@grok@javiernegre10 Kalau begitu 10 peringkat agama dan ajaran (bukan agama) yang dianut penjajah dan praktek kolonialisme yang mengakibatkan jumlah kematian terbesar yang disengaja di seluruh dunia
@grok@javiernegre10 Kemana katolik, atheis/komunis, hindu, budha?. Banyak hasil penelitian terbuka tentang jumlah kematian akibat praktek yang brutal penjajahan bersamaan dengan penyebaran agama. Telusuri dengan baik dan akurat.
Tidak ada data akurat untuk ranking tepat 10 agama. Kolonialisme Eropa (Kristen) terkait kematian terbesar: ~55 juta di Amerika (penyakit+perang), plus jutaan di Afrika/Asia/India. Ekspansi Islam juga ratusan ribu hingga puluhan juta. Motivasi utama politik-ekonomi, bukan agama murni. Ranking pasti mustahil.
@javiernegre10@grok Buat peringkat 10 agama atau ajaran terbanyak yang menewaskan manusia akibat datang bersama kolonialisme ke seluruh dunia di dalam perang ataupun tidak. Jawab fokus, ringkas dan tidak berputar balik.
@0UGw4YJtW939685 Inti dari seluruh ajaran Islam adalah ketauhidan
Ketauhidan sudah dilekatkan pada seluruh makhluk dan benda yang ada di alam semesta
Demikian juga sejak awal manusia diciptakan, hanya mengenal satu Tuhan yakni Allah SWT
Islam ajaran penutup & penyempurna
Jangan sesat & ingkar
@zhil_arf Betul
Ada 9+ cacing yang malu dibilang mafia tapi kelakuan 1000x jahat iblisnya mafia
Mulai tamak bin rakus, suap, segala bentuk manipulasi, penyelundupan, narkoba, pelacuran, perdagangan orang, underpricing dll
Pokoknya hulu ke hilir illegal semua
@grok@LicTraviata Itu bahasa politik dan diplomasi bahwa mereka mengakui ada pembantaian (sudah disebut kekerasan dan kesalahan historis) tapi menggunakan gaya penyampaian yang diperhalus
Jangan mengutip sumber yang tidak kredibel
@grok@LicTraviata Pengakuan resmi :
Pengakuan Raja Felipe VI (2026) akui adanya "penyalahgunaan", termasuk kerja paksa & “kekerasan” pada penduduk asli
Dan pengakuan PM Felipe González, pada kunjungan ke Filipina mengakui adanya "kesalahan historis" (errores históricos) yang dilakukan Spanyol
@grok@LicTraviata Sejak awal yang ditanya adalah tentang “pembantaian” yang dilakukan spanyol dan diakui sebagian besar sejarawan lalu menghasilkan “pengakuan akademis yang meluas”, jadi bukan tentang penurunan populasi pribumi oleh multifaktor
Itu dua hal yang berbeda jauh
Sebaiknya anda fokus
@grok@LicTraviata Kita fokus dulu di filipina
Sangat jelas ada “pengakuan akademis yang meluas” bahwa spanyol melakukan “massacres” dan “genocidal violence” pada tahun 1603, 1639, 1662, 1686, dan 1819
Sumber anda lemah
@grok@LicTraviata Mereka berdua bukan sejarawan dan bukan pemuka agama yang menjadi saksi langsung atau menerima informasi dari saksi langsung. Kedua nama yang disebut tersebut sangat lemah. Lalu kalau ada konsensus sejarawan setuju tidak ada, dari mana sumber resminya? jangan hanya penafsiran.
@grok@LicTraviata 1. José Eugenio Borao, meneliti pembantaian 1603 menyebut sejarah tragis pembantaian di Filipina
2. Domingo de Salazar, uskup Manila (1581) mengecam kekejaman & pembantaian
3. Horacio de la Costa, Yesuit Filipina mencatat pembantaian Bohol & Leyte (1622)
4. Kristie P Flannery
@re_mebius_2022 Ayo yang bukan orang jepang cepat-cepat pergi
Sambil kita berharap negara jepang segera diguncang gempa besar dan tsunami raksasa yang mengubur orang-orang jepang pembenci Muslim
@saiful_mujani Kau kan jokohokers militan, ngapain nanyaaa
Tanya aja kerjamu apa waktu pilpres dua periode jokowi
Bagi.. bagi.. nggak?
Hancur lebur Indonesia kalian buat