GILAAAK sih ini. Kasus yang bikin Publik Korea Murka: Tubuh si Istri Dipenuhi Belatung, Suami Divonis 30 Tahun penjara
Kasus ini lagi bikin geger Korea. Seorang bintara militer dijatuhi hukuman 30 tahun penjara karena membiarkan istrinya yang sakit dalam kondisi sangat mengenaskan hingga meninggal dunia.
Saat petugas 119 datang ke rumah setelah menerima panggilan darurat dari sang suami, mereka menemukan korban dalam keadaan tubuh dipenuhi kotoran, mengalami luka baring dan infeksi parah, sebagian kulitnya sudah membusuk, bahkan belatung ditemukan di tubuhnya padahal korban masih hidup saat itu.
Dokter UGD yang menangani korban mengaku belatung terus keluar meski tubuh korban sudah berkali-kali dibersihkan. Seorang dokter forensik bahkan mengatakan selama 15 tahun bekerja, ia hanya dua kali melihat kasus orang yang masih hidup tetapi sudah terdapat belatung di tubuhnya. Korban akhirnya meninggal akibat sepsis atau infeksi berat yang menyebar ke seluruh tubuh.
Di persidangan, suaminya membantah tuduhan dan mengaku tidak tahu kondisi istrinya separah itu serta mengatakan korban tidak mau berobat. Namun hakim menilai alasan tersebut sulit diterima dan menyatakan terdakwa seharusnya sadar bahwa membiarkan korban dalam kondisi seperti itu dalam waktu lama bisa menyebabkan kematian.
Yang membuat publik semakin marah, keluarga korban mengaku terdakwa tidak pernah menunjukkan penyesalan selama proses persidangan dan terus bersikap datar. Emosi memuncak hingga ada anggota keluarga yang mencoba menghampirinya di ruang sidang karena merasa terdakwa sama sekali tidak menunjukkan rasa bersalah atas kematian istrinya.
https://t.co/DlPIJzeRQy
btw kalau beli valas, jangan kayak one of my friend.
dia beli usd baru baru ini di mybca, saldonya ada sekian puluh juta di awal..abis beli valas trus dia kaget saldo totalnya jadi berkurang (idr+usd) dari sebelum beli valas.
valas itu ada spread kurs jual & beli, iya paham buat melindungi nilai uang tapi kalau uangnya engga dingin amat dan bisa tb tb butuh convert ke idr..... diinget lg/catat kalau perlu kalian beli di harga berapa pas kalian pertama beli
fiturny sderhana aj.. cuma ada grammar checker & translate to english 😭🙏🏻
biar gampang akses kalimat2 yg udah dibneerin, ak juga bkin history section yg mnyimpan riwayat pngecekan kalimat km
cobain skearangg,, 100% gratis & unlimited👇🏻
https://t.co/nShM5Nwa5c
Ingat kasus Leony Vitria Hartanti (eks Trio Kwek Kwek)? Ayahnya meninggal 2021. Rumah sudah lunas dari dulu. PBB dibayar rajin tiap tahun. Pas Leony mau balik nama sertifikat, dia kena tagihan PULUHAN JUTA.
Reaksi Leony sama seperti semua org: "Kan bukan jual beli? Ini kan WARISAN?"
Ternyata ada prosedur yang bisa bikin biaya balik namanya jadi 0 rupiah. Tapi banyak yang gak tau. Simak screenshot cara2nya dari akun thread @nafkahnation.dx
⚠️WARNING: KONTEN SENSITIF
Gambar uncensored: https://t.co/pK0Lv2s3Gl
• Mayat Dalam Freezer di Bekasi •
Mayat seorang pria ditemukan di dalam freezer sebuah kios ayam geprek yang berada di Perumahan Mega Regency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (28/3/2026). Penemuan tersebut sontak menggegerkan warga sekitar sekaligus memicu penyelidikan intensif dari pihak kepolisian.
Korban diduga merupakan salah satu karyawan kios bernama Abdul Hamid (39). Jasad korban pertama kali ditemukan oleh pemilik kios berinisial ES (32) saat datang ke lokasi pada pagi hari untuk membuka usahanya. Namun, saat membuka freezer penyimpanan daging ayam, ES justru dikejutkan dengan temuan jasad seorang pria yang diduga adalah Hamid, dikenali dari ciri-ciri warna kulitnya.
Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, menjelaskan bahwa pemilik kios segera melaporkan penemuan tersebut kepada pihak kepolisian. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kondisi korban ditemukan sudah tidak bernyawa dan disimpan di dalam freezer.
Setelah penemuan itu, ES mencoba menghubungi dua karyawan lainnya, yakni ACN (23) dan S (27). Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena keduanya tidak dapat dihubungi. Kondisi ini semakin menimbulkan kecurigaan, terlebih diketahui dua unit sepeda motor milik kios serta uang tunai sebesar Rp500.000 hasil penjualan juga turut hilang.
Sebelumnya, kedua karyawan tersebut diketahui sempat meminta izin untuk mudik Lebaran, sementara Abdul Hamid tetap tinggal dan menjaga kios karena tidak memiliki keluarga yang dapat dikunjungi. Hilangnya kedua karyawan beserta barang-barang tersebut membuat ES semakin yakin ada sesuatu yang tidak beres.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya bergerak cepat melakukan penyelidikan. Dalam waktu singkat, polisi berhasil menangkap dua terduga pelaku yang berinisial Saman alias S dan Aksa alias DS alias ANS. Keduanya diketahui merupakan rekan kerja korban di kios ayam geprek tersebut.
Menurut keterangan polisi, kedua pelaku sempat melarikan diri usai kejadian dan diduga membawa kabur dua sepeda motor serta uang tunai milik kios. Setelah dilakukan pengejaran, keduanya akhirnya berhasil diamankan di wilayah Majalengka, Jawa Barat.
Dari hasil pemeriksaan awal, para pelaku juga disebut telah menunjukkan lokasi tempat mereka membuang bagian tubuh korban di wilayah Bogor. Hingga kini, polisi masih terus melakukan pengembangan kasus, termasuk pencarian bagian tubuh korban dan pendalaman motif di balik peristiwa tragis tersebut.
Kedua tersangka saat ini terancam dijerat dengan pasal pembunuhan berencana serta pasal terkait mutilasi, dengan ancaman hukuman berat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.