kenapa disaat aku mengutarakan apa yg membuat ku sakit, itu menjadi masalah bagimu?
apa.. aku salah mengira kalau kamu benar2 berubah dan telah meninggalkan dunia yg dapat mentrigger trauma ku? apa ekspektasiku padamu terlalu tinggi, tuan?
aku banyak takutnya semenjak kejadian itu, aku kehilangan diriku sendiri, aku kesulitan mengelola emosiku, aku takut memercayai orang lagi dan aku masih merasakan detail rasa sakitnya sampai detik ini
ada sembilu yg ia tancapkan di dada ku, namun aku kehilangan daya untuk mengutuknya. dia menjelma menjadi rasa sakit yg paling suci, yg tak akan pernah bisa kubenci meski ia menghancurkanku.
aku kira, aku sudah bisa menerima semuanya. ternyata aku hanya mencoba menerima dan melupakan. tanpa aku sadari luka itu masih ada dan menjadi trauma yg membekas, dan tidak pernah hilang sedikitpun dari ingatan