장미 무료뺑이 추천
⭐️기본 룰렛 ⭐️
: 홈룰렛(5회) + 동영상룰렛(5회) + 출석룰렛(1회) + 장미 20개 안 될 때 투표 누르면 돌릴 수 있는 룰렛(2회)
1) 틱톡라이트 - 설치 이력만 없으면 제일 쉽게 장미 천개가량 얻을 수 있어서 추천
2) 꿈의 마을 - 계속 붙들고 있어야 되는 게임이 아니기도 하고 장미 많이 줘서 추천
3) 샌드 소팅 - 이건 그냥 시간 보낼 때 하나씩 하기...
4) 애디스콥 SNS - 유튜브/인스타/트위터 팔로우 캡처본만 업로드하면 돼서 간편함
‼️버블팝도 쉽긴 한데 저는 보상이 제대로 안 들어왔고... 탑워도 힘들게 18레벨 갔는데 보상 안 들어옴 참고하세요 -.-
💥박지훈 x 메이크프렘 미공개 포카 증정 조기 품절..
아쉬우신 분들을 위해!! RT 이벤트 빠르게 낋여왔어요(˶ᵔ ᵕ ᵔ˶)
당첨자 10분께 클렌징 밀크 200ml 본품과 ★박지훈 포카 1세트★를 드려요💚🎁
💌이벤트 진행 기간 : 7/2(목) - 7/8(수)
💌당첨자 발표 : 7/13(월)
💌당첨 인원 : 10명
💌당첨 선물 : 세이프 미 릴리프 모이스처 클렌징 밀크 200ml 1개 + 박지훈 포카 1세트(2매)
💌참여 방법 : 네이버뷰티 트위터 계정 팔로우 + 해당 게시글 리트윗 + 댓글
💌선정 방법 : 인용으로 메이크프렘 클렌징 밀크와 박지훈 포카에 대한 기대평을 남겨주시면 당첨 확률⬆️
유의사항
*당첨자 발표는 개별 DM 및 게시물 답글로 안내합니다.
*리트윗 확인하기 어려운 비공개 계정이나, 당첨 안내를 위한 메시지 창이 비활성화 되어 있을 경우 당첨되지 않습니다.
*당첨자에 한해 개인정보 열람이 있을 수 있으며, 수집된 개인정보는 동의 받은 목적 외 목적으로는 이용되지 않습니다.
*상품 배송 시 해외 배송은 불가합니다.
*이벤트 당첨자 발표일 전 팔로우 취소 시 당첨이 취소될 수 있습니다.
#RT #FOLLOW #EVENT
[RECAP] Project Airlight - Support Fancon Park Ji Hoon <RE:FLECT> in Ho Chi Minh & Ha Noi 🩵
Project by JihoonAirVN & VMays 🇻🇳
In total, 10 support projects were successfully completed, as outlined below.
#박지훈#PARKJIHOON#AIRLIGHT
공연끝나고 띨롱 서있었더니 베트남 메이 두분께서 귀여운스티커 주시길래 제가 다닌 해외공연 중 손꼽을만큼 정말 신났고 큰호응 덕분에 잊지 못할 추억 가득안고 간다고 말씀드렸음 너무 재밌었고 감사했다고 베트남 최고라고 했더니 본인들이 더 고맙다고 해주시는데 괜히 뭉클했음 짧은대화였지만 지훈이 향한 애정이 정말 다 전해왔고 그 따뜻함 덕분에 이번 베트남 팬콘이 더 오래 기억에 남을것 같아요 주최측의 미흡함은 아쉬움으로 남을뿐 이번 공연에서 얻은 제 추억까지 흐리지는 못할것 같아요(저도 하바회 밀침당하고 망한 1인 헤헤) 오히려 돌아와서 생각해보니 그 일들로 가장 속상했던건 베트남 메이들이었텐데 그 마음을 미처 다 헤아리지 못했던것 같아 미안해요 저는 다음에도 해투 나라중에 베트남 꼭 갈 것 같아요 다음에는 주최측까지 완벽하게 모두가 더 행복하고 더 멋진시간 함께 만들어봐요♡
🩵 AIRLIGHT | PROJECT #3 – FMV FOR JIHOON 🩵
Project by JihoonAirVN & VMays
Due to the fancon timeline, the video we prepared for the HCMC fancon couldn’t be shown. We hope this video reaches Jihoon and everyone who loves him 🩵
#박지훈#PARKJIHOON#AIRLIGHT
🩵 𝐀𝐈𝐑𝐋𝐈𝐆𝐇𝐓 | 𝐏𝐑𝐎𝐉𝐄𝐂𝐓 #𝟑 𝐏𝐑𝐄𝐕𝐈𝐄𝐖 𝐒𝐓𝐀𝐍𝐃𝐄𝐄 🩵
10 WATER-BASE STANDEES
𝑷𝒓𝒐𝒋𝒆𝒄𝒕 𝒃𝒚 𝑱𝒊𝒉𝒐𝒐𝒏𝑨𝒊𝒓𝑽𝑵 & 𝑽𝑴𝒂𝒚𝒔
Special thanks to fansite @529x99 & @doong_yam for allowing us to use their photos.
