Persija selalu memiliki pelatih yang memiliki ego tinggi soal pemain asing:
Thomas Doll: Eropa
Mauricio Souza: Brazil
Shin Tae-yong: Eropa dan Asia
Kalo udah itu maunya, ditawarin pemain asing lain juga gak bakal mau π
Kalo mau juara, Persija harus aware sama semua variabel, baik variabel teknis maupun non-teknis. Jadi jgn cuma ke faktor teknis, jgn lupa kita musim lalu di match krusial lawan Bhayangkara away dipimpin sama wasit asal Bandung, Nendi Rohaendi.
Kok jadi nyalahin Jeje si? Yg pertama, Jeje cuma translate apa kata STY. Yg kedua, salah manajemen juga yg gak ngasih briefing komplit ttg hal-hal yg boleh dan gak boleh dibuka ke publik. Yg ketiga, ayolah move on, ini cuma soal Peralta.
Asaa PANG APAL NA MASALAH WE GOBLOG, BEBEJA ATUH SIA KA PA ADIT. BISI PA ADIT MAH BELEGUG TEU NYAHO NANAON, BERE NYAHO KU NU PANG APAL NA SA ALAM DUNYA.. FVCK GOBLOG
Sekedar info,
Yang belum dibuka itu pendaftaran βpindahβ pemain antar klub.
Terkait nama klub yg masih terdaftar di FIFA Registration Bans itu berbeda dengan sistem TMS atau Pendaftaran Pemain yang bisa diselesaikan dan dicabut kapan saja.
Lu bayar, kirim bukti bayar, selesai
Persija harus bangun semacam "digital army" yg fungsinya sebagai the guardian of Persija di media sosial, isinya adalah media-media supporter, influencer, youtuber, etc. Nantinya mereka dikasih akses informasi eksklusif dari klub, termasuk briefing-briefing resmi dari klub.
Memalukan jika klub masih nongkrong di FIFA bans, klub gak punya fasilitas (training camp), pemain binaan nya kalah laris dari Persija academy yang banyak di rekrut klub klub liga 2 dan liga 3. Klub jaman Raden kian santang kok kalah modern dari Bali dan dewa
Lagi nyindir siapaa bli? Tenang aja, luas ko TANAH nya disini mah. Cuma lebih HATI-HATI aja. Keseimbangan dalam dan luar lapangan perlu dikerjakan secara MATANG, bukan soal GAYA-GAYAAN.
Don Gendon, training center elite itu bukan cheat code buat langsung juara Champions Asia. Itu bare minimum buat klub profesional.
Kalau logikanya "belum juara Asia berarti bangun TC gak berguna", ya sama aja bilang sekolah bagus gak perlu karena belum langsung jadi juara olimpiade.
Ya karena fasilitas cuma salah satu faktor. Tapi klub profesional tetap wajib punya fondasi yang layak kalau mau berkembang.
Lucu juga mindset si Gendon ini. Dikira bangun training center hari ini, besok langsung juara. Infrastruktur itu investasi puluhan tahun, bukan cheat jadi juara buat semusim dua musim.