Indikator keberhasilan.
Yang maju, yang berani menabrak sistem yang jelas-jelas bobrok, tentu harus siap dengan konsekuensinya, seperti dianggap asing, dianggap sombong, aneh, difitnah, dan macam-macam.
Kalau masih ngejilat dan haus validasi. Lupakan!
Gue sih ngerasa kita yang di daerah tidak maju, tapi juga tidak tertinggal.
Sebenarnya bahaya.
Kalau kita jeli, persoalannya basic banget; masih banyak bermental kepiting sehingga semua orang stuck di situ-situ aja, dan kemudian tersandera oleh gelar akademik yang mereka jadikan
Pendukung:
π£ : Kami ingin perubahan!
π¨β𦱠: Bagaiamana caranya?
π£ : Pilih si Fulan!
Yang didukung:
Apak tu: Kami akan melakukan perubahan!
π¨β𦱠: Bagaimana caranya?
Apak tu: Kawan ambo banyak di pusat.
Orang yang tidak bahagia sering kali bersikeras untuk mencoba mengungkap besarnya ketidakbahagiaan mereka atau memilih untuk menyelidiki kehidupan orang lain sebagai pengalih perhatian dari kehidupan mereka sendiri.
Oh, "pintar", "intelek", sama "scientist" udah jadi ejekan sekarang?
Ya wajar aja gaji guru kecil, guru besarnya gak didengar, biaya kuliah mahal, pendidikan dibikin sekenanya.
Memang pada gak mau pintar.
Ketika kita menilai bahwa makan siang gratis itu tidak efektif, mereka menjawab "Yang hidup bukan cuma elo! Di luar sana masih banyak orang yang ga mampu!"
Ketika kita pertanyakan rencana penghapusan pertalite, mereka menjawab "Mental Subsidi!"
Bingung aing.