#ParkJihoon#박지훈#Airlight
🩵 AIRLIGHT | PROJECT #1 – LED OUTDOOR SUPPORT 🩵
Project by JihoonAirVN & VMays
To welcome Jihoon back to Vietnam, LED support ads will light up both Ho Chi Minh and Ha Noi ✨
#박지훈#PARKJIHOON#AIRLIGHT#WelcomePJHbacktoVN
🩵 AIRLIGHT | PROJECT #1 – LED OUTDOOR SUPPORT 🩵
Project by JihoonAirVN & VMays
Location: 12bis Nguyen Hue (Ho Chi Minh)
Date: 2026.06.18
Time: 6:00-13:00 & 15:00-22:00
#박지훈#PARKJIHOON#AIRLIGHT#WelcomePJHbacktoVN
Kalian udah nonton drakor original Netflix terbaru, Teach You a Lesson?
FYI, episode 5 terinspirasi dari kisah nyata yang pernah menghebohkan dunia pendidikan Korea Selatan. Seorang guru SD berusia 20-an mengakhiri hidupnya akibat tekanan kerja karena intimidasi wali murid yang berlebihan.
Yuk, kita bahas!
Kasus kematian guru SD Seoi (서이초 교사 사망 사건) menjadi salah satu peristiwa paling mengguncang dunia pendidikan Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir. Tragedi ini bermula pada 18 Juli 2023, ketika seorang guru perempuan berusia 20-an yang menjadi wali kelas 1 di SD Seoi, Distrik Seocho, Seoul, ditemukan meninggal di ruang persiapan bahan ajar sekolahl sebelum jam masuk siswa.
Pada awalnya, penyebab kematian belum diketahui secara pasti. Namun, kabar tersebut dengan cepat menyebar di kalangan guru dan masyarakat, memicu berbagai spekulasi mengenai tekanan yang mungkin dialami korban selama menjalankan tugasnya sebagai guru. Sehari setelah kejadian, berbagai organisasi guru mulai menuntut penyelidikan menyeluruh. Di media sosial dan komunitas daring, muncul dugaan bahwa korban mengalami tekanan berat akibat keluhan orang tua murid, masalah kedisiplinan siswa, serta penanganan konflik antar siswa di kelasnya.
Kontroversi semakin membesar ketika pihak sekolah mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa korban bukan petugas khusus penanganan kekerasan sekolah dan tidak ada kasus kekerasan sekolah yang dilaporkan secara resmi pada tahun tersebut. Pernyataan itu justru memicu kritik karena dianggap terlalu defensif dan tidak menjawab berbagai pertanyaan yang muncul di masyarakat.
