JP Morgan releases the newest monthly global investment strategy mereka di Bulan Maret.
Topik pertama yg mreka bahas tentu aja US IRAN War, dan surprisingly topik kedua spesifik yg dibahas adalah INDONESIA.
Saya kok melihat ada harapan besar yah, semua mata seperti tertuju & wait and see menunggu perubahan segera di Indonesia.
Kita berharap pemerintah semoga bs cepat membereskan masalah-masalah yg ada. Tetap optimis π
@senimemancing Harusnya v60 panas & japanese ice juga tetep keluar smua sih notch nya π€£
Tp tergantung beans sama ukuran grinding nya jg pengaruh wkwk
Praroro ke MSCI : Shut Up B**** ! , Kita Bangsa Besar.
Alhasil IHSG naik hijau pekat
Kasi lagi lah MIC nya nanti sore lah kalo gitu π€§π€£
Wok-wok-wok-wok-wok
Apakah secara historis reversal dari bottom harus didukung foreign net inflow?
IHSG naik 7,6% Selasa dan 2,7% Rabu.
Asing? Masih net sell Rp 2,45 T dan Rp 3,13 T.
Banyak yang menyimpulkan Asing masih buang barang atau ini rally ini palsu.
Sounds logical.
Tapi premisnya layak diuji dengan data.
Apakah flow Asing/Domestik ini relevan dalam menentukan ini reversal atau bukan?
Saya backtest 4 crash terbesar IHSG: GFC 2008, Taper Tantrum 2013, koreksi 2015, dan COVID 2020.
Tiga dari empat reversal dimulai saat asing masih net sell.
Di 2013 dan 2015, kumulatif flow bahkan masih negatif di bulan keenam, padahal index sudah naik 15β16%.
Inflow besar baru datang di bulan ke-5 sampai ke-12, setelah recovery terbentuk.
COVID paling ekstrem: IHSG naik 56% dalam 12 bulan, dan sepanjang itu asing tetap kumulatif net sell sekitar Rp 27 T.
Asing baru berbalik net buy bulanan pertama kali November 2020, saat index sudah jauh di atas bottom.
Apakah ini berarti 8 Juni sudah pasti THE bottom?
Tidak ada yang bisa menjamin itu, termasuk saya.
Yang bisa dikatakan dengan jujur: rebound dua hari ini terjadi di atas turnover yang naik (Rp 21,7 T β 28,0 T β 31,7 T), breadth-nya lebar, dan absennya foreign inflow bukan alasan valid untuk mendiskreditkan rally, karena secara historis memang tidak pernah jadi prasyarat.
Satu catatan lagi yang jarang dibahas. Label "asing" di data bursa itu flag pada order broker, bukan beneficial ownership.
Dengan makin umumnya struktur nominee dan jasa "masking" kepemilikan.
Garis pemisah antara "real" foreign vs domestic makin kabur.
Watch the tape, not the nationality flag on it.