This is why travelling IS political and I wish more people would realize it. Wdym an outsider cuma perlu 2/3 minggu untuk menjelajahi setengah negara ini, meanwhile we as a local who was born and raised here, probably won't even have that chance.
hobby gue terlalu banyak jirr, baca buku, diskusi, naik gunung, running, nongkrong. kayak kurangg banget waktu gue buat ngelakuin itu semuaa. bahkan pengen running sehari 2x😭
Di UI memang banyak yang seperti ini, apalagi kalau sudah masuk ke dunia jaringan sospol mahasiswanya. Beuh, pengalaman yang tidak terlupakan selama aktif di UI dulu.
Kalau sudah masuk lingkungan yang tepat, ada dorongan yang kuat dari sekitar, mau tidak mau, kita juga "terpaksa" mengembangkan diri. Definisi “bagus” akan berubah seiring kita bertemu dan berada di lingkungan yang tepat. Orang-orang yang kalian kagumi juga akan berubah.
Bagi banyak orang, kagum disini memang wajar. karena pada dasarnya bisa dapat lingkungan yang tepat adalah privilege yang nilainya tidak terhitung.
Maka, saran saya teruslah belajar dan membaca dunia. Naikkan gairah berkompetisi, dan biasakan diri untuk memikirkan problem-problem sulit yang ada di dunia dan semesta.
Seiring waktu, cakrawala berpikir kalian akan meluas, sehingga anak-anak UI seperti wakabem ini akan terasa sebagai standar yang memang sudah seharusnya. Pada akhirnya, kalian akan sadar bahwa manusia-manusia yang benar-benar outlier, bukan sekadar produk zaman dan lingkungannya, memang berada di level yang berbeda.
Pada titik itu, kalian akan sadar bahwa latar belakang pendidikan, status, jabatan, dan pangkat sudah tidak banyak artinya.
saking udah gatau lagi gimana caranya agar suara kita didengar oleh presiden, permintaan yang diwakilkan oleh wakil ketua BEM UI ini kerasa bgt hopelessnya. kaya kita tuh cuma mau didenger loh, kita cuma minta hak kita, kita cuma minta pemerintah berpihak kepada rakyat.
KAYAKNYA BARU PEMERINTAHAN PRABOWO,
AJANG MARATHON JADI DEMONSTRASI YANG KEREN, BEBERAPA NOTES NYA :
- RUN BETTER THAN THE GOVERNMENT RUNS THE COUNTRY
- SORRY YEE, MY PACE IS MORE STABLE THAN THE RUPIAH
- YOUR HEART RATE IS STILL LOWER THAN USD $$$$$
- LARI LO LEBIH KUAT DARIPADA RUPIAH
- LARI YANG BENER! KITA DIKEJAR PAJAK!!
- RUN FASTER IF U WANT TO BE RICH
- YAKIN MAU STOP? PRBW* AJA NYALON 5X
- 10 + 6 = 21 KM
- Running 21.1 KM is hard, but being a WNI is harder.
- Cukup media yang dibungkam, jangan sampai kita diam!
- Pace turun masih mending, rupiah jangan.
- Yang dikejar PB, yang nyusul harga-harga.
- Lari 21K lebih gampang daripada cari kerja.
- Kalau capek istirahat, kalau rakyat capek gimana?
- Keep running before the dollar does.
- Naikkan pace, turunkan harga.
- Kaki kuat, dompet belum tentu.
- Lari demi kesehatan, bukan demi efisiensi.
- Personal best naik, daya beli turun.
- Finisher medal > janji kampanye.
- Lari pagi, lihat kurs rupiah, cardio lagi.
- Pajak mengejar, kami berlari.
- My pace is faster than government reform.
- Strong legs, weak rupiah.