Titik balik kasus ini terjadi pada 21 Juli 2023 ketika Serikat Guru Seoul merilis berbagai kesaksian dari guru-guru yang mengenal korban. Dari kesaksian tersebut terungkap bahwa korban selama beberapa waktu menghadapi tekanan yang cukup besar dari sejumlah orang tua murid. Salah satu peristiwa yang menjadi sorotan adalah "Insiden Pensil", yaitu kejadian ketika seorang siswa menggores dahi siswa lain menggunakan pensil. Setelah insiden tersebut, korban disebut menerima banyak telepon dan keluhan dari orang tua kedua belah pihak. Orang tua siswa tersebut menelepon tanpa henti di nomor pribadinya. Bahkan menurut rekan kerja, korban sempat mempertimbangkan untuk mengganti nomor telepon pribadinya karena merasa terganggu dan tertekan. Orang tua siswa tersebut juga mengunjungi kantor guru dan memberikan komentar pada korban, "Gimana sih kamu ngurus anak-anak?" dan "Kamu gak memenuhi syarat jadi guru!"
Kesaksian lain juga mengungkap bahwa di kelas korban terdapat beberapa siswa yang mengalami kesulitan beradaptasi di sekolah dan sering menunjukkan perilaku agresif atau emosional. Salah satu siswa disebut kerap berteriak kepada guru. Rekan-rekan korban juga menyebut bahwa korban sering mengeluhkan beban kerja yang jauh lebih berat dibanding tahun sebelumnya.
Informasi tersebut memicu kemarahan dan simpati besar dari para guru di seluruh Korea Selatan. Pada 22 Juli 2023, ribuan guru mengenakan pakaian hitam dan berkumpul secara sukarela untuk menggelar aksi peringatan dan protes. Mereka menilai kematian guru tersebut bukan sekadar tragedi pribadi, melainkan cerminan dari memburuknya kondisi kerja guru serta melemahnya perlindungan terhadap hak-hak mereka.
Seiring berjalannya waktu, berbagai investigasi dilakukan oleh kepolisian, Kementerian Pendidikan, dan Kantor Pendidikan Seoul. Hasil penyelidikan mengungkap bahwa korban memang menghadapi kombinasi berbagai tekanan. Selain harus menangani siswa yang membutuhkan perhatian khusus, ia juga harus menghadapi banyak pekerjaan administratif dan komunikasi intensif dengan orang tua murid. Beberapa rekan guru bersaksi bahwa korban sering merasa cemas, kelelahan, dan terbebani oleh tanggung jawab yang harus ditanggungnya.
(cont...)
Ada satu peristiwa di real life yang mirip dengan kejadian di episode 3 drama Teach You a Lesson.
Seorang guru SMA putri di Busan dikeluarkan dari kegiatan mengajar, gagal menikah, dan menderita tekanan mental setelah menerima tuduhan palsu atas pelecehan seksual pada siswinya.
Pada 13 Oktober 2025, program JTBC "Case Manager" mengungkap kasus tuduhan palsu yang dialami seorang guru SMA putri di Busan.
Guru yang disebut sebagai Guru A telah mengajar selama 5 tahun. Ia dikenal sebagai sosok yang ramah, perhatian, dan lembut sehingga cukup populer di sekolah. Ia diangkat menjadi seorang guru etika.
Seorang siswi kelas 1 bernama B selalu mengikuti pelajarannya dengan sungguh-sungguh. Pada semester pertama tahun 2024, Siswi B pernah meminta nomor kontak pribadi Guru A dengan alasan ingin bertanya mengenai pelajaran. Karena menganggap Siswi B sebagai murid yang baik, A dengan senang hati memberikan nomor teleponnya. Namun sejak saat itu, Siswi B mulai sering menghubunginya untuk urusan pribadi.
Siswi B mengirim pesan kepada Guru A bahwa dirinya pernah menjadi korban bullying di masa lalu dan sering mengatakan bahwa ia "ingin mati". Tak hanya itu, ia juga meminta Guru A datang menemuinya pada akhir pekan untuk bertemu secara pribadi. Bahkan minta diantar untuk mengikuti lomba seni.
Lama-kelamaan, orang-orang di sekitar mulai mengatakan bahwa Siswi B tampaknya menyukai Guru A. Karena itu, Guru A memutuskan untuk menjaga jarak dengan siswi tersebut.
