Kamu tau gk?
Di Singapura, AQUA (600 ml) harganya 15 ribu 💀
terlihat lebih mahal tapi kalau kita lihat lebih detail:
🇸🇬 Singapura
- Gaji rata" = 70 juta
- Harga AQUA = 15 ribu
Maka, dengan gaji di Singapura bisa beli 4.785 botol
🇮🇩 Indonesia
- Gaji rata" = 3,3 juta
- Harga AQUA = 4 ribu
Maka, dengan gaji di Indonesia CUMAN bisa membeli 825 botol
Banyak yang bilang,
"Gaji di Singapura memang tinggi, tapi biaya hidupnya juga tinggi."
Padahal, di Indonesia malah lebih lucu
Biaya hidupnya tetap terasa mahal, tapi pendapatan masyarakatnya jauh lebih rendah
Sejujurnya gue gak tau ini tulisan akan mengarah ke mana, hanya pikiran random jam 2 pagi setelah melihat demo seharian tadi. If you have time silakan baca or feel free to skip.
Gue tumbuh besar di lingkungan yang sekitarnya penuh dengan kemiskinan. Gue sendiri berasal dari keluar yang biasa-biasa saja, mungkin hanya sedikit lebih beruntung dari yang lain.
Orang-orang hidup dengan serba kekurangan. Boro-boro punya tabungan atau rencana masa depan, besok pun belum tau gimana caranya dapetin makan. Segala macam cara dilakukan untuk bisa dapat uang tambahan.
Dulu kalo pagi suka ada tetangga nenek-nenek, namanya Romlah, sering datang ke rumah bawa jualan kayak jajanan kue atau gorengan, kalo siang ke sore dia lanjut pergi ke sawah. Beliau rajin banget, tapi anak-anaknya pun tetap harus putus sekolah.
Ada juga ibu-ibu tetangga yang buka jasa cuci baju, namanya Bu Sop. Orang di kampung gak punya mesin cuci jadi nyucinya masih dikucek sendiri manual. Beliau meninggal dunia karena penyakit kronis dan tidak punya biaya untuk rutin berobat.
Pengangguran ada banyak, yang putus sekolah banyak, yang sampai ke perguruan tinggi cuma sedikit sekali. Semuanya terhambat masalah ekonomi. Semuanya terjebak dalam kemiskinan struktural.
Yang hidupnya nyaman dan berkecukupan bisa dihitung jari. Gue termasuk yang berkecukupan, tapi tetap ga bisa seenak jidat minta macem-macem ke orang tua. Kalo pengen sesuatu biasanya harus nabung uang jajan sekolah dan beli sendiri.
Gue udah gak tinggal di lingkungan tersebut, tapi sampe sekarang gue selalu ingat betapa susahnya kehidupan orang-orang di sekitar gue dulu.
Sekeras apapun mereka berusaha dan bekerja mereka gak akan bisa keluar dari kemiskinan tersebut. Entah karena keterbatasan ilmu, kemampuan, atau akses ke informasi dan kesempatan.
Mereka gak punya kemampuan untuk mengubah nasib atau memperbaiki kehidupan. Mereka gak tau musti ngapain. Mereka cuma bisa pasrah. Mereka gak peduli siapa yang jadi pemimpin karena buat mereka, siapapun pemimpinnya toh hidup mereka ya begitu-begitu aja.
Di setiap masa pemilu, siapa yang bisa ngasih imbalan itulah yang akan dipilih. Mereka gak punya pilihan lain selain menerima.
Mereka adalah golongan yang rentan dimanipulasi dan dimanfaatkan.
Memang zaman sekarang orang sudah punya smartphone bahkan di daerah. Tapi teknologi tersebut tidak seimbang dengan kemampuan memilah informasi dan berpikir kritis. Belum lagi banyaknya media yang dikontrol, disensor, dan buzzer di mana-mana.
Kita, yang punya akses ke pendidikan yang lebih baik, yang mampu berpikir kritis, yang mengerti apa yang sedang terjadi di atas sana, yang bisa melihat kebohongan dan tipu muslihat, adalah wakil mereka.
Suara kita adalah suara mereka.
Perjalanan mungkin masih panjang, kita mungkin masih butuh banyak belajar, tapi gapapa pelan-pelan aja. Gue tau sangat mudah untuk merasa frustrasi dan putus asa di situasi seperti ini, tapi kita gak bisa buang harapan.
Bareng-bareng yok.
----------
Even if I have to die, I will use the only voice I have to make some noise.
[FOR INTERNATIONAL MOOTS]
Currently there is a demonstration by students and people in Indonesia, condemning our gov and the chaos that is currently happening in our country. If you see one news about it, PLEASE help retweeting it -
Kalian tau ga sih, Pak SBY dulu pas jaman
krisis global mau naikin bensin
400 PERAK doank aja dia pidato loh Live di TV2..
beliau minta maaf ke rakyat dengan wajah yg sedih.
Minta maaf berkali2 harus ambil keputusan itu.
Dia juga banyak kekurangannya, tapi sumpah gw kangen dengan pemimpin kek gitu, yg bertanggung jawab, yg punya empati ke rakyat!
Bukan malah denial bilang rupiah lemah ga ngaruh! Rakyat cuma butuh makan, ga mimpi jadi kaya! 4jg 4jg
cc:threadris_kaanisya
Standar kemiskinan direduksi sedemikian rendah, sehingga mereka bisa bikin klaim “kemiskinan ekstrem berhasil diturunkan”.
Realitas negara yang dikelola para penipu. 👍🏼