Hari peringatan pencegahan bunuh diri sedunia, 10 September.
Pesan dari psikiater, dr. Jiemi Ardian:
Tidak share, tidak engage, tidak komentar, pada konten suicide bisa jadi adalah langkah yang tepat untuk melindungi diri kita dan orang sekitar kita🩷🙏🏻
FINALLY! salah satu cerita yang selama ini aku tunggu bisa aku capaii🥹🤍
setelah 1 tahun 10 bulan berada di sini, rasanya banyak banget hal yang sudah aku lewati. ada hari yang menyenangkan, ada juga hari yang nggak mudah. tapi di setiap prosesnya, selalu ada orang-orang yang tetap memilih untuk mendukung, menunggu, dan percaya sama aku. terima kasih untuk semua yang udah meluangkan waktu buat nungguin aku, yang selalu kasih dukungan walaupun mungkin aku belum bisa memberikan banyak hal. terima kasih untuk setiap kata-kata baik, doa, semangat, dan apresiasi yang kalian kasih.
BUB, kalau hari ini kalian melihat aku ada di project ini… aku harap kalian juga bisa ikut merasa bahwa ini adalah sesuatu yang kita capai bersama. karena di balik setiap langkah aku, ada dukungan kalian yang selalu menemani. semoga kalian suka sama MV HATSUKOI NI NITERU - BAGAI CINTA PERTAMA💘,aku harap mvnya bisa bikin kalian senang, dan semoga karya ini bisa jadi salah satu hal yang bisa kita kenang bersama. love u so much infinityyyyy👼🏻💜🩷💘
Iya deh, gua jadi kepikiran...
Kenapa mempertahankan seseorang sekarang sering terasa seperti 'merendahkan' harga diri? Kenapa caring enough to fight for someone malah dianggap desperate, sementara “yaudah kalau mau pergi, pergi” dianggap paling emotionally mature?🤔🤔
Pola pikir orang depresi itu beda btw. Dunia yang kamu lihat jauh berbeda dengan apa yg ada di proyeksi otak mereka. Bahkan mau ngomongin semangat sampe berbusa kalau dari diri mereka masih terpuruk juga susah semangat. Kalimat2 positif pun kadang gak works karena mereka -
Almost no one talks about how frustrating it is to have an emotional relapse after a long period of time when you thought everything was finally going to be okay
Selamat bulan pencegahan bunuh diri, untuk anak kecil didiriku, untuk kalian yang nggak pernah menyerah buat kasih nafas kalian kesempatan, terima kasih karena nggak memilih sudah di tangan kalian sendiri. Semoga siapapun yang tengah belajar memeluk lukanya, selalu diberikan—