Di bumi ini banyak perempuan yang ga neko-neko, ga nuntut dibeliin ini itu, ga maksa harus selalu mewah, ga sibuk minta validasi dari hal-hal mahal.
Mereka cuma pengen ditemenin, didengerin, dikasih waktu yang tulus. Tapi lucunya, bahkan permintaan sesederhana itu pun kadang masih di anggap too much.
Dan itu yang bikin sedih, karna ternyata jadi perempuan yang "ga ribet" juga ga menjamin bakal dicintai dengan benar
pernah liat ibu anak 3, mukanya fresh banget.
aku kira 25 tahun.
eh taunya 38😭
pas ditanya rahasianya apa, dia jawab:
“cari suami waras dek”
Valid sih😭😭
Hot take. IMO sebelum menyemplungkan diri dalam relasi, kita tu harus punya batas untuk toleransi. Kita tau yg kita pacarin tu bukan manusia sempurna, tp biar ga suffering, kita harus tau batas itu.
Contoh: aku gpp misal dia ga bisa masak, aku gpp kalo dia pelupa, aku gpp kalo dia ga punya hobi yg sama dgn aku, aku gpp misal he make money less than me.
Aku ga bisa toleransi cowo bingung, ga bisa toleransi pembohong, ga bisa toleransi misoginis, ga bisa toleransi main tangan, ga bisa toleransi ngomong kasar, ga bisa toleransi cowo goblok.
Nah krn aku tau batasan yg ga bisa aku toleransi, jad aku ga pernah ada dlm toxic relationship so far. Karena aku punya standar, dan aku mengomunikasikan dari awal hal-hal yg ga bisa aku toleransi.
menjadi “gelas kosong” di setiap lingkungan baru itu bener2 penting bgt. jangan sombong. jangan sok. jangan merasa “si paling”. kita gapernah tau kehidupan lawan bicara kita di luar sana seperti apa. we never know 😃
NANTI KALAU KAMU KETEMU ORANG YANG TENANG.
Kamu akan sadar...
Betapa nyamannya berada di dekat seseorang yang tidak bereaksi berlebihan terhadap setiap masalah.
Betapa berharganya seseorang yang tetap bisa bersikap baik, bahkan ketika keadaan tidak berjalan sesuai keinginannya.
Kadang kedewasaan tidak terlihat dari seberapa banyak seseorang berbicara, tetapi dari seberapa tenang ia menghadapi kehidupan.
makanya kalo punya hubungan itu tumbuh bareng, bukan salah satunya aja yang dipaksa berubah jadi versi yang lu mau. some of you spend so much time analyzing other people’s flaws that u’ve CONVINCED yourselves ure the only person in the relationship who doesnt need to change
bro to bro :
stop jadi nonchalant, ayo kita bawa balik chivalry. gentle, inisiatif, kasih pujian, kasih bunga, tulis surat, kasih coklat, fine dine, protect her, dateng ke rumahnya diem-diem kasih surprise, simpen fotonya di dompet, dunia harus tau lu sayang banget sama dia, clingy and everything.
treating a girl right isn't cringe , it's called being a man.
Pandemi ngasih banyak orang satu pelajaran yang cukup keras: waktu itu nggak selalu sebanyak yang kita kira. Banyak orang kehilangan keluarga, teman, pekerjaan, atau rencana hidupnya. Dari situ muncul kesadaran baru:
"Kalau bukan sekarang, mau nunggu kpn lagi?"
Di ujung malam saat putus asa hampir menelan semuanya, aku belajar bicara pada diri sendiri:
Tak semua gelap harus dilawan. Sebagian cukup dilewati dengan langkah gemetar.
Lalu aku berbisik, "hidup saja dulu, satu hari lagi."
Barusan baca tulisan ini :
“Hanya karena aku gapernah nuntut banyak, bukan berarti aku pantas menerima seadanya. Aku cuma gak ribet, bukan gapunya standard.”