Berarti gw mendidik anak-anak jadi anak yang "ga baik" 😁.
Sejak piyik mereka gw biasakan speak up ketika ada yang crossing boundaries, bahkan ke orang yang lebih tua sekalipun.
But then, ibunya juga bukan "orang baik".
I have strong boundaries. Gw percaya menghormati orang lain itu penting, tapi menghormati diri sendiri juga sama pentingnya.
Anak-anak gw gw ajarin bahwa sopan bukan berarti harus diam. Respek bukan berarti harus mengiyakan. Dan memaafkan bukan berarti membiarkan orang mengulang hal yang sama.
Kalau ada yang melanggar batas, boleh bilang tidak, boleh keberatan, dan wajib membela haknya dengan tegas.
Menurut gw, itu bukan mengajari anak ndak sopan ke orang tua -- itu ngajari cara menghargai dirinya sendiri.
Aku baru sadar satu hal ini dari diriku, aku ga suka penolakan, ya i mean siapa yang suka ditolak? Tapi efeknya di aku, aku jadi gak bisa minta tolong, aku gasuka memberi saran atau perintah. Apalagi kalau lawan bicaraku keras kepala, rasanya mau nangis.
Hard lesson buat saya : The crying baby gets the milk.
Dari kecil jarang minta ini itu, bahkan kalo ada yg rusak pun nyoba diperbaiki sendiri dulu. Pas gede ortu saya ternyata ngeliat saya sebagai anak yg gampang diurus. Kuliah disuruh cari beasiswa sendiri, bahkan motorpun ga-
“Jadilah anak kecil barang sebentar lagi. Lebih lama lagi. Bacalah banyak buku tanpa mengerti artinya. Bermainlah tanpa takut sakit. Tonton televisi tanpa takut jadi bodoh. Bermanja-manjalah tanpa takut dibenci. Makanlah tanpa takut gendut. Percayalah tanpa takut kecewa. Sayangilah orang tanpa takut dikhianati. Hanya sekarang (di masa anak-anak) kamu bisa mendapatkan semua itu. Rugi, kalau kamu tidak memanfaatkan saat-saat ini untuk hidup tanpa rasa takut.” — Di Tanah Lada hlm. 197
Temen aku, waktu itu jadi Kaprodi S1. pernah cerita
"Kita ga bisa nyalahin Gen Z ini-Gen Z itu.. Tantangan mereka beda dengan kita
Dulu zaman gw (tahun 90an), pegang ijazah tuh tiket masuk kerja, sebodo-bodonya lu, asal pegang ijazah, itu bisa lah masuk kerja asal ga pilih-pilih kerjaan.
Sekarang, Ijazahnya cuman ngebantu doang. Bahkan anak-anak (Mahasiswa) dari Semester 2-3 juga udah magang, udah intern dimana-mana. Karena kalau ga ya pas mereka lulus udah ketinggalan dibanding their peers.
Gw ga pernah nanya kalau ada mahasiswa izin. Gw tau stressnya mereka gimana, mau ke coffeeshop atau healing juga silahkan aja, generasi sekarang pressurenya emang berat banget"
Yang dari kecil di jakarta pas kuliah merantau ke jawa aja aksennya bisa berubah jadi medok nder, jadi ya wajar aja menurutku, apalagi sehari-hari carmen pakai bakor
@Luvpinks2u Can she talks the normal way pls… no need to force that korean ass accent when speaking her mother language?
‘Oh she been speaking Korean a lot thats why her Bahasa got affected’
Yeah no. I could name BUNCH of foreign idols who speaks their natives normally despite being idol.
Dear @UNICEF,
Indonesian children should never be used to advance any political agenda or government campaign. Indonesia's Child Protection Law emphasizes that every child has the right to be protected from exploitation, violence, discrimination, and any activity that may jeopardize their best interests. Involving elementary school children in public rallies, asking them to carry campaign-style signs or chant political slogans raises serious concerns about whether their rights are being respected.
Children can’t meaningfully consent to political participation. Schools should remain safe spaces for learning—not places where students are mobilized to endorse government policies.
We urge independent monitoring to ensure that children's rights are fully protected and that no child is used as a tool for political messaging.
Dalam satu hari, ada dua AIB BESAR terbongkar.
Pertama pengakuan peserta demo dukungan MBG yg menerima uang Rp. 100.000 dan juga beberapa hadiah.
Kedua terbongkarnya para mahasiswa yang menerima sejumlah uang ketika bertemu wapres gibran.
Dan ga ada yang bisa kita lakukan..
Hello @UNICEF, Indonesian government is forcing elementary school students to join 'rallies', carried signs, and chanting slogans in support of the free meal program that has been widely opposed by the public due to its corruption and state budget hoarding. ⚠️
Do’anya cantik banget :
“Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari ketidakpastian masa depan, dari keputusan yang keliru, dari perihnya kenyataan, dari pahitnya kekecewaan, dari hati yang berbolak balik, dari penghianatan manusia dan cinta yang salah.”