Maret 2026.
Mitra MBG bernama Hendrik Irawan viral joget-joget sambil pamer dapat Rp6 juta per hari.
Publik marah. BGN menegur. Dapurnya disuspend.
Tapi berhenti dulu. Mari ikuti angkanya.
BGN dalam siaran pers resminya mengkonfirmasi:
insentif Rp6 juta per hari memang hak setiap mitra SPPG.
Diatur dalam Keputusan Kepala BGN Nomor 401.1 Tahun 2025.
Berlaku untuk semua 27.735 dapur yang aktif.
Tetap cair meski sekolah libur, cuti bersama, atau dapur di-suspend sekalipun.
Hitung sendiri:
Rp6 juta × 27.735 dapur = Rp166 miliar per hari× 313 hari operasional = ~Rp52 triliun per tahun , hanya untuk insentif fasilitas, belum bahan makanan, belum operasional
Total anggaran MBG 2026: Rp268 triliun dari APBN , sekitar 7% dari total belanja negara. Tidak ada program makan sekolah di negara mana pun di dunia yang menyedot porsi APBN sebesar ini (rata-rata global: 0,1–0,5%).
Hasil programnya:
a. 37.270 anak keracunan sejak Januari 2025 (JPPI, Mei 2026), tersebar di 31 provinsi
b. Mayoritas SPPG belum bersertifikat laik higiene sanitasi
c. Program berjalan tanpa Perpres, tanpa audit independen yang bisa diakses publik
Masalahnya bukan Hendrik yang joget.
Hendrik satu dari 27.735 mitra yang menerima insentif yang sama dari sistem yang sama.
Yang patut dipertanyakan bukan orang yang joget di depan kamera.
Yang patut dipertanyakan adalah: siapa yang merancang sistem di mana Rp268 triliun uang pajak rakyat mengalir lewat puluhan ribu dapur swasta tanpa transparansi, tanpa Perpres, tanpa audit publik , sementara 37.270 anak sudah jadi korban keracunan dan program ini tetap jalan?
Madilog: ikuti logika angkanya. Bukan jogetnya.
I will not go and see Christopher Nolan’s "The Odyssey", not even from a critical perspective.
I am a cinephile, and I know Nolan is an excellent director, but he deserves to be sanctioned.
🛑 Anyone who obeys the new woke norms no longer deserves our money.
This must become a habit, a trend: these deeply harmful films that degrade our image internationally must fail at the box office.
Let’s launch this operation: who will NOT go to the cinema to see this spit in the face of our civilization?
Let millions of us boycott it.
Share if you agree.
I am not asking this to create buzz for myself, but because I WANT this film to fail.
@ghozyulhaq Coba lakoni, saya pake nyablon 10 tahun pemakaian berat aman, buat ngelebur screen, (skrng sudah rusak). Baru ganti reaim, sekali pake dinamo langsung kena.
Inilah mengapa pas sekolah diajarin bahwa kalau sebaran data tidak normal, misalnya ada nilai ekstrim, yang digunakan adalah median (nilai tengah), bukan mean (rerata). 99 orang tidak bekerja plus 1 orang berpenghasilan 700 juta, ya reratanya 7 juta, tapi nilai tengahnya 0 juta.
BERTAHUN-TAHUN DI CRYPTO,
TAPI JELASIN WEB3 MASIH PAKE KALIMAT "POKONYA DESENTRALISASI" DASAR PAYAH!🫵
📖Sejarah revolusi Internet Web1-2-3:
🌐Web1: Read
era internet dimana kita cuman bisa baca tanpa berinteraksi.
👉Contohnya: wikipedia, blog/halaman berita statis
🌐Web2: Read + Write
era internet dimana kita sudah bisa berinteraksi seperti upload, comment, like and share (Read and Write). dan sifatnya sentralisasi yaitu ada pusat yang mengontrol
👉Contohnya: aplikasi yang sekarang udah kita pakai sehari-hari seperti whatsapp, instagram, facebook
🌐Web3: Read + Write + Own
era internet dimana kita punya kendali penuh atas data, uang, dan identitasmu sendiri, tanpa harus bergantung pada perusahaan besar seperti bank, Meta, Google, atau platform lain.
👉Contohnya: dompet kripto, nft Marketplace
💡Biar lebih gampang, gua kasih analogi dasarnya:
🧠Web1: bayangin kalau kalian lagi pergi ke sebuah perpustakaan , nah disana kalian cuman bisa baca buku yang ada di perpustakaan.📖
🧠Web2: ini ibaratkan kalian pergi kedalam sebuah taman bermain yang dimana lu bisa berinteraksi sama teman-teman , main prosotan/ayunan, beli eskrim atau balon di taman.🎡
🧠Web3: nah kalo ini bayangin kalian ada di sebuah pulau yang ramai, yang dimana di pulau tersebut ada sebuah billboard yang besar,dan kalian punya rumah sendiri di pulau itu. Rumahnya 100% milik kalian (buktinya tercatat di billboard yang gak bisa dihapus atau dipalsuin siapa pun). Kalian bebas ngundang temen, bikin pesta, jualan di depan rumah, atau bahkan nyewa’in rumah kalian semua tanpa harus ijin ke pengelola pulau atau bank. Kalau kalian mau pindah, cukup bawa “kunci” rumah lu (private key). Pengelola pulau gak bisa ngusir lu, gak bisa nyita, gak bisa matiin listrik seenaknya.🏝️
Real case:
Akun IG 100K followers kalian bisa dihapus dalam 1 detik tanpa alasan.
Di Web3? Gak mungkin. Karena itu bener-bener milik kalian, disimpan di wallet kalian.
Intinya:
> Web1 = kita cuma boleh baca
> Web2 = kita boleh main, tapi tempatnya punya orang lain
> Web3 = kita yang punya rumah, punya kunci, dan kita yang bikin aturan.
COOOOK POLISI ANJING BISA-BISANYA NGANGKAT ORANG YG UDH GA BERDAYA GITU CARANYA, MANA NGMG “KALO KM GA BANGUN MAKIN PARAH LHO” WTF MAU LU APAIN LG DIA UDAH GAADA SKRG ANJIIIIINGGG 😭😭😭
@Xiorlimited ada nih loker dri dinas pertamanan dan hutan kota.
syaratnya mudah asal sehat jasmani, memiliki rasa percaya diri yang tinggi, dan siap kerja lapangan. gajinya gausa ditanya, diatas UMR belum ditambah bonus kinerja.
kerjanya juga gampang aja kok, nyabutin rumput pake pantat
- Presidennya anti diskusi
- Wapresnya IPK pantun Jarjit
- Tukin dosen ga dibayar (gaji kecil pula)
- Ada mahasiswa S2 sharing soal isi kelasnya malah di-bash sama netizen
Makin optimis sama Indonesia cemas 2045. 🌹💐✨🥰💖🫶🌟🔥🌈🦄