Karena saya ada di foto tersebut, izin ikut menyampaikan pendapat berdasarkan pengalaman empiris mengikuti komunitas baca/sastra yang ada diskusinya, maupun yang silent reading.
Kritik @berhomonim benar. Apalagi kalau memang betul, latar belakang pendidikannya linguistik maka, semakin valid.
Tapi, seperti banyak akademisi dan kritikus juga, dia nampaknya (sekali lagi saya tekankan nampak atau sepertinya, karena saya gak tau juga apakah dia pernah mengelola/mengikuti komunitas baca/sastra yang berdiskusi dan atau yang hening) terjebak dengan teori tanpa melihat realita lapangan.
Di dalam masyarakat yang literasi serta minat bacanya rendah, klub baca hening diperlukan untuk awalan. Tidak semua orang mampu mendiskusikan bacaan yang berat dan terarah/terfokus.
Karena memang tingkat pemahaman bacaan tiap orang berbeda, bahkan di dalam Pendidikan Tinggi bahkan di satu fakultas katakanlah fakultas bahasa dan sastra.
Makanya, sampai rata-rata angka minat baca dan pemahaman literasi masyarakat kita tinggi ya biarkan saja malah harus ditumbuhkan: klub baca hening tersebut. Tapi, kalo di kampus sih emang harusnya diskusi, tukar gagasan dan tukar pikiran tentang buku yang dibaca, kalau mahasiswa atau anak kampus aja gak diskusi gimana masyarakat umum dah.
Oh iya, saya sepakat tidak usah terlalu meromantisasi baca buku karena seharusnya itu adalah hal yang normal. Mau di toko buku, kereta, kopi shop, bis, angkot, toilet, semak-semak, harusnya emang baca buku ya bukan hal yang romantis tapi normal bahkan wajib. Ini pernah saya sampaikan juga di FGD dengan Gramedia dan Populix 2 tahun lalu sebelum mereka buat Makarya dan Jalma.
Namun, sekali lagi, kita perlu melihat adat istiadat setempat alias local wisdom, mungkin emang perlu baca diromantisasi dulu biar jadi hal yang normal dan biasa.
Tabik... Salam hormat, apapun klub bacanya, cara bacanya mau rame-rame tapi hening, mau ramai diskusi, mau read aloud, bahkan hanya baca sendiri, yang penting baca. Yang salah yang kagak baca kayak pemerinteh eh wakel presidan eh gibrun.
Assalamualaikum, selamat pagi, selamat bulan Juni....
Semoga yang belum eligible, jadi eligible.
Yang belum payout, dapat payout.
Yang udah dapet payout, makin dapet payout lebih besar.
Yang punya utang, bisa lunas utangnya.
Yang ingin menikah, dapat jodoh.
Aamiin.🙏🤲😇
Jadi, lagi kurasi daftar niche di xmoots
Tadinya mau gue masukin tuh si poop ke niche tukang timpa
Scroll scroll
nemu kerupuk apalah ini 🤬
Ternyata valid ya dugaan kita tentang si poop dengan kejadian di Muara Angke 🥀
Anjay
Sekarang tiap kalian drop link XGRIND, bakal muncul banner baru kaya gini
Thank you Elon and X Dev Team 👑
Btw...
Aku dapet banyak dm/mention yang makasih ke XGRIND, makasih supportnya juga yaaa mari kita growth bareng2.
Aku sendiri bayangin kalo gapake xgrind, pake Yuzurisa aja, mungkin dibilang safe, gas terus
Endingnya, ekosistem X Indo bakal sama kaya negara lain, spammy 😅
Balik lagi, selain fitur cek followers, fitur apa lagi yang kalian pengen ada?
Mengkoreksi di sini, lu bebas dah fans apaan aja, mau City, Chievo, Crystal Palace dan lain-lain tapi kalau berpendapat apalagi nyebut sejarah: ", liga Italy juga liga pertama yang disiarkan di Indonesia..."
Alangkah baiknya riset atau tanya AI kalau males riset.
Liga Inggris (First Division) justru liga pertama yang ditayangin di Indonesia (TVRI) dari tahun 66 abis Inggris juara dunia.
"Oh maksudnya TV Swasta bang."
Tetep, TV Swasta (RCTI) juga nyiarin liga Inggris pertama kali tahun 88. Baru 89, Itali.
Gitu aja sih.
Info lagi aja buat temen2, terutama akun2 masih nyari algorithm trust
• apalagi yg kena index, pernah atau jaga2 biar ga kena index bahkan 🐋 •
kalo post, entah crypto, foto AI, atau foto2 potongan hewan kurban, bahkan... gym 🥲
coba aktifin ini 👇
Buka-bukaan sajalah. Saya bukan hanya nyaranin, tapi betulan membatasi jumlah postingan.
Lebih saya prioritaskan berbalas komentar dan berkunjung ke berbagai akun, hingga lahir 294 "replies" dari saya.
Ini data hingga saat saya tulis ini, hingga mencatat 1,7 ribu engagement.
Ini juga yang terbaca oleh algoritma bahwa ada kehidupan dr cuitan yang saya lempar meski hanya 12 posts.
Makanya bbrp bisa muncul dan menjangkau jauh keluar dari lingkaranfollower. Bahkan non-follower juga ter-engage juga dgn cuitan itu.
So, prioritaskan interaksi, membalas komentar di cuitan sendiri lebih2 dlm 30 menit pertama (prioritas) dan gerilya juga di akun-akun lain.
Perbanyak interaksi, cukup hanya beberapa post di akun sendiri. Apakah ada yang make resep yang sama?
alhamdulillah, day 3 cenblu langsung tembus 5.000.000 impressions
jujur Ini bukan keberuntungan
ada framework spesifik yang gw pakai dan hampir semua orang skip bagian ini
gw akan breakdown semuanya di bawah 🧵
Saya mau bahas investasi, bagaimana cara merubah 85 ribu menjadi 12 juta dalam waktu sebulan...
Langganan X Premium!
Tapi sebelum itu harus..
Posting tiap hari, sehari minimal 3x
Cari temen cenblu setiap hari
Jbjb kesesama cenblu tanpa pandang bulu
Konsisten dan harus tahan banting 😁
��