Jadi kepikiran, jangan-jangan tingkat literasi orang Indonesia sebenarnya nggak serendah itu. Cuma akses buat mendapatkan bukunya aja yang masih sulit.
nanti malam 25 KK prioritas balita, anak n lansia masuk sini. biar gak kesebar jauh n susah lagi dampinginnya. apa aja dilakuin dah. Bismillah aman semua…
SENIN, 12 OKTOBER 2026
Kondisi Sampit pagi ini akibat kebakaran hutan dan lahan. Sedih banget liatnya, kasihan warga di sana yang harus terus-terusan bertaruh kesehatan di tengah situasi seperti ini 😥
Ini pemerintah kapan sih mengubah status pembakaran hutan ini jadi bencana nasional?
KALIMANTAN TERBAKAR LAGI, ARTIS DAN INFLUENCER O2 PADA KE MANA?
Wak, kebakaran kembali dilaporkan di kawasan Handil Bakti, tepatnya di sekitar Kompleks Griya Permata, Jalan Mitra Bakti, Semangat Dalam, wilayah ujung.
Kita ini sedang bicara soal rumah warga, lingkungan tempat orang mencari nafkah, dan keselamatan masyarakat. Bukan sekadar pemandangan api yang bisa direkam, diunggah, lalu dilupakan ketika perhatian publik berpindah ke isu lain.
Yang bikin geram, ketika Kalimantan menghadapi kebakaran dan ancaman asap, suara publik yang biasanya ramai justru perlu dipertanyakan. Terutama kepada artis dan influencer yang punya jutaan pengikut, punya panggung besar, dan punya kemampuan membuat sebuah isu menjadi perhatian nasional.
Kalau untuk hiburan, promosi, endorsement, dan urusan viral kalian bisa bersuara lantang, kenapa persoalan kebakaran yang mengancam masyarakat tidak mendapat perhatian yang sama?
Jangan sampai masyarakat melihat ada standar ganda dalam menggunakan popularitas. Ketika ada isu yang sedang tren, semua berlomba membuat konten. Ketika ada persoalan lingkungan yang dampaknya harus ditanggung warga, perhatian justru terasa timpang.
Ini bukan berarti setiap artis atau influencer wajib membicarakan semua masalah. Tetapi ketika punya jangkauan publik yang besar, bukankah pengaruh itu juga bisa dipakai untuk sesuatu yang bermanfaat?
Angkat informasi yang terverifikasi. Bantu sebarkan peringatan resmi. Beri ruang bagi relawan dan warga terdampak. Dorong pemerintah bergerak cepat. Desak penyelidikan terhadap penyebab kebakaran dan penegakan hukum jika ditemukan pelanggaran.
Sebab, kebakaran lahan bukan cuma urusan pohon yang hangus. Ada rumah yang terancam, udara yang tercemar, aktivitas masyarakat yang terganggu, dan warga yang harus menghadapi risiko di lingkungan tempat mereka tinggal.
Bahkan, dalam laporan media pada 6–7 Oktober 2026, kebakaran di sejumlah titik Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala, dilaporkan mendekati permukiman. Dua rumah warga di kawasan Semangat Bakti juga dilaporkan terbakar. Situasi ini menunjukkan bahwa ancaman kebakaran bukan persoalan sepele yang pantas berlalu tanpa perhatian.
Jadi, kepada siapa pun yang punya pengaruh besar di media sosial: jangan cuma hadir ketika ada panggung, hadir juga ketika masyarakat membutuhkan perhatian.
Kepada pemerintah dan aparat, jangan berhenti pada pemadaman. Telusuri sumber api, ungkap penyebabnya, dan tindak siapa pun yang terbukti sengaja membakar lahan. Masyarakat berhak mendapatkan lingkungan yang aman, bukan terus-menerus hidup dalam kecemasan setiap kali musim kebakaran datang.
Dan kepada kita semua, jangan menunggu sampai api menyentuh rumah sendiri baru merasa persoalan ini penting.
Kalimantan bukan sekadar latar belakang untuk konten. Kalimantan adalah rumah bagi jutaan manusia yang berhak menghirup udara bersih dan hidup tanpa ancaman kebakaran yang berulang.
Popularitas memang bukan kewajiban untuk menjadi aktivis. Tetapi kalau pengaruh sebesar itu bisa membantu menyelamatkan perhatian publik terhadap persoalan nyata, mengapa harus memilih diam?
Warga butuh aksi nyata. Relawan butuh dukungan. Lingkungan butuh perlindungan. Dan publik berhak menuntut keseriusan dari semua pihak yang memiliki tanggung jawab.
Jangan sampai kita lebih cepat bereaksi terhadap drama selebritas daripada penderitaan masyarakat sendiri.
plisss look at this! Palangka Raya udah putih total terkepung asap pekat sampai gak kelihatan apa-apa begini.
ini bukan cuma soal pemandangan yang hilang, tapi paru-paru warga di sana juga dikorbankan jadinya.
naruto juga bodyshaming choji, ngatain hal2 yg buruk sama temen seangkatannya, dia ga sopan sama yg lebih tua. Fans naruto ini alay, karna dia yatim piatu itu artinya semua tingkah tai nya naruto harus di normalisasikam. asw lahh
kan emang bener naruto yatim piatu, selain dia yatim, tingkah nya kek tai juga. Bayangin aja, dia ikat sasuke karna iri sasuke populer, dia ngerjain sakura dengan cara jadi sasuke, bikin sakura baper, bahkan pengen bikin sakura benci sama sasuke.
Sarada is not a Boruto character. She is a Naruto character created by Kishimoto and introduced back in Chapter 700.
Actual Boruto Manga characters are Kawaki, Eida, Daemon, Amado, and Sumire—and I doubt Kishimoto will ever feature those characters in his own work
minta tolong akun-akun gede kenalan kalian bantu share ini dong. seenggaknya bisa banyak yang tau keadaan di NTT selain gempa yang masih tiap hari juga keadaan yang dihadapi di sana. yuk temenin mereka 🙏🙏🙏
TETAP SUARAKAN PEMBAKARAN HUTAN YANG DILAKUKAN SECARA SENGAJA BAIK DI KALIMANTAN, SUMATERA MAUPUN PAPUA.
WARGA INDONESIA BERHAK ATAS KUALITAS UDARA YANG SEHAT DAN BERSIH.
Jangan sampe isunya adem gitu aja terus tahun depan ngulang drama yang sama. Tetep kawal dan bersuara, soalnya hak kita buat dapet udara bersih gak bisa ditawar-tawar lagi.
And then there a bsu fans who say Sumire wanted to hug him, too. That may be true but she would have made herself a fool.
- Boruto is behind Sarada
- finishes her sentence
- both look at each other
- sarada refers his promise (Eida)
- boruto apologizes
It‘s their own moment