I met Chef Vindy several times during my culinary event days, and that's how she naturally speak, nggak dibuat-buat samsek, kalau Chef Vindy mulai ga paham karena bicara Bahasa Indonesia saya kecepetan, we switch to English😄
Chef Vindy baik banget, ramah dan nggak sok, she even sent me one of her cookbook♥️xie xie
Be kind to each other please 🫰
#ONEPIECE
Whenever I look at Biblo and Zunesha I always get this ominous feeling, maybe it’s the eyes and how they appear sad/empty…
Makes me feel like Biblo will use Voice of All Things at some point 🤔
dr tirta : usaha dulu apa tawakkal dulu?
aldi taher : tawakkal dulu, baru dagang
dr tirta : rugi tetep bersyukur, untung tetep??
aldi : rugi itu di neraka bang. jadi kalo orang dagang, tiba tiba dia rugi, itu bukan rugi… tapi rezekinya segitu, syukuri.
dr tirta : 👏🏻👏🏻👏🏻
@CorpusAlienumm Ini sama kek akal2an yang bilang kalo karakter asli orang bakalan keliatan pas marah. Marah itu emotional state yang muncul buat respons kondisi lindungi diri & ngerasa ada ketidakadilan, emangnya hidup dia dalam kondisi ini terus apa😭
My take, itu bukan soal “sifat asli”
It’s a stress response.
Ketika seseorang dihadapkan dengan situasi yang stressful, secara insting setiap kita akan berubah ke mode defensif. Orang saat di mode defensif ini akan banyak mengeluarkan energi ataupun sikap negatif, kenapa? Karena dirinya merasa terancam.
Ada perceived threats di dalam otak mereka.
For me, itu bukan “sifat asli”, human behavior itu kompleks, kita ga bisa judge one’s character based on one event, apalagi di situasi yang stressful.
Baru belajar dari salah satu kajian, tapi lupa siapa yg nyampein. Ternyata di Al-Quran sendiri Allah gak pernah nyebut kata “cinta” utk menggambarkan hubungan suami istri, tapi malah pakai kata “sakinnah (ketenangan), mawaddah (rasa kasih), dan warahmah (rasa sayang).”
i hate to say it , but vivi made such a good choice staying behind bc imagine if imu found out nika's successor , a polyglyph translator , usopp AND nefertari royalty were all on the same boat ?????
RELATE BGT.
Suamiku super hands on ke anak. (I'm lucky I have him) tp ternyata tidak menjamin ga ada pikiran2 aneh di kepalaku.
Bahkan krn suamiku jg hands on, aku jg check on him. Dia baby blues ga 😅
Namanya bayi ya. Nempel 24 jam non stop ke ibu bapaknya. Itu GILA BGT RASANYA.
Ada di momen2 tertentu aku pingin masukin kepala di dalam bak air. Biar ga denger suara apa2 lagi.
Kaya pingin tenggelemin kepala aja. Tapi gak aku lakuin. Karena setiap saat suamiku selalu nanya, 'You okay? You need what? You want to be alone?' Padahal at the same time dia yg ngurus anak.
Dia yg mandiin. Dia yg nidurin. Bahkan dia kadang ngasi ASI via sendok kecil krn payudaraku kesakitan setiap saat harus mengASIhi anak.
Ada momen kita berdua sama2 mau gila, kita minta ibu aku untuk gendong anak kami sebentar. Kita cuma baring aja di kamar berdua sambil napas dan dengerin musik. Dapet santai 15 menit abis itu pegang anak lagi.
Pokoknya gila deh.
Buat aku, sosok Ibu dan Bapak yg hands on sama anak itu luar biasa. Terutama Ibu ya. Berbaik hatilah sama Ibu. Mungkin itu kenapa ada istilah surga di telapak kaki ibu, karena dia bukan cuma korban nyawa buat ngelahirin anaknya. Tapi dia ngorbanin jati diri dia seutuhnya.
Badan seisi2nya berubah. Isi kepala seisi2nya berubah.
Mau dipermak pake operasi plastik dan olahraga pun, kalo uda jadi IBU, semua BERUBAH. Can't explain