Guru A mengatakan bahwa sebaiknya jangan terlalu sering bertemu. Lagipula Siswi B sudah terlihat ceria dan mulai memiliki banyak teman. Guru A juga menegaskan bahwa ia ramah karena profesionalisme sebagai guru. Di akhir pekan mereka hanya orang asing yang memiliki kehidupan sendiri.
Setelah seminggu berusaha memberi batasan, Guru A justru dilaporkan oleh Siswi B dan seorang temannya atas tuduhan pelecehan seksual. Dalam pemeriksaan polisi, Siswi B dan temannya mengaku saat konseling, Guru A memijat betisnya, mengelus tangan, memegang lengan, serta menyentuh dada.
Akibat kejadian itu, Guru A dikeluarkan dari kegiatan mengajar. Namun pada bulan Maret 2025, kejaksaan memutuskan untuk menghentikan kasus mempertimbangkan beberapa hal, antara lain:
• Kesaksian Siswi B dan temannya tidak konsisten,
• Rekaman CCTV di sekolah menunjukkan pada saat kejadian, Siswi B terlihat tersenyum dan menyampaikan rasa hormat,
• Sehari setelah kejadian, Siswi B menulis surat tangan kepada Guru A bahwa ia ingin menjadi guru sepertinya.
Setelah dinyatakan tidak bersalah, Guru A memutuskan kembali ke sekolah untuk memulihkan nama baiknya. Namun, respons pihak sekolah justru sangat dingin. Pihak sekolah terus mendorongnya untuk pindah agar tidak menimbulkan masalah. Ketika Guru A ingin mengajukan sidang Komite Perlindungan Hak Guru, pihak sekolah justru berkata bahwa Guru A jadi orang yang bakal menghancurkan hidup para siswa.
Hingga semester kedua tahun 2025, Guru A masih sepenuhnya dikeluarkan dari jadwal kegiatan mengajar dan dikucilkan di lingkungan sekolah. Bila tidak mau pindah, ia diancam akan dikeluarkan oleh kepala sekolah dengan wewenang jabatannya.
Sementara itu, kedua siswi yang memfitnahnya masih menjalani kehidupan sekolah dengan normal. Mereka bahkan tidak pernah meminta maaf. Karena itu, Guru A akhirnya melaporkan keduanya atas dugaan laporan palsu.
Guru A juga menceritakan dampak tuduhan palsu tersebut dalam hidupnya. Setelah mendengar kabar tersebut, ibunya jatuh pingsan. Ia juga gagal menikah dengan tunangannya. Guru A mengalami guncangan mental yang berat hingga didiagnosa menderita gangguan stres dan depresi.
Ia menambahkan, "Saya menjadi guru karena menyukai anak-anak. Namun sekarang saya sudah kehilangan keberanian dan kepercayaan diri untuk berdiri di depan para murid. Saya bahkan sedang mempertimbangkan untuk meninggalkan profesi guru."
-------------------
Based on article by Newsis (Reporter Choi Hyunho)
Indonesian summary by jeongjeonginuna
“When asked whether he had any regrets about entering the military at the peak of his popularity, Park Jihoon answered simply:
‘What scares me more is becoming someone who thinks, ‘I’ve already made it.’”
so cool respectable admirable & inspiring 🥺
🔗 https://t.co/K2W4t5vQZX
Seru kali tulisan mba Choi Boyun gijanim tentang Park Jihoon ini. Sebagai sesama 'juru ketik', suka banget sama narasi pembukanya 🥰
"Transformasi dari sosok Raja Tragedi yang menguras air mata menjadi Koki Legendaris yang sukses mengocok perut sampai nangis rasanya sangat kontras.
Sampai-sampai, penonton mungkin ragu apakah satu aktor benar-benar bisa mengeksekusi dua peran yang saling bertolak belakang ini dengan sama baiknya.
Tapi, Park Jihoon membuktikan bahwa ia mampu mendobrak batasan tersebut dengan satu prinsip utama: "konsisten".
