terimakasih untuk semua cerita dan segala macam pengalaman yang sudah pernah dijalani. maaf jika tidak bisa menyampaikan langsung. sudah saatnya saya menutup buku ini dengan perasaan tenang.
another level of pain.
kamu mendoakan kebahagiaan seseorang, di satu sisi kamu senang karena doamu dikabulkan, disisi lain kamu sedih karena bahagianya bukan bersamamu dan kamu dilupakan, semua tentangmu dihapus dari kehidupannya seolah kamu tidak pernah ada.
yang dirasakan setiap hari selama setahun belakangan ini adalah perpaduan antara sedih, sakit, putus asa, kecewa, merasa bersalah.
padahal udah dicoba untuk terbiasa tapi tetap aja gak bisa.
pernah dan sering sih berdoa untuk dibikin lupa ingatan aja atau paling gak dihapus memori satu orang aja. soalnya ini tuh udah kayak udahlah tolong aku mohon gak mau kayak gini terus. udah capek.
dibalik semua kekacauan ini paling gak ada satu doa yang udah dikabulkan yaitu bisa liat dia hidup bahagia. untuk diri sendiri, sepertinya doanya gak bakal dikabulin karena yang bisa membuat bahagia cuma diri sendiri dan sampai saat ini belum bisa. maaf ya, aku!