@hansdavidian kemarin gue mikir gini
perasaan dulu klo ada bencana biasanya presiden2 terdahulu cepet2 presscon tenangin masyarakat yg nunggu kabar keluarganya yg gak bisa dihubungi
patah bgt hati gue sm sikap kepemimpinannya ya Allah ini hal besar, tentang nyawa dan kehidupan.
Bom Bali 2002 kejadian 12 Oktober, Megawati datang ke lokasi 13 Oktober.
Tsunami Aceh 2004 kejadian 26 Desember, SBY berangkat ke lokasi 27 Desember sampai kurleb 2 harian.
Tsunami Palu 2018 kejadian 28 September, Jokowi sampe lokasi 30 September.
Banjir Sumatera 2025 mulai 21 November, mulai tersebar kabar ke luar 27 November, Presiden Prabowo berangkat 1 Desember.
Cuma ngasih tau fakta.
Lu liat sendiri kehancurannya! 604 nyawa melayang! Gubernur Aceh sampai menangis bilang ini Tsunami Kedua, 4 kampung hilang entah ke mana! Bupati terpaksa terbitkan surat "TAK MAMPU" karena sistem kalian bangkrut! Kalian tahu apa yang paling memalukan? Di tengah semua kehancuran ini, rakyat kami harus mengemis minta tolong ke Raja Thailand dan Brunei karena bantuan RI tak kunjung datang! Kalian lebih takut rugi gengsi daripada kehilangan nyawa!
Kalian hanya mengirimkan tangisan Eko Patrio, bukan ekskavator yang dibutuhkan!
โSekarang lihat prioritas kalian yang busuk! Kalian cepat sekali kerahkan Polisi untuk menangkap 16 warga Sibolga yang cuma cari makan, tapi headline jelas-jelas bilang: Penjarah Hutan Tak Tersentuh Hukum! Kalian melindungi gudang minimarket, tapi kalian membiarkan pembunuh lingkungan yang menyebabkan longsor ini aman! Dengar pesan dari korban selamat, Reni: "Jangan Tebangi Hutan Kami Lagi!" Kalian berjanji akan membangun kembali rumah, tapi janji itu omong kosong selama kalian masih melindungi cukong yang menjual tanah air kami!
โKalian sudah melihat aib dan bukti busuk ini. Jangan biarkan kemarahan ini jadi sampah yang berserakan di linimasa! Kalian tahu siapa yang patut disalahkan. Kumpulkan barisan! Ajak setiap jiwa yang punya darah panas dan hati nurani yang sama untuk ikut menyaksikan dan menyebarkan kebenaran yang tidak akan disensor ini.
โKalian menjual hutan kami, dan harga mati yang dibayar adalah darah rakyat! Kumpulkan suara. Kalian tahu ke mana harus mencari sumber suara yang tak mau minta maaf ini kan!