"Manusia Gak Berubah, Mereka Cuma Makin Kelihatan"
Pernah gak kamu ketemu seseorang yang di awalnya terasa sempurna banget? Perhatian, hangat, selalu ada, kayak gak ada celah buruknya.
Tapi makin lama… rasanya kok berubah.
Dulu fast respon, sekarang hilang tanpa kabar. Dulu peduli, sekarang terasa jauh. Dan kamu mulai bingung, "dia yang berubah, atau dari awal aku yang cuma lihat versi terbaiknya?"
Tau gak kenapa jangan kebiasaan over explain?
Karena pas lo mulai jelasin semuanya terlalu panjang cuma demi bikin orang lain ngerti, walaupun sebenernya lo ada di pihak yang bener, tanpa sadar lo lagi nunjukin kalau boundaries yang lo punya masih bisa dipermasalahin. Seiring waktu, orang jadi ngerasa mereka bebas nuntut penjelasan dari lo, seakan semua hal harus lo buktiin supaya dianggap masuk akal.
Padahal gak semua orang bakal paham meski udah dijelasin baik-baik. Ada juga yang dari awal emang pengen nyari salah atau sengaja milih buat salah paham. Kalau terus diturutin, yang ada malah energi dan pikiran lo sendiri yang habis.
Kadang memilih diam bukan berarti kalah atau gak punya jawaban. Justru itu tanda kalau lo udah cukup dewasa buat tahu mana yang layak dijelasin dan mana yang gak perlu dipaksain. Karena gak semua orang harus ngerti sudut pandang lo, dan gak semua penilaian wajib lo lurusin.
Biar waktu yang ngebuktiin semuanya. Orang yang tulus bakal ngerti dengan sendirinya, sementara yang cuma suka menghakimi tetap bakal nyari celah walau udah dikasih penjelasan panjang lebar.
@kring_pajak Iya, sebelumnya masa Februari ada lebih bayar dan dikompensasi ke bulan Maret, kebetulan bulan Maret statusnya kurang bayar dan sudah mengurangi kompensasi di masa sebelumnya. Namun ketika saya bikin draft PPN April, kompensasi tsb muncul, padahal sudah saya lakukan di Maret.
Anak-anak yang hidup di keluarga yang tidak stabil, seperti sering bertengkar, kasar, abusive, atau diabaikan, ternyata memiliki pola aktivitas otak yang mirip dengan prajurit tempur setelah bertugas di medan perang.
Jadi ada penelitian yang memeriksa otak anak-anak yang mengalami kekerasan atau konflik keluarga menggunakan fMRI (functional Magnetic Resonance Imaging).
Nah hasilnya menunjukkan adanya aktivitas yang jauh lebih tinggi di dua area otak yang penting untuk deteksi ancaman dan respon stress. Nama area otaknya adalah anterior insula dan amigdala.
Perubahan aktivitas ini bersifat adaptif di lingkungan penuh ancaman, seperti jadi “siap siaga” terus-menerus), mirip dengan yang terjadi pada tentara setelah pengalaman tempur.
Nah risikonya adalah dalam jangka panjang, hal ini dapat meningkatkan risiko gangguan kecemasan, regulasi emosi, dan masalah kesehatan mental lainnya, meskipun anak tersebut belum menunjukkan gejala psikiatri saat itu.
Yang perlu diperhatikan adalah temuan pada otak anak ini bukan berarti semua anak dari keluarga bermasalah pasti mengalami kerusakan otak permanen.
Otak anak sangat plastis dan bisa pulih dengan lingkungan yang aman, stabil, serta dukungan yang tepat.
Penelitian ini justru menekankan pentingnya lingkungan keluarga yang aman untuk perkembangan otak anak.
Semoga bermanfaat!
Para ayah/laki2 tidak disalahkan atas kekerasan terhadap anak mereka di daycare jogja adalah bentuk privilese atau perlakuan istimewa yang dinikmati laki-laki.
Lagi rame kasus daycare di jogja !
mewek banget baca2 soal kasus
😭😭😭😭😭😭😭🤣😭😭
GILAKKKKKK!
Banyak orangtua dari anak2 korban yang curiga karna laporan yang disampaikan sama pihak daycare beda sama kondisi anaknya😭.. sehat2 semuaa
Ehhhhmmm... Kalo lagi buntu, gada salahnya kok kasih hadiah Al-Fatihah buat diri sendiri. Gatau caranya? Sini kakak shelby gemoy beautiful ajarin
1. Assalamualaikum ( sebut nama kamu )
2. baca " QODARULLAH 'ALA KULI HAL ILA RUHI WAL JASADI ( sebut nama kamu )
Malam Lailatul Qadar Maret 2026:
-malam 21 ramadhan : Selasa, 10 Maret 2026 malam
-malam 23 ramadhan : Kamis, 12 Maret 2026 malam
-malam 25 ramadhan : Sabtu, 14 Maret 2026 malam
-malam 27 ramadhan : Senin, 16 Maret 2026 malam
-malam 29 ramadhan : Rabu, 18 Maret 2026 malam
doa yang baik baik yaa 🫶🏻