@worksakun gw masih respek orang2 kaya yang buang-buang duitnya daripada ditimbun karena itu yg ngegerakin ekonomi. tapi ya gak ke LN juga lah, sering2 gabut kyk gini tapi domestik aja..
@bungakebenaran@patrick19286@SukamotoJourney Masinis emang gak sigap kok. that's human error, dan itu lumrah. Ratusan kali belio ls bekasi dan tiba2 ketemu sinyal error + disaat yang tidak tepat. apa ekpetasi lu?
diskusi masinis harusnya udh berakhir, dan bola panas harusnya di DJKA sekarang.
@bntangkjora12@SukamotoJourney ini lagi orang bodoh belain DJKA, lu mau kejadian gini terulang lagi? amit amit. 16 nyawa masih kurang?
B104 merah sudah benar, tapi tidak menjustifikasi J12 berwarna hijau. terus mana ATS woy DJKA? nunggu berapa nyawa lagi ???
@bungakebenaran@SukamotoJourney kalo desain sinyal proper, di lintas sibuk seperti BKS-CKR seharusnya ada 4-5 aspek sinyal yg bekerja (e.g:https://t.co/sYHs2e5P1U),
artinya masinis harus tau ada kereta di depan dgn jarak 4 blok.
lu espek kyk gmn di lintas yg bahkan saat kejadian cuma 1 aspek doang yg bekerja?
@bungakebenaran@SukamotoJourney why? karena masinis adalah manusia.
gw tidak membela inkompetensi masinis, tapi itulah alasan utama ATS dan deadman diciptakan. Tanya DJKA kenapa masih gak mau implementasi ATS walaupun udh berkali kali plh karena sundulan/malfungsi sinyal.
@land_yok@SukamotoJourney sistim persinyalan modern sudah otomatis memberikan sequence sesuai blok depan yg kosong. kontrol ppka hanya membentuk rute.
masalah disini udh sinyalnya error ditambah tidak ada proteksi ATS (auto brake), jadi literally nyawa lu cuma bergantung dari fokus/gak nya masinis doang.
@SkibidiMaxiSMI@6_arung@Nona_Nofi Tapi kenapa ABA bisa lolos? kemungkinannya 2: yg pertama sinyal malfungsi, jika ini benar, maka DJKA yang harus bertanggung jawab. atau kedua, sinyal dibelakang TM sudah menunjukkan aspek yg sesuai, tetapi masinis ABA tidak menaati sinyal.
@SkibidiMaxiSMI@6_arung@Nona_Nofi Taxi ijo 100% bersalah dlm kasus laka KRL CRRC hilir. tapi BUKAN penyebab laka TM vs ABA di jalur hulu.
Jika sinyal jalur hulu berfungsi dgn baik, ketika TM berhenti APAPUN penyebabnya (bisa mogok/ranjau/longsor). 2 blok sinyal di belakang TM otomatis menunjukkan aspek bahaya.
@alsjournall Taksi tidak lebih hanya sekedar pemicu. Penyebab utama lebih ke human error di masinis atau malfungsi persinyalan.
https://t.co/jvhzolLVSy
"Safety regulations are written in blood". Setelah tragedi sundulan KRL Juanda, 2015. Setiap kereta seharusnya sudah memiliki ATS. Faktanya belum. Nampaknya belum cukup darah manusia untuk mengukuhkan regulasi ini. Ternyata nyawa manusia tdk sepenting itu di negara ini.
"Safety regulations are written in blood". Setelah tragedi sundulan KRL Juanda, 2015. Setiap kereta seharusnya sudah memiliki ATS. Faktanya belum. Nampaknya belum cukup darah manusia untuk mengukuhkan regulasi ini. Ternyata nyawa manusia tdk sepenting itu di negara ini.
@aera_ry@alsjournall Jika kereta api gagal berhenti dalam jarak 1-2 blok, maka regulasi jarak antar peletakan blok dan jumlah aspek sinyal ini yang harus dikaji kembali. disini tanggung jawabnya DJKA sebagai regulator.
@aera_ry@alsjournall fyi, sinyal blok railway itu secara sistem sudah otomatis. ada kereta berhenti di dalam blok, apapun penyebabnya = aspek 3 sinyal dibelakangnya otomatis berubah merah>kuning>hijau.
JIKA persinyalan berfungsi dgn baik, seharusnya tidak perlu ada pemberitahuan darurat dari awal.
@ekky1995 Kalo DJKA becus kerjanya. Pertama harusnya kereta udah dilengkapi ATS. Kedua, itu ABA harusnya dapet sinyal merah di Bekasi karena di blok depan masih ada TM, TAPI KENAPA SINYALNYA IJO !???
Udah gila itu yang nyusun persinyalan di lintas Bekasi Cikarang.
https://t.co/GwW72mEQlp
@bengbeng_topp@txttransportasi@txtdrbekasi kalo gak efektif, berarti memang sistem sinyalnya sangat berbahaya. kalo dilihat2 pun, di lintas yang sangat sibuk, sistem sinyal kita tidak punya ATP dan jarak per blok cuma 3 aspek/ 800 meter. kalo gini ya gak heran. DJKA kemana aja selama ini?
@rnskuuhaku69 @outlaw1878x @neohistoria_id Gaada ceritanya tiba2 dpt sinyal merah, kalau blok terisi, sinyal itu akan selamanya merah sampai KRL keluar meninggalkan blok.
ABA melaju 120km/j saat melihat sinyal merah itu indikasi kuat bahwa ada kesalahan di sistem persinyalan KAI
@Imade_kun@Adrianussatrio@txtpegawaipajak@jodaya_56 Ilustrasi ini bner2 misinformasi parah. kalau sinyal blok berfungsi dengan benar, maka sinyal ini harusnya merah karena blok BKST masih terisi KRL, bukan hijau.
Kalau memang beneran hijau dan terjadi sinyal error, maka tersangka utama disini adalah ditjen, selaku pemilik sinyal