Kalau dunia sedang mempersulit hubungan mu, serta banyak cara untuk berpisah, maka jngn menyerah! Jalan mu sudah tepat. Hadirnya kesulitan karna Allah sedang mencoba mu "apakah kamu mampu? Apakah kamu layak? Dan apakah kamu benar2 mencintainya karna ku"
From : "ya Allah, jadikan lah dia jodohku"
To : ......
"Ya Allah, aku sudah tidak berani meminta siapapun dalam hidupku, saat ku minta dia kepadamu dan kau tunjukan semua tentang dia. maka saat ini, jika ada yg memintaku dan itu baik untuk dunia akhiratku, kabulkanlah doanya"
Semoga kelak kita akan dipertemukan dan dipersatukan dengan seorang yang bisa diajak kerjasama dalam urusan perasaan dan juga dalam urusan kesetiaan, menempatkan kita diposisi satu-satunya bukan salahsatunya.
Cuma karna wanita aja kok nangis?
Seorang lelaki hanya menangis jika memikirkan ibunya, jika seorang lelaki menangis karna wanita, berarti ia mencintai wanitanya seperti layaknya mencintai ibunya.
Kamu bukan belum beruntung, kamu hanya malas!
Kamu bukan sudah beruntung, kamu hanya sedangan di uji!
Dalam setiap kesulitan akan ada keindahan, begitu pun sebaliknya. Yg membedakan hanya kita bersyukur atau kurang bersyukur nya saat berada diatas mau dibawah.
Usaha tanpa doa dan doa tanpa usaha sama2 tidak akan ada hasil nya, maka usaha dan doa harus setara dan berirama.
Begitu pula dengan hubungan, tidak akan ada hasilnya apabila tidak setara dan berirama.
Sabar dulu..
Tahan dulu..
Tuhan saja selalu memberikan kesempatan kepada hamba nya, lalu kita selaku hamba nya tidak bisa memberikan waktu untuk seseorang berubah.
Kalau lah sudah diberikan waktu namun tidak kunjung sadar dengan sikap nya, ambil tindakan tegas segera!
Cinta seorang lelaki dapat dilihat dari perilakunya..
Jika dia tidak pernah marah lagi, tidak pernah cemburu lagi, tidak pernah bertengkar lagi dengan mu, maka kamu telah kehilangan cintanya..
Mungkin saat ini raga nya masih dengan mu tapi tidak dengan cintanya.
Kemanapun raga ini pergi..
Jiwaku tetap bersamamu..
Kemanapun kaki ini melangkah..
Dirimu tetap tujuanku..
Bagaimanapun lisan ini mengucap..
Tetap namamu yg hadir dalam doaku..
Bagaimanapun pikiran ini termenung..
Tetap masa depan bersamamu adalah fokusku..
Yg aku tau, berlari ke arah mu adalah hal yg paling aku inginkan sampai saat ini, perihal letihnya berlari biar hati yg mengurusi, perihal harapan yg patah, biar yg kuasa menuliskan naskah.