waktu untuk diri sendiri sebelum Subuh dengan qiyamul lail
• Menikmati ketenangan pagi saat matahari terbit
Ketika hidup berpaksikan sholat, bukan hanya waktu yang menjadi lebih teratur, tetapi hati juga terasa lebih tenang.
"Jangan selipkan sholat di sela-sela kesibukanmu. Selipkan kesibukanmu di antara waktu-waktu sholat."
kehidupan kerja
otw:
“bismillahi tawakaltu”
dikantor:
“MONYET NI ORANG ORANG BIKIN EMOSI AJA, MASI MENDING GA GUA INJEK LEHERNYA”
pulangnya:
“alhamdulillah”
repeat 25x sebulan
mau lu adhd, bipolar, fatherless, abandonment issue, atau trauma apapun, ga ada orang yang wajib handle itu kecuali lu sendiri. stop romantisasi trauma sampe jadi excuse buat ngerusak hidup orang lain.
semua orang punya trauma. tapi bukan berarti lu boleh trauma dumping ke orang lain trus ngarep mereka heal lu. sembuhin diri lu, jangan malah jadi villain pake shield ‘aku trauma’.
sorry to say kalau terkesan kasar, tapi literally ga semua orang punya kapasitas buat nerima energi toxic lu. heal in silence, jangan bikin korban baru cuma karena lu males healing, trauma lu bukan lisensi buat bikin orang lain trauma. tapi semoga apapun yang buat kita trauma tidak menciptakan korban-korban baru di dunia ini yaa! Periodt.
saking udah gatau lagi gimana caranya agar suara kita didengar oleh presiden, permintaan yang diwakilkan oleh wakil ketua BEM UI ini kerasa bgt hopelessnya. kaya kita tuh cuma mau didenger loh, kita cuma minta hak kita, kita cuma minta pemerintah berpihak kepada rakyat.
Kenapa ada cewe yang kemana2 gak prepare tissue, permen, parfum, toothpick, atau barang2 lain yang udah jadi essential needs dia di dalam tasnya. Tapi gak sungkan2 buat mintain terus ke temennya yang selalu bawa. Padahal akupun selalu sedia itu karena gak mau repotin orang dengan minta2. Hal remeh sih cuma lama-lama jadi nyebelin.
"kenapa harus cari temen yang setara?"
agar bicaramu tidak dianggap sombong, impianmu tidak di sepelekan, travelingmu tidak dianggap pemborosan, gaya hidupmu tidak menjadi julidan, dan pencapaianmu tidak membuatnya cemburu, justru bahagiamu menjadi bahagia untuknya juga.
jadilah berkelas, yang bisa melupakan seseorang tanpa kehadiran orang baru.
silent in public, mencoba untuk sembuh dan berdamai dengan diri sendiri, tanpa melibatkan seorang pun jatuh di dalamnya.
Menormalisasikan hubungan secara dewasa:
1. kalau chatnya dibales lama, berarti ada pekerjaan lain yang jadi prioritasnya.
2. belajar tenang dan tidak tantrum ketika ditinggal kerja, nongkrong ataupun main.
3. tidak lagi menuntut waktu 24/7 karena sadar hidupnya bukan tentang kita aja.
4. tidak memaksa ego dan memberi ruang untuk me time.
5. tidak silent treatment dan menyelesaikan masalah secepatnya.
Kamu pikir orang yang rajin tahajud itu super religius?
Belum tentu.
Mereka cuma sadar, ada hal-hal yang nggak bisa diselesaikan hanya dengan kerja keras.