Di balik pesonanya yang memadukan aura boyish dan kedewasaan, ia mengaku pantang merasa cepat puas atau terbebani.
Alih-alih bersantai, ia justru lebih memilih terus membedah naskahnya berulang kali sampai lecek.
Ia menyesuaikan tatapan matanya demi mengeksplorasi spektrum akting yang lebih luas.
Pengalaman dan dedikasinya berkarier di depan kamera sejak usia tujuh tahun inilah yang perlahan membentuk seorang Park Jihoon yang kita kenal sekarang.
Ketika ditemui belum lama ini, aktor berusia 27 tahun tersebut tampil begitu tenang dan membumi sejak awal obrolan. Sama sekali tidak ada kesan star syndrome.
Padahal, ia baru saja mencetak rekor luar biasa. Filmnya, The King's Warden, sukses menembus 16,89 juta penonton dan menduduki peringkat kedua box office terlaris sepanjang masa di Korea.
Di saat bersamaan, dramanya di TVING/tvN, The Legend of Kitchen Soldier, juga sukses meraih rating tertinggi di angka 7%.
Punya dua mega-hits berturut-turut sebenarnya sah-sah saja kalau ia mau sedikit berbangga diri.
Namun, Jihoon justru memilih merendah, 'Nggak ada yang berubah, kok. Saya cuma selalu berusaha melakukan tugas yang diberikan dengan baik.'"
Baik, aku akan membaca artikelmu sampai selesai gijanim 🙇♀️
"'디스패치'가 지난 2일, 서울 종로구의 한 카페에서 박지훈과 라운드 인터뷰를 진행했다. 언제나 그랬듯이 메모지와 펜을 들고 질문을 경청하는 그는, 여전히 단단하고 올바른 배우였다."
[ⓓ인터뷰] "그래도, 달라질 건 없어요"…박지훈, 배우의 마인드
📰 https://t.co/eFZtp2cAa0
https://t.co/QzJLwmRSmz
지난 2일, 서울 종로구의 한 카페에서 박지훈과 라운드 인터뷰를 진행했다. 언제나 그랬듯이 메모지와 펜을 들고 질문을 경청하는 그는, 여전히 단단하고 올바른 배우였다.
"그래도 '왕사남' 때보다는 이번이 눈빛에 더 힘이 있을 것 같긴 합니다. 성재만의 강단있는 모습, 혹은 분노를 참을 때, 잠깐 나오는 서늘함…. 아시는 분들은 아실 수 있도록, 이런 것들을 넣어보자고 생각했어요."
"대신 대본을 정말 천천히, 많이 봅니다. 대사 하나 하나 머릿속으로 이미지 메이킹을 하며 정독해요. 먼저 캐릭터가 어떤 분위기인지 공부하고, 그 다음 눈빛을 파악해요. '평소 이 사람은 어떤 습관을 가질까?' 하는 것들을 상상하며 캐릭터를 만들어 나가요."
그는 "제게는 현장이 정말 중요한 것 같다. 대사를 철저하게 외워 현장에 나간다. 상대 배우 분이 해 주시는 것을 보고, 흡수하고, 경청하고, (반대로) 표현하는 것"이라며 "이런 게 제 (연기) 스타일인 것 같다"고 전했다.
자신의 최대 장점인 눈빛에 대해서도 "작품에 몰입하고, 현장에서 (상대 배우가) 해주시는 것들을 받아서 돌려 드리는 것 뿐이다"며 "눈빛을 어떻게 하려고 특별히 노력하지는 않는다. 역할에 몰입해서 나오는 연기라고 생각한다"고 겸손한 답변을 했다.
제대 후 목표는 무엇일까. 박지훈은 "순간 순간, 제게 주어진 임무에 최선을 다하는 배우가 되고 싶다. 많은 분들이 믿고 보실 수 있는, 그런 배우가 됐으면 좋겠다. 시청자들과 에너지를 공감하고 싶다"고 소망했다.
애드립 관련 이야기나 배우 박지훈 인터뷰 흥미롭고 멋있다 . .