Gimana mau maju ini negara kalau masih diisi orang-orang yang menganggap rasa takut perempuan sebagai hiburan/content worthy? Indonesian women should've been allowed to bring a gun, if we're being honest.
Sedih ya, Saat rakyat turun ke jalan, layar TV nasional terasa biasa saja. Tapi media Korea Selatan justru ikut menyoroti apa yang terjadi di Indonesia, bahkan membahas program MBG.
Bukan soal setuju atau tidak. Yang dipertanyakan adalah, kenapa suara dari luar terdengar lebih lantang daripada suara dari dalam negeri?