@zharki2018 om mau tanyaa, better kulkas 2 pintu LG GN-B212, sharp SJ 246 atau Aqua DTM285 ya? Atau ada rekomen lain yg setara? Bingung cari kulkas inverter yg oke
Adakah yg mau mengangkut baju2ku🥹 dress kondisi new, belum pernah dipakai keluar, baru di try-on aja.. gak cocok cuttingannya di diriku
#wts
1 merah
1 putih
100k takeall, ongkir sendiri dr jakbar
Far too much in Indonesia depends on a thin-skinned former general with a sketchy human-rights record. Prabowo Subianto needs to hear some unpalatable truths https://t.co/8cvnt563TJ
Photo: Getty Images
Seorang guru honorer bernama Reza Sudrajat menggugat Undang-undang APBN tahun 2026 ke Mahkamah Konstitusi (MK) gara-gara program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya berimbas dipangkasnya anggaran pendidikan.
Baca selengkapnya: https://t.co/FMYBX2HPse.
~SN #MBG #GuruHonorer #MK #AnggaranDipangkas
Bagian tersulit dari menjadi dewasa adalah melihat orang tua kita menua.
Melihat daya dari sang waktu menyentuh dua orang yang paling mencintai kita, dua orang yang paling awal mengasihi, dan paling lama.
Semua yang mereka korbankan supaya kita bisa sampai di titik ini, pelan pelan berubah jadi keriput yang menempel abadi di wajah mereka, berubah jadi rambut yang memutih, dan kantung mata yang makin terlihat.
Katanya, setiap tahap hidup punya keindahan. Itu benar. Tapi hampir tidak ada yang menyiapkan kita untuk rasanya duduk di meja makan, melihat mereka makan, lalu sadar, senyum mereka tidak semuda dulu.
Ya dan kita juga.
Kita masih anak bagi mereka, tapi kita bukan anak kecil lagi. Aneh rasanya. Kita dan orang tua kita sama-sama orang dewasa, tapi dipisahkan beberapa puluh tahun jarak usia.
Tumbuh besar tidak pernah sempurna. Memang begitu. Karena kita juga cobaan pertama mereka menjadi orang tua. Mereka belum pernah menjadi orang tua sebelumnya.
Walaupun begitu, aku tidak akan menukarnya dengan versi apapun walau katanya lebih baik.
Aku baru mengerti, aku dan orang tuaku tumbuh besar bersama, dan ada sesuatu yang indah di sana.
Tapi yang kadang membuat haru adalah aku sadar aku punya kehidupan ini karena mereka pernah mengalah, pernah menepi, pernah memberi ruang.
Hidup yang aku jalani hari ini, dibangun dari hidup yang dulu mereka sisihkan untukku.
Dan sekarang aku menyaksikannya langsung di depan mata.
melihat mereka mulai lebih sering istirahat karena lelah yang ia simpan rapi.
melihat mereka lebih pelan saat berdiri, lebih hati hati saat melangkah, seolah sedang belajar menerima dahsyatnya kekuatan waktu pada tubuhnya.
Aku melihat tangan mereka. Tangan yang dulu kuat mengangkatku, menuntunku menyeberang, merapikan seragamku, mengusap-usap kepalaku, kini punya garis garis halus yang tidak pernah ada di masa kecilku.
Kadang aku menangkap momen kecil yang menghenyakkan.
Mereka mulai sering mengulang cerita yang sama, mulai sering lupa untuk hal-hal memori jangka pendek. Mulai menunjukkan semua hal yang aku baca di buku ajar geriatri, ilmu kesehatan usia lanjut.
Mereka bertanya hal yang sama dua kali, dan aku dulu tergesa menjawab, Sekarang aku memilih menatap mata mereka dengan senyum, menjawab pelan, karena aku sadar, yang mereka cari bukan sekadar jawaban, tapi kehadiran.
Aku mulai paham, ada doa yang tidak diucapkan lewat kata, tapi lewat kebiasaan mereka.
Mereka masih mencintaiku dengan cara yang sama, hanya saja tubuh mereka tidak lagi secepat hati mereka.
Di masa kecil, aku merasa waktu berjalan lambat. Aku ingin cepat besar. Aku ingin cepat punya kebebasan. Aku ingin cepat menjadi siapa pun yang aku impikan.
Sekarang, ketika aku sudah sampai, aku justru ingin waktu melambat.
Aku ingin satu makan malam lagi tanpa buru buru. Satu perjalanan lagi dengan tangan mereka di sebelahku. Satu pagi lagi mendengar suara mereka memanggil namaku dari ruang tengah. Satu kesempatan lagi untuk bilang, terima kasih untuk segalanya. Satu kesempatan lagi untuk memeluk lebih lama, tanpa alasan.
Karena aku sangat mengerti.
Orang tua tidak pernah meminta kita membalas semua pengorbanannya. Mereka hanya ingin kita hadir, sesering yang kita bisa. Mereka hanya ingin kita pulang, meski sebentar. Mereka hanya ingin kita baik baik saja menjalani kehidupan, meski mereka sendiri sedang belajar menua.
Sedikit lebih lambat. Sedikit lebih tua. Tapi tetap sama, dicintai, sepenuh itu.
Dan kalau suatu hari nanti garis garis itu makin banyak, langkah mereka makin pelan dan terbatas, aku ingin mereka tahu satu hal.
Aku tidak pernah benar benar pergi dari rumahnya. Aku sadar, cinta paling murni yang pernah kita terima, sedang berjalan menuju senja.
Dan tugas kita sederhana.
Menemani mereka sampai matahari benar benar turun, dengan hati yang lembut, dengan waktu yang kita sisihkan, dengan pelukan yang jangan kita tunda, dengan kata kata indah yang jangan kamu hemat.
Karena mereka tidak pernah hemat mencintaimu.
1006 orang meninggal. Belum ada yang dipenjara. Belum ada status bencana nasional. Presidennya sibuk jalan ke luar negeri. Kabinetnya nolak bantuan luar. Menterinya sibuk mantau donasi. DPRnya iri ama influencer yang ke lapangan. Uda gila negara ini
Kenapa gaji guru di Jepang bisa 290 rb Yen sebulan atau sekitar ±31 jt rupiah? Jlh ini setara pekerja kantoran, bahkan ada tunjangan khususnya.
Krn di Jepang tdk ada surga, sehingga semua gaji dan hak guru dipenuhi di dunia. Tdk ada konversi jadi pahala oleh kementerian Jepang.