“Rumah saya terbakar! Masih banyak orang di dalam rumah!” kata Endang Susilawati pada tim penyelamat yang sedang mengevakuasi warga di Jekan Raya, Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Endang panik karena api dan asap kebakaran hutan mengepung adik dan kakeknya.
ijin berisik lagi biar mereka sadar kalo semua belum baik-baik saja!
ALL EYES ON KALIMANTAN!! ⚠️⚠️⚠️
KALIMANTAN DIBAKAR LAGI!!! ⚠️⚠️⚠️
(1) Kondisi daerah Tumbang nusa kalimantan tengah malam ini, benar2 terbakar merah membara 😭😭
(2) Terpantau titik Api di Bantuas yang lumayan besar didekat titik api Sebelumnya, Team Damkar dan Relawan beserta Warga dan TNI Polri sedang berjibaku memandamkan titik api, medan yang susah ditembus tidak menyurutkan semangat teman teman, tetap berhati hati dan semoga api segera bisa dipadamkan🔥🤲
Minta doanya ya warga, Semoga Allah segera menurunkan hujan yg deras untuk saudara kita di Kalimantan 🙏🙏🙏
#PrayForIndonesia
BUAT MALU ‼️
SUDAH MASUK DAN DISIARKAN OLEH MEDIA ASING ‼️
Kebakaran Hutan di Kalimantan, sudah banyak mendapat sorotan dari luar negeri, tidak hanya ASEAN saja tapi media asing mulai menyoroti langsung masalah karhutla ini, bahkan media sekelas Al-Jazeera meliputi dan memantau langsung kondisi di Rasau Jaya, Kalimantan Barat.
KEMENTERIAN PERTAHANAN JEPANG pun juga langsung merespon dan menurunkan 3 helikopter dan 600 personel militer untuk membantu dan mengatasi karhutla di kalimantan.
Betapa geramnya negara luar melihat kondisi dan realita penanganan kebakaran hutan ini ‼️
Seekor orang utan ditemukan terkulai lemas di perkebunan kelapa sawit dekat lokasi karhutla di Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu (30/8). Ia pertama kali ditemukan oleh seorang petani yang hendak berangkat ke ladang.
Orangutan itu kemudian diberi nama Sampurna, sesuai dengan nama desa tempat ia ditemukan.
Dokter hewan kemudian memberikan oksigen dan cairan infus untuk membantu kondisinya. Sampurna juga diduga mengalami infeksi saluran pernapasan.
Sampurna akan menjalani perawatan di pusat rehabilitasi sebelum nantinya dilepasliarkan kembali.
📸: Dok. Reuters.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | galfot | R102 | E164
#bicarafaktalewatberita #kumparan
[LIMITED] FOURTH's MOONLIGHT CAT 🐈 & FOURTH's MIDNIGHT CAT 🐈⬛ — no restocks, no second chances.
Available on September 1, 2026, 10:00 AM (GMT+7)
Exclusively at https://t.co/EsqUf8dfiX
*Limit: 1 piece / color / receipt / payment
Preview now >> https://t.co/oqxe979CET
#TheCatHeBecame
#PURRR
#MuseofMatterMakers
#MatterMakers
Laporan langsung media Internasional Al Jazeera dari lokasi gempa di Flores,NTT.Jelas menelanjangi kebohongan pemerintah soal penanganan bencana.
**Pemerintah radue isen blas
RIP SUAKA MARGASATWA KERUMUTAN!
Rumah Harimau Sumatera Lenyap Jadi Arang!
Mencekam dan membagikan kebiasaan lama yang tak pernah usai: Suaka Margasatwa Kerumutan di Riau salah satu benteng pertahanan terakhir ekosistem alam dan habitat Harimau Sumatera kini luluh lantak dibakar oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab!
Pohon-pohon hijau yang tinggi menjulang berubah jadi hamparan arang hitam. Tak ada lagi naungan bagi satwa langka, semuanya ludes dilahap si jago merah karena keserakahan manusia.
📍 Realita Pahit & Rincian Krusial yang Harus Dibuka ke Publik:
1. Pembunuhan Pelahan Harimau Sumatera & Satwa Endemik
Kerumutan bukan sekadar HUTAN KAYU BIASA, melainkan kawasan konservasi benteng habitat Harimau Sumatera yang statusnya sudah Sangat Terancam Punah. Saat rumah mereka dibakar, satwa ini terdesak keluar menuju permukiman warga yang ujung-ujungnya berakhir dengan konflik, perburuan, atau kematian.
2. Pola Lama: Bakar, Lenyap, Lalu Jadi Perkebunan Sawit?
Kita semua tahu pola sistematis ini: Hutan lindung/suaka dibakar -> statusnya dianggap rusak/kritis -> lalu tiba-tiba diusulkan alih fungsi jadi kawasan perkebunan kelapa sawit atau konsesi industri. Butuh waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk memulihkan ekosistem gambut dan hutan Kerumutan, itu pun JIKA tidak diubah statusnya secara senyap oleh oligarki!
3. Di Mana Ketegangan Penegakan Hukum?
Riau kembali membara, dan yang dikorbankan adalah ruang hidup masyarakat adat, kualitas udara, serta keanekaragaman hayati. Penangkapan eksekutor lapangan saja TIDAK CUKUP jika aktor intelektual dan pemodal di balik pembakaran kawasan konservasi ini tidak diseret ke meja hijau dan dimiskinkan!
Semoga masih ada keajaiban bagi harimau dan satwa-satwa lainnya untuk selamat dan menemukan ruang baru. Namun, sampai kapan kita cuma bisa ngucapin PRAY FOR KERUMUTAN?
Apakah kasus Kerumutan ini bakal menguap begitu saja seperti karhutla tahun-tahun sebelumnya? Suarakan dan tanyakan keberadaan penegak hukum
Innalillahi Kalbar dan Kalteng per hari ini..
Ditambah lg kesulitan air bersih krna air PDAM sangat asin, kabut asap masuk ke rumah, titik api yang masih menyala, dan pemerintahan yang gak berguna