seumur hidup gue selalu tau diri.
gue bermimpi, tapi ada batas. gue berdoa, tapi ga minta berlebihan. gue merasa dalam hidup ini, gue emang ga ditakdirkan untuk menang.
tapi for once... i beg for my life, to be chosen, to be loved, to be fight for.
aku suka banget sama orang yang fokus sama hidupnya sendiri, enjoy sama dunianya, enggak berisik, enggak banyak show off, dan enggak ngejar perhatian. Hidupnya tenang, kerja stabil, work-life balance, enggak haus validasi dan enggak sibuk ngurusin urusan orang lain.
🫶🏿🤍
emang hrs selalu nyiapin ruang kecewa buat apapun, no matter how many times they said they will be together forever, no matter how good their bonds are, no matter how sure we are that they’ll always together, kita beneran gatau apa yang bakal terjadi kedepannya :)
pada akhirnya, bukan lagi
"if he want, he would"
tapi "if Allah has written it for you, it will find its way to you, at the right time, in the right way"
inget, apa yang emang buat kamu, pasti akan jadi milikmu, dan gaakan jadi milik orang lain.
Gw mau yapping wkwkwk
Jangan dibaca sampe full kalau emang ga emotionally available
Menurut gw, sebelum mencoba membuka hati untuk orang lain, lu harus selesai dengan diri lu sendiri.
Lu penuhin semua perasaan lu dulu, bukannya mencari kebutuhan emosi di orang lain.
Cont-
Anyway, shoutout buat sahabat aku yang sabar banget nemenin fase galau–relapse–ngeblok–unblok–nangis–ketawa lagi. Oh iya, dia juga yang ngenalin aku ke People Nearby biar tau dunia gak sempit di satu cowok doang Thankyou bestie, kamu waras banget, dan aku bangga udah ketularan.
meskipun sempet dibuat hancur mental pikiran after break up tapi aku sangat amat bangga sama diri sendiri sekarang udah tenang dan bisa menikmati hidup lagi i deserve better, better love, better respect, better energy.