What if the biggest AI threat isn't AI itself, but the colleague sitting next to you who learned to use it faster?
Same workplace. Same tools. Different ability to adapt.
My latest article explores why that matters. https://t.co/Mf1n8ssnUF
Klarifikasi isinya diundang semua wkwk.
Raffi klarifikasi: "Saya tidak tahu. saya hanya diundang"
Willy klarifikasi: "saya hanya diundang"
Le Minerale klarifikasi: "kami tidak terlibat"
Polda klarifikasi: "kami hanya diundang kampus PSI"
it WORKS guys!!berita kalian tembus ke mancanegara 🙌🏻🙌🏻
buat yang tanya kenapa HI? Krn HI adalah rumah bagi bbrp international news channel, spt Reuters, Bloomberg, NHK. dan ini update berita mancanegara sampai dengan hari ini. keep make some noise... perjuangan kalian tu ga ada yg sia-sia 🙌🏻🙌🏻
UP TERUS BERITA DAN POSTINGAN DEMO-NYA, BIAR DUNIA TAU INDONESIA LAGI GA BAIK-BAIK AJA!
#INDONESIASADAR
⚠️WARNING⚠️
Biadab! Tiga mama Papua dianiaya hingga meninggal oleh kelompok KKB.
KKB memfitnah tiga mama tersebut sebagai mata-mata. Bgst 😡😭
📸: arustimur
LAGI RAME NARASI BEGINI : PEMBALUT KAN UDAH DARI LAMA KENA PAJAK KOK BARU KOAR KOAR SEKARANG
jadi gini guys, benar kalau ppn pembalut itu bukan hal baru. pembalut memang termasuk barang kena pajak umum, jadi sudah lama kena ppn, dulu 10 persen dan sekarang 11 persen.
tapi kenapa baru ribut sekarang ?
itu tandanya warga sekarang udah melek dan pinter
itu tanda bahwa orang makin kritis dan makin sadar ada yang nggak beres.
pertama, pajaknya sudah lama ada tapi dulu orang diam saja. sekarang orang berani mempertanyakan, itu artinya mereka makin peduli sama apa yang dipungut negara dan buat apa. pembalut itu kebutuhan dasar perempuan tiap bulan, bukan barang mewah, jadi wajar kalau orang merasa janggal kok tetap dipajaki
kedua, waktunya pas dengan kondisi sekarang. banyak orang lagi merasa biaya hidup naik, ada demo, dan ada rasa kurang percaya sama pengelolaan uang negara. di situasi begini, hal kecil yang tadinya dianggap biasa jadi terasa seperti simbol, karena yang kena beban lagi-lagi rakyat biasa
ketiga, medsos bikin orang gampang sadar dan saling menyambung. satu keluhan bisa dibaca ribuan orang, lalu mereka sadar ternyata banyak yang merasakan hal sama. dari situ muncul tekanan supaya pembuat kebijakan menjelaskan atau mengubah aturan
tapi ada juga pandangan lain. ada yang bilang ini cuma viral sesaat, bukan kesadaran luas. ada juga yang bilang ppn itu pajak umum yang sengaja dibuat rata supaya sederhana, dan negara punya cara lain membantu orang kurang mampu
nah menurut kalian guys, ramainya ppn pembalut ini tanda orang makin kritis atau cuma viral sesaat?
Kasihan juga sama Gen Z 😭
- Baru lulus, malah kena covid
- mau bangkit, startup banyak PHK
Sekarang cari kerja makin susah, dituntut punya pengalaman, tapi masih dibilang generasi pemalas
Memang menyedihkan sih angka kasus kanker di Indonesia yang trennya terus meningkat tanpa pandang umur. Ditengarai saat ini, ada 1,02 juta orang hidup dengan diagnosis kanker di Indonesia.
Ada 5 jenis kanker terbanyak di Indonesia:
1. Kanker payudara = 66.271 kasus
2. Kanker paru = 38.904 kasus
3. Kanker serviks = 36.964 kasus
4. Kanker kolorektal = 35.676 kasus
5. Kanker hati = 23.805 kasus
Selain harus menahan sakit, makin nambah lagi beban penderita kanker juga karena di Indonesia memang dokter spesialis onkologi itu masih terbatas di RS Besar, sehingga antriannya selalu membludak.
Semoga jadi pengingat buat kita juga untuk lebih selektif memilih makanan/minuman dan sempatin buat rutin olahraga juga.
I'm already close to 200 followers! Just from a few days of consistently posting and engaging with people 🎉
Hopefully we can keep this growth up and build a fun community here on @X!
If you're interested in
• Tech
• AI
• SaaS
• Founders
• Cool news
Let's connect!